Jul
23
2010

Anak kok bisa beda?

Mumpung punya blog, bisa posting sekalian juga bisa tanya. Begini ceritanya, saya punya 2 saudara yang satu hidupnya berkecukupan dan yang satu agak kurang kualitas hidupnya. Nah anak saudara saya ini makannya susah banget ampe kurus kering, tak kurang berbagai makanan lokal dan import sudah di beli serta tak lupa multi vitamin yang menyertainya, tapi susah banget makannya, dialihkan dari makanan ke ngemil tetep gak suka, sepupu saya ini sampai sudah mengunjungi beberapa dokter untuk konsultasi ujung ujung nya hanya multi vitamin lagi dan lagi. si anak ini hanya suka makanan dasarnya saja, kalo ada nasi ama ayam dia akan makan nasinya aja, paling banter pakai kuah ayam, kalo kentang goreng pake ayam, si anak inipun lagi lagi cuman makan kentangnya aja..heee..stress deh ibu bapaknya.

Dilain pihak sepupu saya yang lain hidupnya agak pas pas an, maklum pengantin baru. Anaknya hampir seusia saudara saya yang berkecukupan ini, sejak kecil si anak ini beda banget dari anak  sepupu saya yang kaya,karena dari kecil si anak sudah mempunyai naluri bahwa makan itu penting. semenjak kecil tak kurang apapun masuk ke mulutnya, kalo ada kumpul kumpul keluarga banyak sekali main mainan anak anak, si anak ini lebih suka cari makanan dan dimasukkan ke mulutnya, berbagai jenis makanan di cobanya. Setiap di sodorkan mainan, si anak ini tidak menunjukkan gejala ketertarikan, tapi dari motoriknya, dia sudah bisa menjumput dan menaruhnya ditempat yang dia ingini. Jadi gak masalah dengan kemampuannya yang lain. Sampai suatu ketika saya sempet menjumpai kalo si anak ini pernah memasukan serpihan cat tembok yang mengelupas, tentunya di larang dan ditepis oleh orang tuanya.

Sama sama anak kecil tapi kemampuan naluri sebagai manusianya lebih ke anak yang orang tuanya pas pas an ini. Suatu kali sepupu saya yang kaya ini mengeluh kepada saya dan saya jawab sekenanya saja, “bagus lah daripada obesitas ntar bingung lagi”. Menurutnya anak yang ideal adalah anak yang makannya banyak pas masih kecil, tetep cubby waktu masuk sekolah dasar dan punya postur keren pada saat dewasa nanti. Wah..wah ini mah sama saja dengan muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk surga…heee, kok semuanya di ambil.

Ada yang mau komen dari sisi sisi yang berbeda?

Related posts:

  1. Emang bisa nglihat dari mukanya? Sejak berkecimpung di dunia per kasino an, baik dari sekala...

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,

25 Comments »

  • Assalamualaikum Wr.Wb
    Salam nge-Blog

    Wah,,hampir mirip-mirip ma tetangga saya..
    hanya saja,,jikalau tetangga saya itu gak doyan nasi putihnya,,cuma doyan roti dan makanan pokok lain..
    Coba dibawa ke alternatif… BUKAN dukun ya mas..
    hahaha….

    Oh ya,
    Perkenalkan, saya bloger dari catatanbumi.co.cc
    Lama saya melirik duni perblogeran.
    S/d akhirnya saya membuat catatanbumi.co.cc
    Panggi saja saya Bumi Al Fattah.
    Silahkan datang, dan ambil hadiah spesial khusus untuk bloger spesial dan senior seperti kakak.
    Saya mohon bimbingannya….
    dan saya tunggu kunjungan perdananya
    Silahkan….

    – - – catatanbumi.co.cc – - -

    Reply

    boyindra Reply:

    trims kunjungannya…

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • Hahaha..kedua anakku saat kecil susah banget makannya sampai saya stres….dan berat badan mepet terus….
    Tapi yang penting sehat.

    Terus saya punya pembantu, saat menikah, sementara tetap ikut di rumah…anaknya suka makan, sampai kata suami..”Duhh kalau anak kita dulu kayak dia cara makannya, betapa senengnya…”

    Gpp kok mas, anakku setelah besar juga suka makan, si sulung lumayan gendut dan cukup tinggi (168 cm), si bungsu kayak saya tetap susah makan, jadi tetap langsing. Soal IQ tak perlu kawatir, anak sulungku lulusan UI dan si bungsu lulusan ITB (sekarang mendapat beasiswa di TUT, Jepang). Yang penting dijaga, adalah kualitas asupan, bukankah sudah konsultasi sama dokter?
    edratna´s last blog ..Berobat ke Puskesmas- kenapa tidak My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    o gitu ya bu…yang penting gizinya terjaga ya?

