Di sela sela pekerjaan yang kebetulan tidak menumpuk, aktifitas yang paling asik dilakukan tanpa meninggalkan meja kantor salah satunya adalah chating. Chating kali ini saya dengan bekas anak buah dari Vietnam dengan menanyakan kabar sampai ngobrol ngalur ngidul. tanya si ini, si anu sampai akhirnya saya menanyakan bekas boss saya yang orang Amerika itu dan beliau adalah seorang gay yang sudah berusia lanjut, boleh terbilang uzur.
Karena pengalaman beliau di bidang pemasaran dan sudah berkecimpung di dunia pemasaran Vietnam hampir lebih belasan tahun, makanya hotel resort bekas saya bekerja mempekerjakannya dengan bayaran yang tidak terlalu wah seperti di kota besar tapi dengan fasilitas yang semuanya gratis.
Dulu sewaktu saya bekerja disana beliau mempunyai restaurant yang cukup berkelas di pinggir pantai dengan makanan kelas bintang lima. Setahun berlalu dan sewaktu saya menanyakan kabarnya minggu lalu, restaurant itu telah tiada alias bangkrut dikarenakan tahun 2009 kemarin krisis ekonomi memang menghantam sektor pariwisata tidak hanya di Vietnam tapi juga dimana mana.
Sungguh sebuah kejadian yang sudah saya duga, tetapi tetap saja rasa iba dan simpati menyeruak di hati ini mengingat usia beliau cuman beda bulan saja dengan ayah saya yang dimana ayah saya sendiri sudah pensiun dari pekerjaannya beberapa tahun yang lalu dan beliau sekarang hidup nyaman di kampung dengan memiliki beberapa bisnis dan anak anak yang setia mengiriminya uang tanpa takut mengurangi gaya hidup sepeserpun.
Setahun yang lalu saya teringat pernah berkata sedikit marah kepada anak buah saya yang masih muda tapi memutuskan menjadi gay. Suatu kali si anak buah ini membuat kesalahan dalam pekerjaannya dan saya keceplosan berkata “If you decided to be a gay, you gotta be smart!” dan dia pun tertunduk sedih.
Di kesempatan yang lain saya memanggil dia di kantor saya dan saya menceritakan begitu banyak teman saya yang memnutuskan menjadi gay dan mereka rata rata bisa survive karena mereka pintar dan membuat karir yang bagus. Ini tentu saja untuk hari tua nya. Saya pun menyarankan kalo dia tidaklah sepintar dan bisa membuat kemajuan yang berarti dalam hidupnya, saya menyarankan untuk mencari pacar yang kaya dan menabunglah dari situ.
Setahun berlalu, dia mengikuti anjuran saya dan mengabarkan kalo sudah di prancis dan hidup dengan pacarnya dengan berkecukupan. Kami masih berhubungan baik dan berkontak melalui Facebook sampai sekarang.
Untuk orang normal, anak merupakan sarana investasi yang paling manjur karena tidak semua orang bisa hidup mandiri sampai masa tuanya dan jika anda memustuskan menjadi gay, ikuti anjuran saya diatas.
No related posts.
wah… saya sudah kadhung memutuskan untuk punya dua istri..

anak saya sekarang sudah 3, yang paling besar akan masuk SMK tahun ini. resikonya punya anak, ya harus nyiapin banyak biaya, tapi saya tidak memikirkan itu sebagai tabungan hari tua, semoga kelak tetap bisa mandiri…
.-= Andy MSE´s last blog ..4 (Empat) Tahun Lumpur Lapindo =-.
Reply
boyin Reply:
June 2nd, 2010 at 9:24 am
itu memang semua harapan orang tua, tidak tergantung sama anaknya..tetapi kenyataannya rata2 80% usia pensiun dibarengi dengan penurunan kadar kualitas hidup dikarenakan penghasilan yang terhenti…kecuali untuk pengusaha.
.-= boyin´s last blog ..Memutuskan Hidup Sendiri? =-.
Reply
Saya juga sudah terlanjr mengambil keputusan Mas…
.-= marsudiyanto´s last blog ..Yang Segera Terbit… =-.
