Burj Khalifa dan utang yang kebablasan

burj khalifa1Kemarin pagi seperti biasa nonton CNN, saya melihat maraknya liputan tentang peresmian gedung tertinggi didunia yang dinamai Burj Khalifa/dubai setinggi 828 meter! ck..ck..gila itu building tinggi banget bahkan katanya 2 kali tinggi empire state building di New york sana. 300 meter lebih tinggi dari menara 101 nya Taipei yang notabene tingginya juga melebihi menara petronas.

Saya lebih geleng geleng lagi ngelihatnya apalagi setelah tau november kemarin dubai gak bisa bayar hutangnya yang $60 milliar itu, bahkan saudara perserikatannya yaitu Abu Dhabi hanya bisa bantu $10 milliar saja.

Istri saya tanya, kalo orang utang mobil dan gak bisa bayar tentunya orang itu akan over kredit ke orang lain atau mobilnya di ambil pihak bank tentunya dengan uang mukanya yang hangus. Tapi kalo kota/negara gimana jadinya yah?

Walau saya bukan ahli ekonomi tapi seperti yang kita tahu dengan negara kita, gara gara utang, pemberi utang akan mengobrak abrik kebijakan ekonomi, politik dan sosial kita. Sampai pada ranah hukum sekalipun. Nah kayaknya nih ini akan terjadi juga dengan dubai.

Bulan february tahun yang lalu saja dubai sudah ditinggal oleh expatriate yang bekerja disana. Lebih dari 3000 mobil ditinggal begitu saja di bandara. Makanya kalo anda mau mobil gratis datang aja ke dubai, kunci ama surat suratnya ditinggal didalam mobil tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa klik link ini

Ternyata bahaya utang bukan saja tidak ditakuti para pengusaha pengusaha kelas kakap tetapi juga oleh sebagian masyarakat diseluruh dunia. Karena dengan berhutang, kita merasa hidup lebih layak. Foto dibawah ini adalah foto motor anak buah di parkiran hotel.

P050110_13.37_[01]

Kalo di Indo dengan slip gajinya sebenarnya dia bisa saja membeli motor bebek baru ataupun matic tetapi tidak terjadi disini (di Kamboja) dimana bank masih menaruh sangat sedikit kepercayaan kepada masyarakatnya untuk mengucurkan kredit.

Kadangkala saya juga kasian lihat mereka. Jika ingin mendapatkan sebuah motor baru tentunya dengan menyisihkan tabungan, mereka akan bisa membelinya setelah 3 tahun menabung. Wah lama amat yak? bandingan kalo di Indo kita bisa membelinya dalam waktu kurang dari 3 hari proses kredit dan tinggal dicicil aja selama 3 tahun pula beserta bunga dengan jumlah yang sama.

Berarti kredit itu memudahkan tetapi juga bisa menyulitkan. Teringat kata kata bang Rhoma yang terkenal.

Pokoknya segalanya jangan pake kata “Ter la lu” hee….

Leave a comment ?

32 Comments.

  1. Motor super cup itu disini masih mahal sekitar $300 – $400 an, untuk beli yang beginian saja kalo nabung $40 sebulan saja, jadi kudu sabar selama 10 bulan.

    Reply

  2. Dubai memang menyedihkan…
    Benar katamu, mobil gratis bisa di dapat sekaligus kunci dan surat2nya.. dari Majalah Tempo yang kubaca bebebrapa bulan lalu, para ekspatriat yang ngga ada kerjaan lagi akhirnya menaruh begitu saja mobil di bandara Dubai…

    Di sini harga motor nyaris sama dengan mobil (even more expensive) karena kebanyakan motor ber – CC besar…
    .-= DV´s last blog ..Livetweeting? Pentingkah? Mudahkah? =-.

    Reply

  3. kalo di sini cuma kentut aja yang gratis selebihnya bayar.
    sampai2 perumpamaan ‘lihat boleh pegang jangan’ sekarang sudah di ganti sama ‘lihat boleh pegang bayar’ :em20:
    .-= Wempi´s last blog ..Commonwealth Bank =-.

    Reply

  4. Kok nggak ada helm satupun yg menggelantung di motor itu ya Mas…

    Kalau di Indonesia bisa buat obyekan Pak Polisi tuch…
    .-= marsudiyanto´s last blog ..T2074N =-.

