Monthly Archives: October 2009

Berangkat Bojog mulih Lutung

lutungBeberapa bulan ini saya cukup heran jika melihat stat yang masuk banyak bermunculan keyword baru yang mengetik “tips suami ke luar negeri”, “jika suami ke luar negeri”, “kalo suami kerja ke luar negeri” dan alhasil semuanya nyasar ke blog saya.

Bisa dipastikan, ini pasti ulah para istri yang ingin mengantisipasi suami mereka jika mendapatkan kerja di luar negeri. Saya sangat bersyukur kalo banyak istri mendapat faedah dari tips pribadi yang pernah saya jalankan. Tapi mohon maaf pula jika pada akhirnya malah pertengkaranlah yang terjadi gara gara baca tips dari blog ini. Ya maap..heee

Kebetulan juga hari ini saya lagi berbincang dengan sesama teman seperantauan (sama sama dari Indonesia gitu) , sang teman ini mengeluh kan waktu gajian yang dirasa lama…heee..padahal dalam 1 bulan itu selalu berkisar antara 30 atau 31 hari. Gak pernah saya alami 1 bulan itu 40 hari misalnya.

Kenapa bokek? begitulah kira kira pertanyaan yang saya lontarkan waktu itu. Sang teman ini berkisah banyak pengeluaran yang harus di keluarkan, ke bar lah, cari wanitalah, dan lain lain

Oalaa gitu toh ceritanya, saya males komentar, cuman geleng geleng dan manggut manggut aja (habis geleng geleng trus manggut manggut gitu bukan geleng geleng sambil manggut). Ternyata bukan cuman 1 orang aja, tetapi teman Indonesia yang lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ini hampir sama dengan cerita saya mengenai gaya hidup disini.

Secara teori, setiap orang yang bekerja di Luar Negeri pasti mendapatkan gaji yang lebih banyak, bisa bervariasi antara 1.5 – 3 kali (artinya 50% – 300% lebih tinggi) dari di dalam negeri dengan posisi yang sama, Kalo nggak ya mana mau pindah donk. Jika rata rata kalo di Indo gaji itu kurang dan harus pinjam ama credit card, misalnya nombokin 20% dari gaji setiap bulan untuk keperluan lainnya, berarti anda masih punya 30 sampai 270% yang bisa ditabung.

Itu teori bagaimana dengan kenyataannya? kenyataannya anda bisa nabung lebih dari itu. Kok bisa? ya jelas bisa, wong kalo anda menjadi expat anda gak pernah pusing bayar listrik walaupun tiap hari di kamar pake AC, bayar air, tidak ada bayar laundry, transport (tempat kerja – tempat akomodasi anda), makan, bahkan untuk sekelas manager biaya telpon aja di bayarin. Jadi boro boro mikirin genteng bocor, rumah dimakan rayap, mobil ditabrak bajaj, dll wong yang fundamental aja pada gratisan.

Jadi yang gak beres pasti pada teman saya ini, mengapa mendadak jadi menaikkan gaya hidup? biasanya nongkrong di monas bawa nasi rantang bersama keluarga biar gratisan sekarang nge bar atau ke karaoke lengkap dengan pendamping jam jam an, biasa ngopi tubruk di pojokan kantin perusahaan, sekarang nyetok wine mahal taruh di kulkas, dan segala kegiatan rancangan “kreatif” lainnya.

Saya teringat dengan teman seperjuangan dulu di Amrik waktu bujang, setelah 1 kontrak kami pulang ke Indo, sang teman ini gak bawa apa apa, bahkan sekedar oleh olehpun tidak. Semuanya uang habis untuk wanita dan maen judi.

Terbayang kata kata bapaknya sewaktu saya antar ke rumahnya, beliau melihat sang anak tak berubah sedikitpun. Jins tetap sama, baju sampai kacamata yang menggantung di kepala pun masih sama. Sang bapak berkata (dalam bahasa Bali) ” mimi…Berangkat Bojog mulih Lutung”. Saya pun ikut tertawa terbahak bahak.

