Monthly Archives: November 2009

Kemanakah kau sahabat blogger?

Gara gara ketemu dengan pembaca blog ini di pameran indonesia di kamboja minggu kemarin, saya jadi berpikir kalo postingan blog ini perlu ditambah jenis kategorinya.

Makanya kalo dilihat di sidebar sekarang ada penambahan 2 kategori yaitu kategori Vietnam dan Kamboja. Maksudnya sudah tentu jika ada pencari informasi yang melalui search engine ingin tau sedikit sedikit tentang negara kamboja dan vietnam yang akhirnya nyasar di blog ini, bisa melanjutkan dengan cerita lainnya hanya dengan mengklik berdasarkan 2 kategori yang ada di sidebar tersebut.

Akhirnya saya kudu edit semua artikel yang saya tulis yang kira kira masih related ama kamboja atau vietnam. Selesai melakukan pengelompokan berdasarkan kategori ini,  saya kok  tertarik untuk membaca beberapa postingan yang sudah lampau sambil mengenang masa lalu (ciee..melankolis ceritanya).

Setelah membaca baca beberapa postingan dan komen semua sahabat sahabat blogger di postingan terdahulu, saya teringat bahwa selama ini banyak juga para blogger yang  saya lupa alamatnya dan tidak pernah saya kunjungi lagi.

Iseng iseng saya klik alamat mereka dan ternyata memang sebagian besar sudah tidak mengupdate tulisannya, kadang saya malah masih ingat kalo di beberapa postingan mereka yang terakhir itu adalah postingan yang masih saya kunjungi.

Ternyata berhubungan dengan sahabat sahabat dunia maya tetap berkesan di hati ini, malah angan kadang melambung jauh dengan berpikir apa yang sedang mereka lakukan sekarang, terutama para blogger yang topiknya lebih ke umum dan kehidupan sehari hari.

Teringat ucapan seorang guru yang mengatakan “0ld friends pass away, new friends appear. The most important thing is to make it meaningful“ yang menjadi landasan saya berpikir bahwa bagaimana kecilnya kita berhubungan baik secara maya maupun nyata, tetapi tetap akan menjadi bagian dari kehidupan kita yang berarti.

Bagaimana dengan anda, selama blogwalking, apakah ada artinya buat
anda?

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh

Kenapa gak dari dulu

chinese_bookPostingan curhat. Judul diatas memang berbau penyesalan. Memang penyesalan datangnya selalu terlambat…huuu…

Di tempat kerja sekarang, walaupun masih wilayah kamboja, tapi tempat kerja sekarang serasa berada di cina. Maklum Casino kalo di Kamboja ya kebanyakan pemainnya dari cina, malaysia cina atau vietnam. Gak boss gak anak buah, banyak yang pake bahasa cina, walau bahasa profesional karena bekerja di lingkungan multirasial seperti ini tetap pake bahasa inggris, tapi tetep aja keliatan kalo kegiatan informal seperti makan di kantin atau ngerokok banyak yang pake bahasa cina.

Akibatnya terciptalah kelompok kelompok berdasarkan bahasa, yang Indonesia ngumpulnya sesama Indonesia walaupun kalangan minoritas. Yang dari Hongkong ngumpul sesama Hongkis (sebutan orang hokkian), yang India kumpul sesama keling lainnya (item abis sih kulitnya..hee), yang Vietnam juga sama.

Nah yang paling enak ya orang Malaysia, bahasa cina bisa, malay bisa, inggris apalagi. Kelompok ini yang paling enak, bisa menclok kemana mana, selain itu udah mayoritas pula.

Jadi teringat sewaktu SMP, saya punya temen cina kaya yang waktu itu ngajakin kursus privat, gak pake bayar lagi padahal harganya muahal banget untuk ukuran jaman itu. Sang teman ngajakin karena waktu itu dia perlu teman buat nemenin dia. Tapi waktu itu dengan angkuhnya saya mikir, “ngapain belajar bahasa cina?” akhirnya walaupun saya tidak menolak, hanya gak pernah nongol aja ke rumahnya pas jadwalnya kursus.

