Monthly Archives: January 2010

Emang bisa nglihat dari mukanya?

blackjack-tableSejak berkecimpung di dunia per kasino an, baik dari sekala public floor atau tempat judi umum sampai VIP floor, ada hal yang saya pelajari dan sampai sekarang belum bisa adalah menentukan karateristik muka penjudi itu biasanya kayak apa sih.

Karena seringnya pindah kerja dan profesi juga, saya sering berkumpul dengan macam macam latar belakang. Misalnya, sewaktu baru lulus kuliah dan ingin bergabung dengan perusahaan kapal pesiar, kami diharuskan mencari sertifikat pelaut tingkat dasar dan mengikuti pelatihannya 6 hari di akademi ilmu pelayaran di bilangan jakarta utara sana. Suatu waktu seorang bapak bapak tua yang sudah bersertifikat “master”menunjuk salah seorang laki laki kurus dan berkata kepada saya “noh itu noh, pelaut senior tuh! liat aja (maaf) pantatnya. kalo yang gitu modelnya, tu orang kebanyakan di laut.” kata beliau dengan logat betawinya sambil menghisap rokoknya dalam dalam.

Mungkin maksud pak tua itu adalah bahwa pemuda itu pantatnya tipis dikarenakan kebanyakan “jajan” di luar menurut versinya. Ah, apa iya begitu? batin saya.

Mungkin diantara para blogger juga mempunyai pengalaman yang sama mengenai bentuk tubuh atau muka manusia dilihat dari bentuk/ jenis pekerjaannya. Ada yang melihat dari dengkulnya, gaya jalannya, dan lain sebagainya. Ada juga yang suka bikin joke, “muka lu tu muka orang susah” atau kalo di jawa ada yang bilang “kalo aku iki mas balunge balung sugih” alias bakat kaya gak mungkin soro atau menderita.

Asmirandah1Saya termasuk yang tidak percaya dengan yang beginian dikarenakan pengalaman dari pekerjaan saya sendiri sekarang dimana dari kakek kakek kumel, ibu ibu gendut sampai wanita muda mirip Luna Maya saja bermain casino disini. Kenapa jadi tertarik menjadi judul postingan dikarenakan pada suatu siang saya menemui gadis imut mirip asmirandah ala cina bermain blackjack sendirian dengan chips yang menumpuk dihadapannya. Agaknya walau bukan big player dilihat dari kualitas chipsnya tapi si imut itu kelihatan hokky dengan memenangkan banyak kartu di meja dealer.

Wah, ternyata mengklasifikasikan atau menilai manusia dari bentuk mukanya termasuk susah yah, ada yang punya rumus jitu?

Ps. Maaf karena company policy, semua orang termasuk pegawai tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam casino. Jadi bayangin aja muka asmirandah main blackjack yah…heeee…khan udah tak sediain gambar meja black jack ama si asmirandah.

Nyata menjadi maya. Maya, akankah menjadi nyata?

Ah ini sich semua orang juga mengalaminya. Saya jadi kepikiran nulis gini gara gara udah lama banget nggak pernah chatting. Entah kenapa sudah 3 bulan ini gak pernah tertarik untuk membuka YM atau skype, rasanya males aja padahal nggak ada yang mau dihindari lho…

Mungkin ini semua karena kesibukan atau kebanyakan informasi, juga fasilitas ini sudah tergantikan dengan yang namanya facebook..heee. Tapi di facebook pun saya juga gak pernah chatting bahkan untuk tertarik untuk mencari tau siapa saja yang lagi online, cukup tau update status teman teman atau mengucapkan selamat ulang tahun saja sudah cukup

Suatu hari datang teman kantor yang kebetulan dipindahkan tugasnya di macau berkunjung. Sewaktu sang teman ini berkunjung, dengan antusiasnya dia memberi kartu namanya yang baru dengan menekankan banyaknya nomor telponnya yang bisa dihubungi, karena sebagai sales, sang teman berkata bahwa kantornya tak hanya di macau tapi juga di hongkong dan mainland cina. Untuk itu dia berkata “kamu punya account skype khan, ayo! add saya jadi kita bisa sering sering berkomunikasi”

Akhirnya sayapun langsung buka account skype dan bermaksud menambahkan namanya, sewaktu proses sedang berlangsung, eh tiba tiba teman lama dari vietnam menyapa, mengucapkan selamat Tahun baru, dan kami pun berbincang bincang. Tak lama teman di indo juga nimbrung kenapa lama nggak online, dan sebagainya, dsb.