Artinya adalah “oala…berangkat monyet pulang masih monyet juga” (lebih kurus malah)

Pengamat

Kulihat tabrakan di pengkolan di siang hari
Tak seberapa lama datanglah polisi
Para pengendara itu saling mencaci maki
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Kulihat tatapan mereka yang penuh rasa takut
Teman sekerja saling mendorong dan menyikut
Banyak yang menjadi pendengar dan juga pengecut
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Sang Jenderal melangkahkan kaki di lobby
Kami menyambutnya dengan senang hati
Saat bermain, dia berkata kepada ajudannya “sstt, jangan bilang istri”
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Bukan hanya negara penuh politik
Tempat kerjapun penuh intrik
Membuat semua jadi tergelitik
Merubah keadaan dan melanggar ethic
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Banyak hal yang didapat dari koran
Kadang membuat kita menjadi bosan
Seperti halnya anak kecil tak doyan sayuran
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Oh, indahnya lekukan alam semesta
Menemani hari hariku senantiasa
Banyak orang terlalu sibuk untuk menyadarinya
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Ps. Ehmm…Ini lagi coba coba bikin puisi mengingat masa SD dulu.

Menangani Politik kantor multiracial

Baca judulnya aja udah ngeri yah….sama….saya juga. Lho kalo sama sama ngeri ngapain di bahas? terus terang kalo udah tingkat multirasial antar negara ini kendalanya emang kompleks banget, bisa dari bahasa, agama, kebiasaan mereka, dan hal hal lain yang sangat subjectif seperti warna kulit misalnya.

Sebenarnya saya bukan pakarnya mengungkap hal ini apalagi menjadi sekelas psikolog, tetapi ini berdasarkan pengalaman saja yang sapa tau bisa dipakai bahan referensi bagi yang sedang stress mengalami situasi tingkat tinggi ini.

Cerita atau bahasan ini sebetulnya akan lebih mengkhususkan politik yang terjadi jika ada kubu/grup antar negara di satu perusahaan. Maksudnya jika ada beberapa grup antar negara berbeda, bekerja di negara yang berbeda pula maka ada kecenderungan mereka akan mencari orang orang yang senegara dengan mereka untuk menduduki jabatan tertentu dan menyingkirkan pekerja yang berbeda negara dengan mereka. Biasanya mereka akan mengincar posisi yang strategis yang mungkin sedang anda jabati. Yang akan mereka lakukan biasanya bermacam macam, dengan membuat jabatan baru yang mirip mirip jabatan anda dan mengambil beberapa yang menjadi tanggung jawab anda sebelumnya, atau tidak memperpanjang kontrak kerja anda (yang ini masih halus)

Tidak disalahkan jika anda mengalami stress tingkat tinggi dalam mengalami tekanan seperti ini karena saya juga pernah mengalaminya walaupun bukan dalam kapasitas sebagai Top management. Sebotol vodka atau red wine hanya menjadi sarana pelarian sementara. untuk itu mungkin yang bisa saya sarankan yaitu,

1. Kenali di posisi mana anda sekarang

Tingkat sapuan ombak berbeda beda sesuai dengan jabatan itu sendiri, apakah anda termasuk mid management, up atau top management (sekelas VP) yang sedang ikut dalam genderang perang.

2. Kenali siapa yang bisa diajak kerjasama/dipercaya

Dalam perusahaan besar kayaknya hampir sama dengan negara kecil bahwa kawan atau grup anda adalah orang orang yang mempunyai kepentingan yang sama. Nggak penting dari negara mana mereka berasal. Yang penting kepentingannya.

3. Selalu mempunyai data yang paling valid

Meminjam istilah orang orang terkenal yang saya lupa bukunya bahwa “information is power” nah, mungkin hal ini tentu saja merupakan senjata ampuh untuk membuktikan bahwa grup anda lebih baik dan dipercaya oleh para pemegang saham/owner.

4. Mempunyai inovasi terbaru

Jika dihadapkan oleh satu atau dua kubu besar yang sedang bersaing, sangat di sarankan mempunyai suatu inovasi atau produk terbaru yang harus anda launch secepatnya yang tentunya berhubungan dengan kontribusi revenue di perusahaan anda. Sesuaikan pengeluaran dan estimasi revenue yang akan di dapat. Yakinkan ini akan berhasil, jika tidak maka dapat dipastikan anda yang akan tersingkir.

