Mengalah untuk menang (biar meneng?)

Pasti udah pernah denger pepatah ini khan? saya suka denger juga lirik lirik lagu cengeng yang mirip dengan pepatah diatas. Kalo dunia bisnis terus terang saya nggak tau apakah ini bagus, sedangkan di dunia pekerja agaknya ini malah bahaya menurut saya lho.

Saya ada cerita, sewaktu masih kuliah kami berempat berangkat ke singapura untuk melakukan management training. Satu wanita dan tiga laki laki. Sampai disana lumayan kaget juga dengan para senior yang galak galak dan bekerja dengan ritme yang cepat. Kayak di kejer hantu. Gak lagi rame tamu, sepi tamu pokoknya ritmenya cepet, kadang saya heran ini emang beneran sibuk atau sekedar jaim biar dikira sibuk.

Suatu ketika teman yang wanita ini melakukan kesalahan bersama teman barunya yang orang singapura dalam mengurus bill tamu. Seketika itu juga mereka berdua mendapat dampratan dari si supervisor, tapi respon yang didapat berbeda antara kedua wanita ini. Yang orang Singapura memberikan  argumen menyalahkan si teman kita ini sedangkan teman kita ini hanya tertunduk meneng (diam). Sewaktu curhat saya tanya kenapa nggak ngasi penjelasan waktu itu, dasar temen saya ini (maaf) jawa banget dia bilang “wes meneng waelah, ntar buntutnya malah tambah ribut, males aku.”

Setelah aksi meneng karena mengalah ini akhirnya bidang tugasnya jadi sedikit lebih ringan, dia ditugaskan dibelakang, mengurusi kebutuhan alat alat rstaurant. kayaknya emang lebih enak tapi kalo dilihat dari kacamata kompetensi, si wanita ini kelihatan sudah tidak kompeten, tersingkir dari persaingan.

Dua bulan berlalu, suatu ketika kami semua dihebohkan oleh berita bahwa teman kami itu diinterogasi oleh security hotel kami bekerja karena dituduh mencuri uang yang nilainya nggak masuk akal. 50 cent singapura saja! Yang melapor teman satu kamarnya yang orang Malaysia. Si cewek Malaysia ini emang terkenal belagu dan galak karena merupakan karyawan dan bukan trainee.

Teman kami tentunya tak mau mengakuinya, tapi setelah beberapa jam di tahan di kantor HR, akhirnya dia dibebaskan. kami pun menghampirinya dan menanyakan duduk permasalahannya. Lagi lagi dia tak tahan diinterogasi lama lama dan akhirnya mengakui yang bukan kesalahannya. Dia berujar “wes, males aku pada ribut ribut semua, biar cepet aja deh, aku iyain, lagian khan ilangnya cuman duit segitu.”

Gubrak! meneng – ngalah – meneng – ngalah, udah bisa diduga, akhirnya teman kami pun dipulangkan ke kampus dengan gelar tukang nyolong tak kurang dari  36 jam setelah kejadian itu. Para dosen sudah mengetahuinya dan menurut aturan yang berlaku setelah itu,  teman kita ini kudu dikeluarkan dari kampus karena memalukan nama  universitas.

Tapi dengan masukan dari kita sebagai teman temannya dalam menyelamatkan si teman cewek ini kepada dosen kami, akhirnya kampus mau membantu mencarikan tempat untuk training di dalam negeri dengan kompensasi waktu training yang telah terlewati harus di sambi dengan jam kuliah yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Pagi kuliah, sore dari jam 3 sampai jam 11 malam training.

Meneng (diam) memang kadang mempercepat berhentinya masalah, tapi tidak dengan akibat kedepannya.

Leave a comment ?

44 Comments.

  1. Ada kalanya memang benar kok kalau “silence is golden”, namun jangan logikanya dibalik: setiap masalah dihadapi dengan pepatah “silence is golden”, karena dalam banyak hal juga malah “silence is rotten” !!

    Dalam kasus yang diceritakan kang boy ini memang benar, kalau kita “meneng” atau “ngalah” malah kita sendiri yang susah ke depannya, karena ke depannya setiap orang pasti menyangka bahwa kita adalah sasaran empuk sebagai kambing hitam dan celakanya juga orang akan mengira bahwa kita memang punya sifat2 negatif seperti yang dituduhkan, tentu saja ini merugikan kita sendiri.

    Namun begitu, banyak kasus juga yang harus direspons dengan “meneng” atau “mengalah”, pintar-pintarlah kita mengevaluasi suatu masalah. Kalau menurut saya, benang merahnya begini: Jikalau itu demi kebaikan banyak sekali orang bolehlah kita menerapkan “silence is golden” atau “ngalah” atau “meneng” atau whatever-lah… Itupun jika hal tersebut tidak terlalu merugikan kita. Namun jikalau hanya demi kebaikan satu atau dua orang, apalagi kalau kita tidak bersalah, maka respons harus tegas: “fight!!!”.
    .-= Yari NK´s last blog ..1-1 =-.

    Reply

  2. nice post :D
    .-= dedi´s last blog ..10 Best Defender =-.

    Reply

  3. tapi mungkin bisalah diadakan babak ke-2
    .-= ian´s last blog ..Rumah Baru =-.

    Reply

  4. banyak sebenarnya type orang seperti teman mas Boyin itu terutama orang dari jawa, karena orang jawa ada prinsip yang mengatakan bahwa kebenaran pastilah akan menang, tapi dengan kondisi seperti ini bisa jadi kita udah babak belur duluan, :em28:

    Reply

  5. Saya orang Jawa, dan dulu aku juga slalu berprinsip “mending ngalah” tapi sekarang tidak lagi :)
    Sampai kapanpun slama benar juga saya layani hehehe…
    Diam itu memang emas, tapi saya harus jadi orang yang bisa beli emas :)

    Betul ngga, Bro ? :)
    .-= DV´s last blog ..Barangkali, pohon termahal di dunia… =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    betul apalagi harga emas naik terus

    Reply

  6. Intinya memang kita jangan nggebyah uyah Mas…
    Dalam sebagian masalah, meneng kadang lebih menyelesaikan, tapi dalam masalah lain, kita kudu berani bicara.
    Harus pinter milah2, kapan sebaiknya diam dan kapan musti bicara.
    Yang paling bijaksana adalah Mas Indra, yang membicarakan diam.
    Yang paling tidak bijaksana adalah mendiamkan pembicaraan.
    .-= marsudiyanto´s last blog ..Koran Tjap Koepoe =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    istri suka kesal kalo pembicaraanya di diamkan ya pak? heee

    Reply

  7. itulah sisi negatif dari orang jawa
    .-= Pencerah´s last blog ..Tragedi Sekretariat HMI =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    tapi biasanya yang kayak gitu hidupnya lebih tenang lho mas..soalnya banyakan pasrah

    Reply

  8. Si cewek itu pasti bukan orang batak kan? kekekee……
    Kalau saya jelas gak terima dengan keadaan begitu. Semua harus pakai argumen dan penjelasan yang sejelas2nya, jd ga ada istilah mengalah begitu saja.

    Reply

    boyindra Reply:

    kalo saya sih percaya kalo ito dalam posisi itu pasti udah dicakar cakar tu orang…haaaaa

    Reply

  9. itu sebabnya SBY terpilih lagi jadi Presiden…
    “wes, males aku pada ribut ribut semua, biar cepet aja deh, aku iyain…”

    hahahahaha… :D
    .-= itempoeti´s last blog ..SBY, “Saya bertanggung jawab.” =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    tapi intelnya di belakang jalan terus..heeee

    Reply

  10. mungkin dia berpegang pada prinsip…, “Sing waras ngalah…”
    gubraaakkkk… wkwkwkwkwk… :D
    .-= Love4Live´s last blog ..Tips Cara Membuat Blog WordPress Jadi Mobile-Friendly dengan MobilePress =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    hahahha..aku juga kadang gitu kok mas, terutama kalo di jalan raya…heee

    Reply

  11. Ini namanya bukan Mengalah untuk menang, tapi memang pasrah. orang didholimi kok diem aja, masak nerima aja? Mesti dilawan ketidakwarasan ini.

    Reply

    boyindra Reply:

    yah, kadang memang manusia beragam jenisnya mas

    Reply

  12. Silene is gold..tapi temenmu kebangetan…
    Hal yang terkait dengan kredibilitas harus diperjuangkan mati-matian. Dalam pekerjaan selalu ada teman yang menyikut atau membokong dari belakang, jadi semua harus dilakukan dengan teliti, tercatat dan akurat, sehingga setiap terjadi kesalahan bisa di mitigasi siapa yang bersalah. Apalagi kesalahan yang bersifat administratif dan memungkinkan diperbaiki, terutama masih dalam proses belajar.

    Menurut saya, temanmu yang suka meneng itu akan selalu kalah dalam kompetisi…justru kita harus bisa personal marketing, namun tidak menjelekkan orang lain. Mengakui kesalahan yang bukan kesalahannya akan konyol sekali…
    .-= edratna´s last blog ..Pertemuan di PIM =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    saya gak pernah kontak lagi tapi agaknya dia pasti berakhir jadi ibu rt aja kayaknya

    Reply

  13. related ama century ya bos?

    Reply

    boyindra Reply:

    hayahh..hee..jelas nggakdonk..ini khan kisah nyata…

    Reply

  14. kalau udah soal ketidak adilan sih, di agama mewajibkan kita untuk mengubah dengan tindakan, kalau ndak bisa yah dengan omongan. JAdi malah gak boleh diem tuh mas.
    .-= bukan detikcom´s last blog ..Sehat itu mahal juragan! =-.