Reply
Semoga persahabatan mas Indra dengan mantan bosnya itu tetep langgeng sampai kaken-ninen.
Reply
Saya sudah terlanjur jadi ayah dari 4 anak saya mas. Jadi nggak mungkin ngikutin sarannya itu.
Reply
its up to yuo
Reply
Ternyata gay itu pilihan bukan bawaan lahir, berarti kemungkinan besar bisa sembuh. bagi yang terlanjur milih kesana. kalo mau gay ikuti saran di atas, kalo tidak segera berobat
Reply
Sebenarnya perkataan “If you decided to be gay you gotta be smart…” etc.. merupakan bentuk diskriminasi juga yaitu diskriminasi orientasi seks, hampir sama seperti misalnya kita mendiskriminasi berdasarkan ras, agama, dsb. Kita selalu melihat gay hanya dari satu sisi saja yaitu “his gayness”-nya saja, padahal seorang gay pasti punya potensi juga sama seperti seorang heteroseksual. Potensi inilah yang jarang kita lihat, padahal potensi tersebut sangat sayang jikalau disia-siakan dilihat dari sudut Human Resources.
Sebaliknya perbaikan juga harus dilakukan kaum gay. Kaum gay janganlah membuang energinya sia2 dengan hanya membicarakan seks (apalagi jikalau ketemu lelaki lain yang ditaksirnya) dan jangan pula “asal colak-colek kurang ajar” kepada teman2 kerjanya yang membuat suasana jadi kurang nyaman. Kaum gay seyogianya bisa lebih memanfaatkan energinya untuk kegiatan2 yang lebih positif dan tidak melulu hanya ingin “memanjakan” selera seksualnya saja…
O iya dan satu lagi, sebenarnya perkataan kang boyin di atas “you gotta be smart…” itu benar adanya, namun itu berlaku untuk setiap orang baik dia hetero ataupun gay….
.-= Yari NK´s last blog ..Salah Jalan… =-.
Reply
boyindra Reply:
June 1st, 2010 at 6:07 pm
maksudnya nutuk memperjelas beban yang dia tanggung di masa tua tidaklah mudah..
Reply
setuju banget, mas boyin. anak adalah investasi dunia-akhirat. dengan bergaya hidup seks ngegay, jelas investasi hidup itu akan hilang. gay ternyata memang benar seperti apa kata mas wempi. bukan karakter dan bawaan sejak lahir, karena bisa berubah dan diubah, kan?
.-= sawali tuhusetya´s last blog ..Nilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini! =-.
Reply
boyindra Reply:
June 1st, 2010 at 6:09 pm
saya juga termasuk yang suka banyak anak pak..heee..bukan kepikiran investasi sih..cuman biar rame aja..haaa
Reply
Hehehe tulisan yang menarik…
Di sini, masalah gay/lesbi menjadi masalah yang pelik kalau sampe ke soal ‘boleh/tidak’.
Tapi diluar kontroversi apapun itu, aku sepakat denganmu, menjadi gay/lesbi haruslah pintar karena kesendirian yang bakal dihadapinya itu…
*meski sebenarnya, mana ada sih hidup yang tak sendirian?*
.-= DV´s last blog ..Jason belajar Bahasa Indonesia =-.
Reply
boyindra Reply:
June 1st, 2010 at 6:10 pm
kalo saya sebenarnya tidak peduli dengan decision mereka menjadi apa, hanya karena kita akrab dan saya punya pengalaman dari teman yang lain makanya saya kasi tau teman gay “muda” ini..dan ternyata toh dia udah bahagia sekarang..
Reply
Ada yg kurang pas menurutku.
Menurutku kemampuan manusia utk survive atau sukses tdk ada hubungannya dgn status gay or hetero. I mean, banyak orang yg memutuskan hidup sendiri atau terpaksa hidup sendiri (mgkn krn jodoh blm datang) dan mereka tetap bisa survive. Mgkn yg mas boy maksud adalah being single, bukan gay? Benar gak? Karena being a gay pun bisa punya punya pasangan dan hidup sampai tua bersama. Dan siapapun memang harus benar2 smart dalam mensiasati masa tuanya.