5. Informasi tidak boleh bocor

Siapa yang mau naik jabatan, produk/kebijakan apa yang akan diluncurkan, siapa yang akan dipecat, dll pastikan informasi ini tidak bocor saat anda belum melakukannya. Dikalangan mid management biasanya grup ini yang jadi penyebar gosip bahkan bumbu bumbu sudah ditambahkan. Cerita A bisa jadi Z..heee

6. Iklaskan akan keputusan terakhir

Ikhlas itu penting. kadangkala semuanya ini diluar kontrol anda maksudnya kalo emang para pemegang saham atau owner gak suka anda apapun alasannya (namanya juga multirasial). Jika anda atau kalo grup anda dibubarkan ya kudu terima dengan lapang dada. Bukankah masih banyak negara lain yang membutuhkan tenaga profesional seperti anda.

Makanya bagi para profesional yang bekerja di luar negeri dengan kendala seperti ini, sangat disarankan untuk memutuskan hidup bebas hutang. Karena jika sudah bekeluarga anda toh harus memastikan biaya kehidupan, sekolah anak dan lain lain terus ngebul walaupun di saat saat anda nganggur. Tabunganlah yang menghidupkan anda selama anda mencari pekerjaan baru kembali.

Sebenarnya dilapangan ada trik trik yang kadangkala lumayan kotor dan bikin mules kalo diceritakan, tetapi saya lebih suka kecenderungan untuk menampilkan performa yang baik untuk menangani politik kantor ini karena tidak saja boss yang suatu saat akan menyadari kemampuan anda dan siapa tau anda akan dipanggil kembali oleh boss anda di company yang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang sudah anda lakukan.

Bukankah Pekerjaan kita adalah Ibadah?

Horee, Udah Setahun!

Wah gak percaya kalo orang kayak saya gini udah ngeblog selama setahun. Berarti bener kata temen, sodara, tetangga, sodaranya tetangga, istri, dan lain lain bilang, kalo saya suka nulis.

Tujuan pembuatan blog ini juga beberapa udah pada tahu kalo saya saking gapteknya mikir kalo ingin punya email yang pake nama sendiri itu kudu beli paket blog yang hostingan sendiri sehingga dapet beberapa email account yang pake nama sendiri kayak yang saya punya sekarang indra@boyindra.com

Dengan punya email pake nama sendiri tentunya lebih keren daripada pake yahoo atau gmail untuk kegiatan melamar kerja menurut saya, karena salah satu hobby saya adalah melamar pekerjaan..heee..becanda deng. Tapi kalo cara saya ini mau dipraktekkan silakan walaupun hasilnya kayaknya nggak signifikan banget, bahkan untuk perusahaan kecil pada takut ngubungi saya dikiranya pasaran saya mahal karena emailnya aja tampak profesional..heee

Belajar ngeblog secara otodidak seperti ini emang repotnya minta ampun karena keluarga, temen, sodara, tetangga, sodaranya tetangga, istri juga nggak ngerti apa itu blog apalagi setahun yang lalu mengupgrade wordpress misalnya tak semudah sekarang.

Saya juga bersyukur kalo ada yang terbantu di beberapa artikel terdahulu yang telah saya buat dan selalu dicari di search engine mbah google hampir setiap harinya seperti ramalan jayabaya, franchise es tebu, tips jalan jalan ke Petronas, tips bisa berbahasa inggris dengan cepat sampai jurus minum bir tanpa mabuk (heran banyak juga keyword yang beginian) yang kebetulan semuanya original dari pengalaman saya (kecuali yang jayabaya).

Saya juga sangat senang waktu beberapa rekan blogger maupun yang bukan, menghubungi saya via japri untuk menanyakan beberapa hal seperti pengalaman bekerja di luar negeri, set up manajemen hotel baru, ngajak bisnis buah naga (dragon fruit) sampai anak kuliahan yang sedang mencari data untuk bahan skripsi di bidang perhotelan.

Akhirnya saya mohon maaf pula jika ada beberapa artikel dan kata kata saya yang tidak berkenan serta mungkin gak bisa serius terus karena keterbatasan pengalaman dan semangat menulis yang kadang naik turun ini. Semoga jalinan tali silaturahmi kita antar sesama blogger untuk menyuarakan pendapat, isi hati, sharing pengalaman tetap selalu terjaga dan bukan “Trend Sesaat”.

Sampai Jumpa lagi

Judul ini jangan diartikan macam macam, berhubung penulisnya males ngasi judul panjang panjang jadilah judul seperti itu.
Minggu kemarin para warga Indonesia di Kamboja di undang acara perpisahannya Bapak Kolonel Suyanto, Atase pertahanan RI untuk kamboja serta memperkenalkan pejabat baru yang menggantikannya.