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • komen apa ya … gak ngerti tentang anak² … xoxoxxoo

    cuman mungkin disini letaknya Tuhan Maha Adil kali ya *nyambung gak seh* :em41:

    Reply

    boyindra Reply:

    mungkin juga sih

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • Dari dalam kandungannya juga mungkin udah beda sob…saudara yang berada si ibunya sudah bisa memilih makanan mana yang disenangi dan mana yang nggak. Sementara yang berekonomi agak ngepas…ibunya harus membiasakan diri melahap apa yang disediakan. Jadi pengaruhnya terhadap anak pun sama. Apalagi setelah si anak lahir dan sudah bisa belajar dari orang tuanya… :D
    bukan detikcom´s last blog ..Kisah Pecahan 10 ribu! My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    jadi maksudnya yang ngepas anaknya lebih “nggragas”dari pad yang kayak yah..hee

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • anak2 memang memiliki dunianya sendiri, mas boyin. memang bukan hal yang mudah utk bisa membujuk anak2 agar suka makan. anak saya yang bungsu juga sulitnya minta ampun jika diminta makan nasi. lewat cerita yang menarik atau mungkin dg cara yang lebih halus dan membujuk mungkin akan lebih berhasil ketimbang dg cara memaksa, hehe ….
    sawali tuhusetya´s last blog ..Anak-anak Indonesia- Potret Generasi yang Hilang My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    emang gampang2 susah ya pak..

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • Pola dan volume makan kayaknya susah dibentuk, tapi terbentuk dengan sendirinya.
    Dua anak saya saat balita sangat beda.
    Tapi ketika dewasa dan telah memahami makna makan, mereka tertata dengan sendirinya.
    Ini pengalaman saya.
    marsudiyanto´s last blog ..Antara Aku- Kamu Dan Dia My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    makasih pak guru..

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • sikap dan tingkahlaku anak adalah cerminan sikap orangtua kepada anaknya. Jadi, selalu positif thinking akan sangat membantu.. :)

    Reply

    boyindra Reply:

    setuju..

    Reply

    Comment | July 23, 2010
  • Sebenarnya pandangan yang agak keliru adalah banyak orang yang mengatakan anak yang chubby lebih sehat dari anak yang kurus. Tentu saja hal ini tidak selamanya benar, karena sehat nggak anak melibatkan banyak faktor. Tidak sedikit anak yang chubby yang lebih rentan kesehatannya daripada yang kurus. Walau begitu anak yang chubby memang terlihat lucu, itu sebabnya banyak orang yang seringkali “tertipu” mengatakan bahwa anak chubby SELALU lebih sehat dibandingkan anak yang kurus.

    Namun begitu memang asupan gizi si anak harus seimbang. Jikalau si anak hanya suka memakan “dasarnya” saja, nggak mau makan ayam atau daging, yang dikhawatirkan adalah si anak berpotensi untuk kekurangan protein. Namun begitu, protein bukan hanya ayam atau daging saja. Telur, ikan, seafood lain, tempe, tahu, keju juga kaya protein. Andaikan si anak semua itu juga nggak suka, masih ada cara, yaitu menggonta-ganti makanan “dasar” yang ia sukai, seperti sekarang makan nasi, besok makan kentang, besoknya lagi makan oatmeal, besoknya lagi sayuran atau buah2an dan lain-lain sehingga kekurangan unsur2 amino acid dari protein yang ada pada makanan “dasar” (yang sebenarnya kaya karbohidrat) tersebut bisa diminimalisasi…
    Yari NK´s last blog ..Chicken or Egg First Fruit or Seed First My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    iya kang..kasian kaya2 cuman makan nasi pake kuah..biar pun makan dikit minimal gizinya mencukupi ya..

    Reply

    Comment | July 24, 2010
  • kalo wempi biasanya ngajak main outdoor ato outcamp ato semacamnya. nanti lelah dan laper sendiri, semua makanan jadi enak tuh.

    tapi sebenarnya yang dilihat itu bukan porsi makanannya tapi porsi gizi yang ada dalam makanannya, seimbang kagak?

    Reply

    boyindra Reply:

    huaahhhhaaa..ini patut di praktekkan nih…

    Reply

    Comment | July 24, 2010
  • DV

    Kebanyakan emang begitu…
    Aku mikirnya malah begini, kemiskinan itu bisa berpengaruh ke mentalitas si anak, maka sebagai ortu wajib untuk tidak miskin dengan giat bekerja :)
    DV´s last blog ..Saya benci lip synch-playback Anda My ComLuv Profile

    Reply

    boyindra Reply:

    walah…wajib tidak miskin..?