Hal yang menarik dari perbincangan ini adalah, ada kalimat selama perbincangan tersebut adalah “kapan kamu main lagi kesini?” atau “kapan kita ketemuan yah?” dan masih banyak kalimat kalimat sejenis sebelumnya.

Hal yang harus diakui adalah teman chatting hampir semua adalah teman nyata yang dimana kami pernah bekerjasama beberapa tahun dan tentunya mempunyai kenangan dari pekerjaan dan pertemanan itu. Nah karena saya seorang yang sering berpindah pindah kerja dari daerah sampai ke negara yang berlainan, jika harus menghadapi pertanyaan seperti ini, pertama tama mungkin cuman basa basi saja, tapi lama lama mikir juga, apakah bisa sewaktu waktu saya bisa mengunjungi mereka satu persatu?

Kalo dari segi biaya kunjungan kayaknya masih bisa diusahakan karena teman teman saya bukan yang jauh jauh banget, seperti misalnya kalo teman lama yang di vietnam tanya kapan bisa kopdar lagi, agaknya naik bis bolak balik dari kamboja hanya perlu biaya kurang dari $100. Kalo teman yang di Singapura, di Jakarta juga sebenarnya bisa aja, tapi fakta membuktikan kalopun kita punya biaya dan waktu walau tidak secara khusus mengunjungi mereka, pada akhirnya kami tidak bisa mencocokan schedule masing masing, akhirnya hanya berakhir ngobrol di telpon di negara atau kota tersebut..hiii..sedih yah.

Akhirnya judul diatas pun dibuat, kalo kita dulu punya teman kantor atau rumah, selain offline mereka juga suka bersua dengan kita secara online. Tapi kalo kenyataanya kita kudu pindah rumah atau kerja yang lumayan jauh, beda kota atau negara, akankah kita bisa bertemu lagi?

Ah, kadang kenyataan tak sesuai harapan. Mungkin hanya Pesta blogger yang bisa..heee

Murahnya Miras di Phnom Penh

wine rackIni pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui saya adalah peminum serta perokok (walau gak banyak), makanya kalo jalan jalan kemana aja hal yang menarik buat saya adalah melihat toko toko yang menjual minuman keras. Ibarat seorang perempuan yang sukanya ke toko tas dan parfume saya senengnya liat jenis jenis minuman keras. Sekedar melihat perkembangannya karena hal ini masih merupakan ruang lingkup pekerjaan sebagai hotelier.

Kalo ngomongin toko wine dan minuman keras, di beberapa negara ASEAN tentunya mempunyai banyak koleksi minuman minuman keras yang beraneka ragam jenisnya, tapi kalo ngomongin harganya, saya yakin Kamboja adalah yang termurah.

Kalo mau dibandingkan Indonesia dan Malaysia sudah tentu negara ini masuk kotak, karena sudah pasti harganya mahal tetapi waktu saya bandingkan dengan Vietnam yang dimana 1US$ nya sampai 19,000 dong alias lebih dari 4 kali lipatnya uang kamboja yang 1US$ hanya 4000 real. Kalo di kurs in juga masih mahal.

Bagaimana dengan Thailand? Pengalaman saya Thailand tidak hanya di Bangkok ataupun di Pattaya harga masih lebih mahal dari di Vietnam. Walau belum mengunjungi Laos dan Myanmar, menurut teman saya distributor wine yang orang prancis, tax disana lebih mahal dari kamboja.

Banyak yang mengatakan sebenarnya tidak ada tax di kamboja hanya uang pungli untuk pejabat pejabat disini saja. Jika berani memasok dengan volume besar, tidak hanya menguntungkan tetapi bisa juga menekan harga jual menjadi lebih murah.

Bagi yang suka minum wine mungkin heran setelah melihat banyak wine prancis yang dijual mulai dari harga $3 (Rp.30.000) saja. Yang laris berkisar dari $4 sampai $6. Demikian pula wine spanyol dan Italy yang cukup populer disini.

Banyak toko yang memang khusus menjual wine ini, koleksinya memang mengaggumkan dari berbagai negara seperti South Africa, Australia, Chille, California, Argentina sampai yang populer tadi italy, spanyol dan Prancis.

wine shelfing cambodia

Mungkin ada yang pernah mendengar banyak orang tua yang suka minum anggur kolesom yang di indo terkenal dengan cap orang tua. Nah minum red wine ternyata bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah stroke. Makanya sering terdengar kabar banyak orang prancis yang jarang sekali terkena stroke karena terbiasa mengkomsumsi red wine ini.