    Reply

    boyin Reply:

    disini juga baru digalakkan wajib helm pak..heee..menyedihkan yah

    Reply

  5. Itulah…. mungkin karena Dubai (Uni Emirat Arab) terlalu tergantung dari negara2 barat, baik sebagai konsumennya, investornya ataupun teknologinya. Sehingga ketika negara2 barat tersebut kena krisis maka tak terhindarkan lagi, Dubai juga so pasti akan terkena atau kecipratan juga krisisnya.

    Sebaliknya negara kita, yang kali ini boleh dikatakan selamat dari krisis kali ini, juga jangan membusungkan dada dulu. Selamat dari krisis kali ini, belum tentu merupakan prestasi penuh kita walaupun tentu saja hal tersebut sangat melegakan kita. Krisis kali ini kita bisa selamat karena kita relatif lebih sedikit ‘berurusan’ dengan negara2 yang terkena krisis dibandingkan negara2 tetangga kita. Yang penting adalah kita tetap waspada, meningkatkan SDM dan meminimalisasi atau kalau perlu menghilangkan praktek2 pungutan liar yang membebankan ongkos produksi, itulah tetap langkah awal yang paling utama yang tetap harus paling diperhatikan…. Itu menurut akyu loh… huhuehue…. :em46:
    .-= Yari NK´s last blog ..Burj Dubai Is Erected. Jakarta Tower, Hello?? =-.

    Reply

    boyin Reply:

    terbukti model kapitalisme memang gagal dan tidak tahan serangan krisis

    Reply

  6. memang ngak bisa dipercaya…

    Reply

  7. kesenjangan sosialnya sedikit lebih parah dari Indonesia yah..
    kita patut bersyukur dan terus berbenah diri.

    Reply

    boyindra Reply:

    ya betul harus bersyukur…mana ada motor gituan di indo..

    Reply

  8. Kadang aq merasa pesimis dengan “rekor” yang di pegang Indonesia dalam urusan utang piutang. Ternyata diatas langit masih ada langit juga :em58: . Indonesia jago utang tapi ada yang sampai ngemplang seperti Dubai.Enaknya hidup di Indonesia
    .-= Sugeng´s last blog ..Refleksi Setahun Modemku, Mengantarkan Kedunia Tanpa Batas =-.

    Reply

    boyin Reply:

    kdang pejabat kita ngomong apa susah orang untuk percaya, tapi setelah mengalamainya sendiri baru kita ingat bahwa banyak negara yang lebih ancur dari kita

    Reply

  9. Memang, segala sesuatu harus dipertimbangkan masak-masak. Sebuah negara, jika berhutang harus memperhatikan Debt Service Ratio nya, berapa maksimal boleh berhutang, dan akan membayarnya dari mana.
    Begitu juga jika kita ingin mendapatkan pinjaman dari Bank, paling aman jika angsuran tiap bulan tak melebihi 30 persen dari pendapatan kita. Justru karena ini, terkadang yang membedakan persepsi konsumen dan Bank…bukankah Bank juga menyalurkan dana yang berasal dari para penyimpan, dan bukan uang Bank itu sendiri?

    Burj Dubai, memang diharapkan mendapat cash flow dari orang kaya yang senang berbelanja, serta konsumen tingkat atas. Adanya krisis global, yang tentu saja mengenai segmen konsumen ini, membuat Mal tsb jadi sepi…tahukah mengapa Mal di Indonesia tetap ramai? karena krisis, orang Indonesia banyak yang mengurangi belanja ke LN, dan cukup berbelanja di Mal di Jakarta, yang mutu barangnya tak kalah dibanding luar negeri. Bahkan saya pernah ke Singapura, harga barangnya lebih mahal…dibanding mal di Jakarta, untuk barang dan merek sama.
    .-= edratna´s last blog ..Duhh…macet dimana-mana….. =-.

    Reply

  10. main ke rumah blue juga gratis banget bang…heheh
    salam hangat dari blue :em70: :em70: :em70: :em70: :em34: :em34: :em34: :em34:
    .-= dobleh yang malang´s last blog ..Ketika blue jatuh cinta II =-.