Setelah melihat kenyataan kalo bahasa cina udah diperlukan dimana mana, bahkan di indonesia banyak villa, property dan hotel yang udah di miliki oleh orang orang cina daratan. Tentunya kalo pendekatannya bisa menggunakan bahasa cina, diharapkan paketnya pun akan berbeda kalo nglamar disana..heee (ngerti khan maksud saya)

Tidak ada kata terlambat! tapi ternyata setelah sekarang terdampar disini, nyari guru privat yang bisa ngajar ternyata susah banget. Karena kebanyakan bisa ngajar tapi pake bahasa cina – kamboja. cari yang bisa cina – inggris susahnya minta ampun. Akhirnya setelah hampir 2 bulan ngubek ngubek tanya sana sini akhirnya dapet juga. Walau harus ngerogoh US$7 per jam untuk si guru, tapi sebandinglah dengan investasi kedepannya. Mudah mudahan 2 tahun lagi bisa kelihatan hasilnya.

Ternyata memang benar bahwa bahasa cina adalah satu dari bahasa tersulit di dunia, dengan mempelajari 4 nada yang berbeda (beda nada beda arti), minggu minggu pertama udah lumayan bikin stress..heee

Ayo buat yang lain, mumpung di Indonesia, bisa cari yang paket murah, kenapa gak dicoba dari sekarang? Ntar nyesel lagi udah baca blog ini terus ngalamin kejadian kayak saya sekarang..heeee

Ps. Kalo mau belajar otodidak bisa di alamat ini

Jambu klutuk tanpa klutuk yang bikin resah

Jambu bangkok tanpa bijiBerita singkat. Yang suka baca koran atau TV mengenai berita internasional pasti udah pada ngikutin kalo saat ini hubungan negara Thailand dengan Kamboja memang lagi runyam.

Belum usai pembakaran kedutaan besar Thailand di kamboja beberapa tahun silam serta ketegangan di perbatasan satu tahun yang lalu gara gara memperebutkan candi yang di klaim milik kedua belah pihak, eh sekarang ada lagi persoalan yang lain yaitu masalah si Thaksin yang diangkat jadi penasehat senior perdana menteri kamboja yang berkuasa.

Buat info aja bagi yang gak tau Mr. Thaksin Shiwanatra (eh gitu ya nulisnya..) adalah mantan perdana menteri yang berkuasa di Thailand. Setelah digulingkan kekuasaannya dan menjadi buron dalam dakwaan korupsi, eh tau taunya malah tambah heboh karena dijadikan penasehat senior oleh Orang nomor satu disini. Di kamboja sini, orang nomor satu bukannya raja tetapi si PM ini, kekuasaannya mirip Suharto pada jamannya. Lebih serem malah tapi saya males mbahasnya.

Sebenarnya bukan politiknya yang saya takutkan, saya jadi terusik gara gara buah favorit saya jambu klutuk bangkok tanpa klutuk lenyap dipasaran, pasti ini gara gara si Thaksin, pikir saya. Ya jelas nuduh, la wong Duta besar masing masing negara aja udah pada saling mudik mungkin hal ini bisa saja berimplikasi dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan masing masing negara.

Ternyata bukan hanya si klutuk yang gak ada, susu fresh milk anak saya juga kosong stoknya, bawang merah segede bola golf asal thailand juga mulai dikit ,gimana mau bikin telor dadar. Maklum kamboja memang belum punya teknologi dan infrastruktur untuk memproduksi dairy produk dan segala macam jenisnya, semuanya import dari negara negara tetangga Asean termasuk Indonesia.