Untuk miras yang lain, relatif tidak banyak perkembangan. Hanya buat penggemar vodka, disini banyak sekali vodka dari Russia yang harganya murah banget sekelas vodka topi miring buatan Indonesia yang sering kena razia itu. Harga berkisar $3 – $6 dengan tulisan Russia yang kita gak ngerti apa artinya..heeee. Variasinya juga banyak ada yang rasa apricot, buah kiwi dan lainnya melengkapi rasa yang sudah ada sebelumnya seperti citrus, rasberry, dll.

Kalo anda bertanya bagaimana miras kamboja dibandingkan dengan harga Duty Free di airport? wow jelas masih lebih murah di kamboja donk, buat saya duty free itu hanya stempel aja, ada yang bilang duty free di Hongkong murah murah ternyata waktu berkunjung kesana nggak juga tuh.

Mungkin kalo dari segi harga, pengalaman saya pernah mendapati yang lebih murah dari kamboja, yaitu di St.Thomas sebuah virgin island kepunyaan Amerika di kepulauan karibia. Itu emang lebih murah, tapi khan jauh banget disana. Lagian itu udah dulu banget, sekarang saya udah nggak tau lagi.

Burj Khalifa dan utang yang kebablasan

burj khalifa1Kemarin pagi seperti biasa nonton CNN, saya melihat maraknya liputan tentang peresmian gedung tertinggi didunia yang dinamai Burj Khalifa/dubai setinggi 828 meter! ck..ck..gila itu building tinggi banget bahkan katanya 2 kali tinggi empire state building di New york sana. 300 meter lebih tinggi dari menara 101 nya Taipei yang notabene tingginya juga melebihi menara petronas.

Saya lebih geleng geleng lagi ngelihatnya apalagi setelah tau november kemarin dubai gak bisa bayar hutangnya yang $60 milliar itu, bahkan saudara perserikatannya yaitu Abu Dhabi hanya bisa bantu $10 milliar saja.

Istri saya tanya, kalo orang utang mobil dan gak bisa bayar tentunya orang itu akan over kredit ke orang lain atau mobilnya di ambil pihak bank tentunya dengan uang mukanya yang hangus. Tapi kalo kota/negara gimana jadinya yah?

Walau saya bukan ahli ekonomi tapi seperti yang kita tahu dengan negara kita, gara gara utang, pemberi utang akan mengobrak abrik kebijakan ekonomi, politik dan sosial kita. Sampai pada ranah hukum sekalipun. Nah kayaknya nih ini akan terjadi juga dengan dubai.

Bulan february tahun yang lalu saja dubai sudah ditinggal oleh expatriate yang bekerja disana. Lebih dari 3000 mobil ditinggal begitu saja di bandara. Makanya kalo anda mau mobil gratis datang aja ke dubai, kunci ama surat suratnya ditinggal didalam mobil tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa klik link ini

Ternyata bahaya utang bukan saja tidak ditakuti para pengusaha pengusaha kelas kakap tetapi juga oleh sebagian masyarakat diseluruh dunia. Karena dengan berhutang, kita merasa hidup lebih layak. Foto dibawah ini adalah foto motor anak buah di parkiran hotel.

P050110_13.37_[01]

Kalo di Indo dengan slip gajinya sebenarnya dia bisa saja membeli motor bebek baru ataupun matic tetapi tidak terjadi disini (di Kamboja) dimana bank masih menaruh sangat sedikit kepercayaan kepada masyarakatnya untuk mengucurkan kredit.

Kadangkala saya juga kasian lihat mereka. Jika ingin mendapatkan sebuah motor baru tentunya dengan menyisihkan tabungan, mereka akan bisa membelinya setelah 3 tahun menabung. Wah lama amat yak? bandingan kalo di Indo kita bisa membelinya dalam waktu kurang dari 3 hari proses kredit dan tinggal dicicil aja selama 3 tahun pula beserta bunga dengan jumlah yang sama.

Berarti kredit itu memudahkan tetapi juga bisa menyulitkan. Teringat kata kata bang Rhoma yang terkenal.

Pokoknya segalanya jangan pake kata “Ter la lu” hee….