    Reply

  11. Itu gedung emang ndak karu2an tingginya, horror.. Tapi, ternyata hasil ngutang… hmmm
    Wah, ternyata di Kamboja seperti itu, harus nabung baru bisa beli motor..
    .-= Ongki´s last blog ..TELKOMSELpoin – Tukarkan poinnya, dapatkan hadiahnya =-.

    Reply

    boyin Reply:

    kalo dah liat motor butut gini baru ngrasa..”indahnya kredit”heee…

    Reply

  12. make lagunya bang rhoma juga, “gali lobang tutup lobang…”
    .-= hanif IM´s last blog ..Cek Backlinkmu =-.

    Reply

  13. saya kira risiko pembangunan yang dibiayai dengan kredit akan berdampak sistemik *jiakaka … kok jadi seperti bank century* memang benar, mas boyin, resiko negara yang berposisi tawar rendah dalam soal hutang akan gampang dipermainkan negara2 kreditor.
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Pelarangan Buku dan Tragedi Pencerdasan Bangsa =-.

    Reply

    boyin Reply:

    setuju..systemik banget dah pokoknya…haaa

    Reply

  14. :em62: Liat motornya persis kayak motor bebek honda tahun 70-an. *ups..iklan* Teman saya lagi ngerjain tower telekomunikasi di Kamboja. mas. Gali lobang pondasi aja mesti pake alat berat, padahal tanahnya tanah merah biasa yang di Indonesia batu cadas aja digali pake manual alias tenaga manusia.
    .-= ALRIS´s last blog ..GAYA ORANG INGGRIS DAN ITALIA DI DALAM LAPANGAN =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    sekarang banyak sekal orang indonesiayang kesini berlatar belakang telekomunikasi dan internet..karena lagi booming disini

    Reply

  15. setiap bangsa memiliki masalah ekonomi sendiri2..
    btw motor honda tahun 90 kok masih mulus tuh :em32:
    .-= annosmile´s last blog ..Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    yang tahun 70an juga masih mulus khan?

    Reply

  16. semua tergantung “kebijakan” negara bos

    Reply

  17. ikut2an menyitir bang rhoma…
    di sini budaya yang sekarang marak adalah:
    gali gali gali gali lobang…
    gali lobang tutup lobang, pinjam uang bayar hutang…
    :em32:
    .-= Andy MSE´s last blog ..Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    pas gajian semuanya numpang lewat..

    Reply

  18. dubai hutang tanpa pertimbangan matang, masak hutang untuk bikin gedung menakjubkan yang manfaatnya tidak besar. apakah memang akan dibuat boneka oleh negara pemberi hutang? hanya mereka yang tahu.
    kalau di sini nggak kredit ya nggak bakalan punya apa2, maka dari itu kreditlah seperlunya.
    .-= endar´s last blog ..Blog Dofollow =-.

    Reply

    boyindra Reply:

    salah satu rencana negara2 barat untuk menguasai negara arab

    Reply

  19. Wah, saya jadi kesindir nih secara motor belum LUNAS hehehehe…..

    Reply

  20. teringat petuah para pepunden dan pinisepuh…
    “ojo nggege mongso… sak dermo sak madyo…”

    Reply

  21. Saya tidak sanggup membayangkan tingginya menara itu …
    itu satu …
    kedua … saya juga tidak sanggup membayangkan … apakah saya bisa bertahan nongkrong dilantai-lantai paling atas gedung itu …
    hehehe … (membayangkan saja saya sudah bergidik …)

    Mengenai hutang ?
    HHmmm … heran juga ya … ini negara katanya kaya kok bisa berhutang …juga ya
    dan satu lagi … itu mobil ditinggal ???
    Aaarrrggghh …

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..RITUAL PAGI =-.

    Reply

  22. Sebenarnya di Indonesia juga kelewat gampang mas.
    Karena sekarang cicilan motor 500rb doang sebulan, motor jd semakin banyak. Tp akibatnya ya jadi kayak ga ada harganya lagi, motor jg jadi murah. Udah gitu anak2 sekarang banyak pake motor, pdhl secara mental mereka mungkin belum siap utk bawa motor. Banyak kecelakaan, kenakalan remaja dan geng motor karena motor semakin murah.

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>