Dalam acara perpisahan dan perkenalan pejabat baru dihadiri tentu saja oleh bapak Dubes. Sejak merantau di negeri sekecil kamboja dan cukup aktif di berbagai kegiatan yang diselenggarakan KBRI, saya sebetulnya cukup kagum dengan para pejabat pejabat ataupun staff kedutaan yang cukup merakyat dan membumi. Tidak hanya pada kegiatan resmi tetapi juga kegiatan dadakan tak resmi.

Mengenal sosok Kolonel Suyanto ini tidak seperti berhadapan dengan sosok ABRI yang sangar dan pejabat yang full protokoler, beliau sangat santun dan kami bahkan seperti mengenal seorang pejabat sipil biasa. Bertandang ke rumahnya itu biasa, diajak makan, nyanyi karaoke lagu lagu Indonesia terbaru juga bisa padahal program program beliau membuat negara kamboja dan Indonesia mempunyai hubungan yang semakin mesra seperti dengan dibukannya kerjasama pelatihan pasukan elite kamboja oleh koppassus kita secara berkala. Sewaktu hari raya Idul Fitri beberapa minggu yang lalu, pasukan paspamres kita juga tiba untuk mendidik paspamresnya kamboja. Sebagai seorang prajurit mereka sudah biasa tidak memperingati hari raya bersama keluarga, malahan bertugas di negeri seberang, demikian waktu saya tanya dikesempatan yang lalu.

DSC03347

P240909_13.09

Kebetulan dalam acara perpisahan itu kami kedatangan tamu istimewa yaitu mas Bambang Hertadi Mas atau suka dipanggil mas Bambang Paimo. Beliau adalah pengayuh sepeda dan pendaki gunung yang sudah berlanglang buana di belahan dunia ini, dari Asia sampai Amerika Latin. Pada kesempatan bertandang di kamboja ini, mas Imo sedang dalam perjalanan mengarungi 4 negara ASEAN yaitu Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand dengan naik sepeda, beliau juga seorang pendaki dengan mendaki tak kurang dari 56 puncak gunung di kawasan Asia dan Amerika. Sosoknya yang sederhana ini ternyata merupakan pengembara solo (tunggal/sendirian) yang cukup handal.

DSC03366

Untuk itu dua duanya saya ucapkan selamat jalan dan sampai jumpa lagi. Semoga di dunia yang kecil ini kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Berkeringat di dinginnya AC

Untuk para staff, siang itu seperti biasa mereka memakai sweater ada juga yang memakai jaket karena suhu AC yang selalu dingin tetapi tidak demikian untuk Mr. X sebut saja demikian.

Setiap Mr. X berkunjung, penonton selalu ramai menyaksikan, tak lupa saya yang selalu geleng geleng (walaupun dalam hati) dengan jumlah yang dia mainkan. Mimiknya sangat serius beberapa kali mengibas ngibas kertas isian ke mukanya tanda beliau mulai gerah, setelah itu tak lupa beliau menulis di kertas isian setiap transaksi selesai dimainkan untuk perhitungan kedepannya apakah kartu akan berpihak ke “Player” atau “Banker”.

3000 diajukan di meja player, ternyata banker yang menang, 4000 diajukan kalah lagi, 3000 lagi, 5000 lagi, belum cape saya berdiri untuk menemani Mr.X ternyata keberuntungan tidak berpihak pada dirinya siang itu. Bagi yang pernah lihat langsung, yang nonton juga akan lebih tegang dibanding tegangnya anda nonton film James Bond dalam Casino Royale, walaupun tanpa background musik. Bedanya kalo Mr. X menang staff pada berteriak spontan terutama agen asuransi yang bisa mendapatkan komisi, sedangkan kalo beliau kalah suasana mendadak hening.

Akhirnya dengan lunglai beliaupun pulang dengan harapan besok akan lebih baik dari hari kemarin. Hari ini hanya kalah US$30,000 saja pada permainan Baccarat. Lagi lagi saya bergeleng geleng (dalam hati) sambil berucap kasian yah.

“Loh kok kasian? ntar kalo beliau menang terus, gimana caranya perusahaan ini akan menggaji orang orang seperti saya?” heee….ya udah Mr.X saya ucapkan sampai jumpa lagi besok. Saya akan suruh pelayan membuatkan kopi buat anda lebih manis lagi besok.