    Reply

    Comment | July 24, 2010
  • anak saya dulu saat masih balita juga susah sekali makan tapi sekarang makannya melebihi saya. maaf tidak memberi jawaban hanya curhat saja. hehehe

    Reply

    Comment | July 25, 2010
  • :em70: :em70: :em70: :em70: :em70: :em70:
    p cabar om
    salam hangat dari blue
    dobleh yang malang´s last blog ..Tasbih sebuah kehidupan sang jiwa…… My ComLuv Profile

    Reply

    Comment | July 26, 2010
  • zee

    Mas Boy,
    - Kebetulan anak saya termasuk yang termasuk pemilih soal makan. Ga mau sembarangan comot sana sini. Dan hrs makanan rumah *yg ini aga menyulitkan nih klo pegi jj ke mall or pulang mudik*. Dia ga termasuk gendut tp jg ga kurus. Buat saya sih yg penting gizinya cukup, even makannya standard saja sehari-2 : nasi, sayur bening, ikan goreng, tempe, telur. Saya pikir dia bisa jadi agak montok ya karena kan ada mbaknya yang dedicated u. dia jd ya hrs sabar menyuapi dia. Kalau anak model si Vaya ini ga ada mbaknya, trs dapat ibu yg ga sabaran suapin makan (kayak saya :D ), bisa makin kurus dia.
    - Nah, di sisi lain, klo orang bule sendiri, anak kan ga pernah disuapin. Dr kecil dibiarkan makan bersama di meja, jadi anak diajarkan u/ mengenal bahwa makan itu adalah kebutuhan. Kl dia lapar, dia akan makan. Itu sebabnya, anak bule itu kurus-kurus. Saya bbrp kali ktmu bule2 tinggi besar tp anak babynya kurus bgt, atau yg sudah SD gt jg kuruuus banged. Well, ternyata pola didikan itu ada benarnya, anak kan tahu sendiri kapan dia lapar. Saat dia mulai remaja & rajin berolahrga, tubuhnya akan meninggi dan padat dengan sendirinya. Beda dgn anak2 Indonesia yg kemudian jd segendut babi dan ada penyakit jantung…
    - Anak memang beda2 mas. Mgkn genetiknya begitu ya. Keponakan saya tuh jg klo makan, segalanya masuk. Ga pilih2. Semua dihantam, cangkir kopi aja ditarik dr tangan opungnya krn penasaran pengen coba hahaha..(itu waktu dia msh 7bulan). Jadi ya sebenarnya memang anak itu beda-beda, Mas. Yg penting kalaupun dia cuma suka nasi ya gpp, bisa ditambahkan dgn telur rebus pelan2… mudah2an lama2 jd makin banyak pilihannya…

    Reply

    Comment | July 28, 2010
  • saya punya dua-duanya…
    anak saya yang pertama susah makan dan sampai sekarang kuyus…
    anak saya yang ke-2 gampang makan dan sampai sekarang ndut…
    dari pengalaman menangani dua anak itu, -daripada stress maksa makan atau nge-rem makan- saya pasrah saja… yang penting selalu sehat… :em47:
    Andy MSE´s last blog ..Uang Baru Rp1000 My ComLuv Profile

    Reply

    Comment | July 30, 2010
  • Hey, kalo bisa muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk surga beneran, mengapa tidak? :) ) :) )

    Reply

    Comment | August 10, 2010

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

  • :em13:
  • :em68:
  • :em63:
  • :em70:
  • :em05:
  • :em34:
  • :em47:
  • :em11:
  • :em22:
  • :em37:
  • :em48:
  • :em08:
  • :em66:
  • :em65:
  • :em14:
  • :em64:
  • :em01:
  • :em31:
  • :em33:
  • :em39:
  • :em62:
  • :em15:
  • :em60:
  • :em51:
  • :em03:
  • :em10:
  • :em56:
  • :em38:
  • :em26:
  • :em35:
  • :em59:
  • :em49:
  • :em72:
  • :em27:
  • :em29:
  • :em71:
  • :em54:
  • :em16:
  • :em67:
  • :em07:
  • :em28:
  • :em21:
  • :em57:
  • :em50:
  • :em52:
  • :em18:
  • :em58:
  • :em69:
  • :em32:
  • :em45:
  • :em09:
  • :em23:
  • :em25:
  • :em02:
  • :em12:
  • :em04:
  • :em30:
  • :em20:
  • :em55:
  • :em06:
  • :em41:
  • :em43:
  • :em61:
  • :em40:
  • :em42:
  • :em19:
  • :em53:
  • :em24:
  • :em46:
  • :em36:
  • :em17:
  • :em44:

CommentLuv Enabled

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes