Semua TKI memang pahlawan devisa

Suatu siang di kantin kantor, kami dari berbagai bangsa ada Indonesia, Philipina, Singapura dan India ngobrol ngobrol ringan sambil makan siang. Ngobrol yang ngalur ngidul dengan bermacam macam topik itu sungguh mengasikkan. Selain untuk menambah wawasan juga pengetahuan baru juga tentang tabiat masing masing negara.

Teman saya yang orang philipina itu bercerita bahwa dia sedang berusaha mencari mobil bekas untuk keperluan mobilitasnya, bahkan menurut ceritanya, karena saking ngilernya dengan type mobil tertentu, dia rela meminjam uang kepada teman temannya sesama komunitinya (sesama philipino maksudnya) agar tercapai cita citanya memiliki jenis mobil tersebut.

Lain lagi dengan yang India, dia berencana untuk mengajak kakak iparnya dan anggota saudara yang lain untuk hijrah ke kamboja dalam rangka mendirikan restaurant masakan India yang dinilai belum cukup banyak itu. Saya sempet kasi masukan karena saya lebih lama tinggal di kamboja sini, bahwa banyak resto masakan India yang sudah bangkrut karena kenyataanya mana ada masakan India yang murah? dan sang teman ini cuman angguk angguk aja.

Nah kalo yang orang Singapore ini sedikit beda, karena boss, dia ingin menyalurkan hobbynya dengan membeli motor trail untuk hobby barunya yang tercipta dengan tiba tiba. kok tiba tiba? ya iyalah, kalo di Singapore mana ada duit main yang beginian, nah karena disini dirasa mampu, makanya terciptalah hobby dadakan itu.

Nah yang terakhir kita orang Indonesia ada dua orang, yang satu kemana mana masih naik ojek atau taxi sedangkan saya cukup membeli sepeda motor yang dimana pada waktu itu juga sepeda motor bekas , ada seorang teman yang kepepet sekali perlu uang dan menjualnya dengan harga jauh dari harga pasaran. Pikir pikir merawat motor jauh lebih murah dibanding merawat mobil dan lebih irit dibanding naik ojek secara keseluruhan.

Percakapan diatas memang percakapan sebagian kecil kelompok saja, tetapi kalo di generalisasikan sesuai kebangsaannya, kebanyakan orang Indonesia yang bekerja sementara disini memang hidup yang paling sederhana. Alasanya sudah pasti karena masing masing memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menabung dan membawa tabungannya ke daerah/ kampung masing masing. Hal ini tentunya agak sedikit berbeda dengan orang Indonesia yang memutuskan tinggal lama atau yang hidup dengan punya usaha disini. Kalo yang itu malah saya tidak tahu.

Sewaktu bekerja di Singapura negara mana yang staffnya suka overtime buat tambahan gaji, fakta yang saya lihat orang Indo. Dan sewaktu di pelayaran, banyak teman teman yang hanya mengalokasikan sebagian gajinya hanya membeli kartu telepon. Buat telpon orang tua di kampung. Sementara pekerja yang lain banyak menghabiskan gajinya dengan membeli baju/fashion, stereo set, dsb. Malah sesama orang Indo kita malah saling pamer dan lomba berapa banyak kita bisa ngirit dan bawa uang pulang, karena kontrak pulangnya kadang bersamaan.

Makanya dengan mayoritas sifat pekerja kita yang seperti itu, hendaknya pemerintah lebih mendukung pekerja indonesia untuk bekerja di luar negeri tentunya dengan perundang undangan yang lebih berpihak kepada pekerja, minimal memberikan rasa aman, karena rasa aman merupakan kebutuhan utama setiap manusia. Mereka para pekerja Indonesia pulang membawa devisa bagi negara.

Terkadang saya kangen juga untuk ngetes mobil dan ngebut di jalan tol, kalo udah gitu biasanya saya suka SKSD sama teman yang punya mobil dan hang out bersamanya tentunya dengan meminta persetujuannya kalo bisa nyetirin mobilnya..haaa…sayangnya disini juga gak ada jalan tol dan sistem jalan disini semuanya serba blok per blok yang jaraknya hanya per 100 meter saja
udah ketemu pengkolan. Mau ngebut dimana?

Leave a comment ?

37 Comments.

  1. Wah.. what an insight! πŸ™‚
    Suka banget sama tulisan ini, Mas.

    Apalagi soal 100M udah ketemu pengkolan itu. Kayak di kompleks rumahku aja.. πŸ™‚

    Reply

    boyindra Reply:

    kapan2 tak download peta phnom penh yah..heee

    Reply

  2. Memang sudah menjadi typikal Indonesia kalau bekerja di luar negeri itu untuk mendapatkan uang yang banyak. Jadi tidak salah kalau mereka menabung untuk pulang ke rumah.
    .-= mandor tempe´s last blog ..Bertemu =-.

    Reply

  3. Kalimat pahlawan devisa itu muncul sejak kapan ya…?

    Menurut wempi sih, gak perlu lah ngarepin pemerintah… entar malah depresi sendiri :em32: . mending dari community aja, lebih tinggi rasa kebersamaannya apalagi dirantau.

    Reply

  4. temen saya juga ada yang pernah kerja di luar, tepatnya di libya. Kondisinya kurang lebih sama. Mereka yang sangat menghargai duit ituh cuma orang Indonesia doank. :em68:
    .-= bukan detikcom´s last blog ..Blog saya ultah pertama! =-.

    Reply

  5. Berarti memang orang Indonesia rajin ya…
    Dan kesempatan kerja di luar negeri adalah untuk menabung…karena pada umumnya gaji lumayan dibanding di negeri sendiri.
    Tulisan yang bagus…
    .-= edratna´s last blog ..Kutunggu engkau di stasiun =-.

    Reply

  6. Hidup TKI…
    (Dan rata2 TKI memang punya tujuan meningkatkan harkat hidupnya, meski kadang dimanfaatkan pihak2 tertentu…)

    Reply

  7. Betul mas, sementara negara kita belum bisa mengakomodasi tenaga kerja dan memberikan upah yang layak, dukung dan lindungi para para pekerja yang bekerja di negara lain adalah sebuah kewajiban buat pemerintah kita.

    Reply

  8. dicoba ajah bos…. dalam jarak segitu akselerasinya berapa dan nabrak kagak wakakaka

    Reply

  9. Ngebut aja di game balapan hehehehehe, makanya naik sepeda, biar bisa ngebut! ^_^
    .-= Bang Aswi´s last blog ..Ruang Kebersamaan yang Hilang =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    bike to work ya bang? setuju!

    Reply

  10. tipikal orang indo: pekerja keras, dan irit *eh* :em42:

    tapi apresiasi terhadap TKI pun masih rendah. mereka menyumbang devisa, tapi perlindungan terhadap mereka masih payah :em41:
    .-= Kurotsuchi´s last blog ..Chapter 15 : An Introduction to Albert =-.

    Reply

  11. Orang Indonesia, seperti halnya kebanyakan Asia Timur Raya lainnya adalah bangsa yang rajin.. πŸ™‚

    Di sini juga demikian, Bung!
    .-= DV´s last blog ..Leo, singa yang mengaum =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    wah berarti gak salah nilai donk…disana juga ya..?

    Reply

    dobleh yang malang Reply:

    :em70: idem dengan om om ku ini
    salam hangat dari blue
    p cabar
    .-= dobleh yang malang´s last blog ..Perjodohan langit =-.

    Reply

  12. Sebenarnya setiap negara hampir pasti punya ;pahlawan devisanya’ masing2 karena tidak ada satu negarapun yang warganya tidak ada satupun warganya yang bekerja di luar negeri. Hanya saja kualitasnya berbeda2. Jikalau negara2 barat kebanyakan adalah “mengekspor” tenaga2 kerja yang penuh dengan skill (jadi ingat TV Al-Jazeera yang berbahasa Inggris di mana yang bekerja kebanyakan adalah warga negara Inggris, contohnya) sedangkan negara kita kebanyakan (nggak semua lho) kebanyakan “mengekspor” tenaga-tenaga untuk pekerjaan domestik. Kalau kita dapat bekerja rajin, ya syukurlah, berarti modal awal sudah ada. Hanya saja mudah2an negeri kita ke depannya dapat mengekspor tenaga kerja yang penuh dengan skill lebih banyak lagi…
    .-= Yari NK´s last blog ..Innumerate Hands On These Distance Signs? =-.

    Reply

  13. bersedia meninggalkan tanah kelahiran demi memperjuangkan nasib itu sebuah langkah yang layak diapresiasi, mas boyin. tak ada alasan apa pun bagi kita semua, khususnya pemerintah, utk tdak memosisikan para TKI sbg pahlawan devisa.
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua =-.

    Reply

  14. Nanti pas pulang ke Indonesia pasti bisa ngebut mas, tapi ya tetep harus waspada karena bisa membayakan jiwa.
    Mari berlomba mengumpulkan uang utk bekal mudik :).

    Reply

  15. Saya baru saja berkunjung kemari, tapi melihat topiknya unik sekali, perjalanan seorang expat Indonesia.

    Soal rencana orang India di atas, jadi inget, kemarin JJS sama istri sambil pilih-pilih mau makan dimana. Sempat mau pilih resto India, tapi ngga jadi karena kebayang harganya.
    Akhirnya pilih resto lokal sajah. πŸ˜€
    .-= Dhany´s last blog ..Official: Bagaimana Google Menilai Tweet? =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    disini juga mahal..makanya gampang bangkrut…

    Reply

  16. Penghasil devisa buat negara, tapi apresiasi dan perlindungan buat tki dari negara cuma semenjana alias ala kadarnya. Kalau kasus yang menimpa tki sudah meledak baru pemerintah sok peduli, weks…
    .-= ALRIS´s last blog ..Bakureh di Negeri Dhewe, Foya-Foya di Negeri Orang =-.

    Reply

  17. mas TKI juga ngak? :mrgreen: hehehe
    btw betul kata pak Yari, diliat dari kompetensinya…

    saya dengar malah philipina paling banyak mengekspor suster karena kemampuan englishnya… πŸ˜€
    coba Indonesia pasti akan lebih bermartabat lagi TKI kalo punya kelebihan πŸ™‚
    .-= aRuL´s last blog ..Hikayat Siti Mariah =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    yang jelas saya berbahasa indonesia..heee

    Reply

  18. salut buat orang indonesia deh. tidak gengsi-gengsian, rajin menabung, dan sayang orang tua hehehe.
    kita berarti sesama pengendara motor mas. saya juga pernah beli mobil, ampun deh perawatan dan bensinnya. akhirnya kembali naik motor lagi. lagi pula tidak ada kewajiban untuk naik mobil kalau kerja.
    .-= endar´s last blog ..Huawei E 1550 on Ubuntu 8.10 (failed) =-.

    Reply

  19. Setuju. Paling tidak jangan sampai TKI ini mengalami kekerasan dari majikannya.
    .-= Edi Psw´s last blog ..Toko Komputer Yang Pas dan Pasti Puas =-.

    Reply

  20. Saya mau juga jadi TKI, biar ngerasain jalan-jalan ke luar negeri… :em41:

    Reply

  21. Have a nice day, undangan penuh kebahagiaan di hari yang ke-56 Ayah tercinta, salam D3pd πŸ˜€ :em56:
    .-= D3pd´s last blog ..56 Untuk Ayahnya D3pd… =-.

    Reply

  22. hidup buruh migrant…sambil melirik website bnp2tki yg lagi error…serta melirik masih rancunya peraturan ttg buruh migran apakah dibawah kendali BNP2TKI atau Depnakertrans :em47:
    .-= thimbu´s last blog ..Jaman Sekolah Dulu =-.

    Reply

  23. Kunjungan senyum dan sapaan dipagi hari, salam sejahtera untuk sehabat tersayang…

    Reply

    boyindra Reply:

    terima kasih

    Reply

  24. di sana kan masih banyak padang pasir….eh gak nyambung ya Paris Dakar ke sana?? :em68:
    .-= kucingkeren´s last blog ..Pattaya =-.

    Reply

  25. Selamat pagi….senyuman dan kebahagiaan selalu ada untuk kita semua, chayoo ^_^…V

    Reply

  26. MAs Boy …
    ini boleh dikata sebagai …
    Looking from the other side …
    Kita biasanya melihat TKI dari Luarnya saja

    Sementara Mas Boy … melihat dari dalam … dari sisi yang lain … dari sisi Mereka

    Very Nice Mas
    Maju Terus Pejuang Devisa
    .-= nh18´s last blog ..ELEGANT NARCISM =-.

    Reply

  27. salut buat orang indonesia deh. tidak gengsi-gengsian, rajin menabung, dan sayang orang tua hehehe.
    kita berarti sesama pengendara motor mas. saya juga pernah beli mobil, ampun deh perawatan dan bensinnya. akhirnya kembali naik motor lagi. lagi pula tidak ada kewajiban untuk naik mobil kalau kerja.
    .-= endarΒ΄s last blog ..Huawei E 1550 on Ubuntu 8.10 (failed) =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    padahal mobil disini lebih murah dari di indo..kadang ngiler juga sih liatnya. tapi kaena saya gak bisa bahasa sini, males jadinya takut di rip off..heee

    Reply

  28. ok mas..
    mkasih informasinya
    bermanfaat.
    salam kenal

    Reply

    Boyin Reply:

    @sutopo, sam sama

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>