    Reply

  15. Hehehe
    asal jangan mengalah trus, kalah trus :)

    Reply

  16. Diam itu cuma meredakan bukan menyelesaikan masalah. kalo mau menyelesaikan ya harus nyemplung sekalian… kalo kagak salah sih :em62:

    Reply

    boyindra Reply:

    basah donk..haaa

    Reply

  17. Saya 100% asli Jawa, meski begitu, nggak akan meneng-menengan, apalagi kalo sampe dituduh yang enggak-enggak. Kalo untuk menghindari keributan tetapi masalahnya sepele sih iya banget, saya pikir [hampir semua] orang Jawa punya ‘bibit’ dalam darahnya untuk berbuat yang sama. :em42:

    Reply

    boyindra Reply:

    yang ini kebablasan ngalahnya

    Reply

  18. itulah pilihan bijak jika memang harus :em69:

    salam hangat

    Reply

  19. kalau memang masih bisa dijelaskan, kenapa tidak ngomong sekalian saja. Kalau dengan berantem dan mearah-marah tapi menjelaskan kejadian kenapa tidak dilakukan?
    Tidak selamanya diam itu benar dan baik

    Reply

  20. mengalah bukan berarti kalah tapi lebih untuk mencari alternatif yang lebih baik
    .-= antokoe´s last blog ..Kuliah Blog di Amprokan Blogger 2010 =-.

    Reply

  21. sepakat banget, om. ada kalanya diam itu emas, tapi kalo bisa menimbulkan dampak negatif, mending yaa diomongkan saja. speak it up, solve the problems. soalnya, kalo seperti itu terus-menerus, bisa2 kita dijadiin korban melulu :|
    .-= Kurotsuchi´s last blog ..Chapter 19 : Wither =-.

    Reply

  22. Hmm…dinamika kerja diluar negeri keras juga yah.. Eh, disini juga banyak kan kejadian kayak gitu, bang?

    Intinya, dalam dunia bisnis, kalau orang sampai tau kita ngalahan orangnya, habislah dimanfaatin, dikambing hitamkan, dll. It’s a hard life out there
    .-= anderson´s last blog ..Kapok (1) =-.

    Reply

  23. Meneng tidak selamanya menang. Makanya dilihat dari kondisi yang ada. Kendati saya orang Jawa, saya pun sering bersikap diam untuk memenangkan (bukan menenangkan) situasi dan bersikap sebaliknya jika memang harus begitu. Ini memang tergantung tiap individunya.

    Reply

  24. mengalah memang bukan pilihan sikap yang menyenangkan, tapi konon itu lebih baik ketimbang masalah ndak klar2. kata2 nenek saya: “wani ngalah luhur wekasane”.
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    betul pak, kadang kita bisa kalah dan diperdayakan secara duniawi tapi secara spiritualitas kita menang karena sudah bisa meredam ego.

    Reply

  25. Koq ya pasrah banget yak, Om? Kalo emang bener mah, ngapain mesti takut? ckckck
    .-= dhodie´s last blog ..30 Fast Facts of Amprokan Blogger 2010 =-.

    Reply

  26. itulah dunia kerja banyak intrik yang kadang tidak fair. apalagi pada saat baru lulus kuliah dan awal kerja atau praktek kerja kagetnya bukan main. layaknya seleksi alam hanya yang kuatlah yang mampu bertahan. sebagian besar dari kita pasti mengalami hal itu. saya juga 100% jawa lho mas. sampai sekarangpun sifat seperti itu (mengalah, meneng) terkadang masih muncul.
    .-= endar´s last blog ..Bekasi Bersih Partisipasi Blogger =-.

    Reply

  27. :em70: :em70:
    malam om
    wah kalau terus mengalah kayak sifatnya blue y…hehehe
    salam hangat dari blue

    p cabar
    .-= dobleh yang malang´s last blog ..Cinta yang memanggil di ujung usia………. =-.

    Reply

  28. Kan beda kultur dan budaya, masa meneng bae, ya jadi korban. Harusnya dia tau, ini Singapore bukan Indonesia. Kalo diam aja ya pasti kebenaran akan berpihak pada yang bisa beragumen. Wah, geram aku liat sifat teman bli boyin waktu training itu. *geleng-geleng kepala gak habis pikir mode on, hehehe…*
    .-= ALRIS´s last blog ..Hiatus atau paranoid behaviour… =-.

    Reply

  29. kalo bisu gimana hayo
    salam kenal mas vietnam
    .-= koplak´s last blog ..kesadaran =-.

    Reply

  30. Setuju. Aku nggak pernah mau mengakui kesalahan kalo difitnah. Di tempat kerja apalagi, kalau sudah gak ada yang namanya kepercayaan, aku mending keluar (tentu saja harus direncanakan dulu, cari pekerjaan baru, dan tetap keluar secara baik2).
    .-= Dewa Bantal´s last blog ..Wajah Indonesiaku Yang Sesungguhnya =-.

    Reply

  31. mengalah untuk menang mantap bos.. dalam kondisi tertentu memang mesti bergitu :)

    Reply

  32. 50 sen … ???

    You got to be kidding …
    Bener-bener itu perlu dikasih pelajaran tuh roommatenya …

    Saya rasa ini masalahnya bukan tentang kehilangan 50 sen
    ini ada “masalah” yang lain nih …
    (maaf saya berfikiran jelek)
    .-= nh18´s last blog ..ELEGANT NARCISM =-.

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>