Reply
boyindra Reply:
June 2nd, 2010 at 9:17 am
dalam pesan ini jelas, bahwa memutuskan hidup sendiri akan berdampak beban dimasa depan yang akan dipikul sendiri.
Reply
Salam kenal,
saya gak bisa hidup sendiri, butuh pendamping dan anak2 yang akan menjadi harapan saya dimasa mendatang…
.-= Planet Orange´s last blog ..Situs israel dihack! =-.
Reply
Kecendrungan untuk jadi homo itu ada disetiap orang. Pengaruh lingkungan memang kuat. Sebagian yang memilih jadi gay adalah karena pertahanan diri acak-kadut ketika menghadapi serangan dari gay tulen. Banyak yang insaf dan kembali ke kodrat alami ketika menyadari ada yang salah dalam orientasi seksual. Kalau keberhasilan sebagian besar mungkin ditentukan oleh seberapa besar Passion dan Effort terhadap bidang yang jadi pilihan hidup. *gileee…kok gw bisa komentar begini, efek abis baca buku motivasi kali.
*
.-= PakOsu bin Alris´s last blog ..ORANG BODOH & ORANG PINTAR =-.
Reply
boyindra Reply:
June 4th, 2010 at 8:55 am
haaa…dasyat dah…!
Reply
Apa enaknya hidup sendiri ya Mas,Bahkan orang orang yang hidup sendiripun memutuskan untuk cari teman.
.-= Komunitas Salesman´s last blog ..Adbrite =-.
Reply
Waduhh mas Boyindra…kadang mereka menjadi gay bukan karena keinginan lho. (bukan sok membela ya)
Dan anak bukan investasi, bukankah anak tak ingin dilahirkan, tapi orangtua lah yang menginginkan anak, agar ada penerus keturunan.Justru kewajiban orangtua untuk membimbing anak agar bisa menjadi pribadi yang mandiri.
Prinsip saya, adalah menabung dan berinvestasi, agar pada masa tua tetap bisa menjadi kakek dan nenek yang menyenangkan, bukan menyebalkan, karena mengharapkan bantuan dari anak cucu.
Semoga harapan saya bisa terlaksana
.-= edratna´s last blog ..Festival Budaya Betawi 2010: Cipetevaganza II, 5-6 Juni 2010 =-.
Reply
boyindra Reply:
June 7th, 2010 at 1:36 pm
amin bu, andai semua orang tua seperti ibu, kalopun tidak masih ada anak khan?
Reply
kehidupan gay saya tidak terlalu tahu banyak karena di sini masih menjadi hal yang maha amat sangat tabu.
sampai saat ini kok nggak memikirkan anak untuk investasi saya hanya akan memberi bekal pendidikan saja sampai dibela-belain ikut asuransi pendidikan
.-= endar´s last blog ..Jadwal Piala Dunia 2010 =-.
Reply
boyindra Reply:
June 13th, 2010 at 11:43 am
biasanya sih suka terulang mas…kalo mas sekarang gak rutin ngirimin orang tua atau nggak dibiasain, nanti anak juga sama aja ke mas.
Reply
Salam kenal,
saya gak bisa hidup sendiri, butuh pendamping dan anak2 yang akan menjadi harapan saya dimasa mendatang…
.-= Planet Orange´s last blog ..Situs israel dihack! =-.
Reply
oh… gay itu artinya orang jomblo ya ???
tak pikir gay itu artinya cowok naksir cowok… hehehe
.-= vicky´s last blog ..AXe digugat Seorang laki-laki yang belum mendapatkan jodoh =-.
Reply
boyindra Reply:
July 13th, 2010 at 5:07 pm
emang cowok naksir cowok…lha yang bilang jomblo sopo..heee
Reply
oh…. berati orang yang anda bicarakan itu ternyata naksir cowok ya ? hahaha…. lha itu judulnya hidup sendiri ? di artikel gak ada tulisan cowok naksir cowok…. maap….nhehehe
Reply