Sekarang tinggal nunggu aja, gimana kelanjutan ceritanya…pufff..mbok ya perang politik gak usah nyamber nyamber ke wilayah ekonomi gitu lho.

Jambu…jambu..kapan kau datang lagi.

Yang itu TV atau Handphone?

Kamboja memang banyak liburnya, baru minggu kemarin libur water festival sampai 5 hari, senin ini masih ada libur juga, maklum dalam setahun kamboja mempunyai 25 hari libur resmi, makanya maap agak jarang posting. Kalo ada yang ingin tahu apaan sih water festival di Kamboja itu, bisa baca postingan saya tahun lalu disini. Nah cerita kali ini terinspirasi gara gara tadi malam ikut menghadiri kondangan pernikahan teman istri orang kamboja sini. Selain belum pernah menghadiri pernikahan a la kamboja, juga penasaran dengan adat dan entertainment mereka.

Pernikahan a la kamboja sekarang dengan a la vietnam ternyata hampir sama, makan disajikan dengan set menu bergaya cina, maksudnya kalo gaya cina itu pasti di mejanya ada “lazy suzan” ditengah tengah meja. lazy suzan adalah meja bundar yang bisa diputar sehingga sewaktu makanan disajikan, para hadirin di meja itu bisa menikmati bergantian dengan memutar meja tersebut untuk mengambil makanan.

Yang berbeda adalah cara penyambutannya. Kalo di vietnam mempelai duduk dipanggung yang sudah disediakan sedangkan di kamboja mereka nungguin di depan gerbang dan aturannya selama menunggu tamu/undangan yang datang mereka bisa bolak balik berganti baju pengantin dengan pakaian khas mereka yang berbeda tentunya selama 12 kali! wuihh..capek bener nikah yak…heee

Perbedaan yang khas adalah di kamboja terkenal dengan acara yaitu “saravan atau Ruongbong” yaitu menari bersama antara pria dan wanita diiringi alunan musik yang riang, mirip pesta orang orang batak jika ada pesta.

poco2 kamboja

Nah ini yang mau saya ceritakan, walau bukan bermaksud mengeneralisasikan semua cowok kamboja, tapi memang pada waktu itu banyak teman istri yang cowok cowoknya pada membawa handphone…heee..pada bingung khan maksud saya?

Saya pun juga sempet ditanya oleh salah seorang yang SKSD (sok kenal sok dekat) sama saya, sambil menunjuk ke istri yang sedang berbincang dengan teman, si SKSD ini bertanya ke saya “maaf, Yang itu yang bersama kamu, TV apa handphone?” terus terang saya nggak ngerti maksud perkataannya, maklum di kamboja saya bukan anak gaul, akhirnya saya cuman cengengesan aja merespon pertanyaannya.

Terakhir setelah tanya ke istri akhirnya saya tahu bahwa yang dimaksud TV itu istri kalo Handphone adalah istri -istrian..haaa..dasar…alasannya adalah kalo TV itu barang yang lumayan lama digantinya kadang malah gak pernah diganti walau sudah rusak dan tv juga bukan barang yang suka ditenteng tapi kalo handphone adalah barang yang kalo lagi model baru suka dibeli, diganti dan di tenteng kemana mana.

Malam itupun cukup banyak “handphone” bertebaran di ballroom tempat acara pernikahan diadakan dan memang jika dibandingkan dengan sang pria, si handphone ini emang cukup “bening bening”, sangat kontras dengan yang “nenteng”.

Sekali lagi maap, bukan bermaksud sekali lagi menggeneralisasi cowok cowok kamboja, tapi kalo di indo biarpun mereka punya banyak “handphone” tapi kayaknya jarang deh sampe ditenteng ke pesta pernikahan.

Apa karena kita lebih munafik? ah, anda sendiri yang tau jawabnya

traditional khmer dress

Ps. Kalo yang ini (foto diatas) semuanya dijamin TV, biar berat bawa tabungnya tapi mesti dibawa..heee