Emang Amerika saja yang menancapkan pengaruh

pusbudi1Postingan orang awam. Minggu kemarin saya bertandang ke KBRI Phnom Penh untuk menyaksikan pagelaran budaya yang didatangkan oleh penari dari yogyakarta dan merupakan malam kesenian untuk para pelajar bahasa Indonesia di Phnom Penh ini.

Pagelaran yang bertajuk “Pentas tari tradisional oleh realiska hayati dari yogyakarta dan aktualisasi murid bahasa Indonesia pusbudi Nusantara” merupakan malam kesenian dan terbuka untuk seluruh warga Indonesia yang berada di Kamboja.

Sebagai warga yang baik dan kebetulan ada waktu untuk datang ya tentunya tidak akan menyiakan kesempatan ini, apalagi ada jamuan makan malam  gratis..heee

Disana saya cukup terpukau oleh penampilan dari murid murid bahasa Indonesia yang jumlahnya 200an yang notabene warga negara asli kamboja. Mereka menunjukan kepiawaiannya dalam menari tari tradisional Indonesia, Fashion Show pakaian adat Indonesia, sampai baca puisi seperti puisi Ki Hajar Dewantara dan R.A Kartini..wah wah

Karena penasaran, saya dekati teman saya yang kebetulan salah seorang staff di KBRI itu. Beliau mengatakan bahwa setiap tahunnya mereka memberikan beasiswa untuk murid murid bahasa Indonesia untuk belajar ke Indonesia sesuai dengan minat dan bidang studi masing masing di Universitas Universitas negeri terkenal di Indonesia.

Info lainnya yang cukup mengejutkan saya juga bahwa pasukan pengawal president disini juga dilatih oleh para kopassus kita dan untuk tahun ini akan ada kerjasama melatih para tentara disini dengan ilmu beladiri pencak silat Indonesia.

Beliau mengakui jika negara sekelas Indonesia kalo  menancapkan pengaruhnya langsung ke bidang politik dan ekonomi, banyak biaya yang harus di tanggung, maka dari itu melalui pintu sosial budaya (sosbud) adalah langkah yang paling tepat dan keberhasilan itu terbukti dengan kemampuan murid murid bahasa Indonesia ini.

Hasil dari pengaruh inipun terbukti dari pendataan warga negara yang melapor, bahwa tahun 2009 ini warga Indonesia yang bekerja di Kamboja mengalami kenaikan yang signifikan hingga 532 orang dari sewaktu pertama kali saya datang ke negara ini tahun 2007 yang hanya hampir 300an. Mereka banyak yang bekerja di sektor telekomunikasi, farmasi, tekstil, NGO, dan masih banyak lagi. Restoran Indonesia yang dulu hanya 2 sekarang sudah 5 restoran.

Jadi kalo anda masih berpikir bahwa negara kita ini dilecehkan oleh negara lain, jangan percaya begitu saja. Rumor yang beredar juga mengatakan bahwa negara kamboja ini bekerja sama dengan pengusaha Indonesia untuk dibantu dibuatkan National Airlines seperti yang kita miliki dengan Garuda Indonesia Airways. Tahun 2009 ini mereka belum punya National Airlines, padahal Garuda sudah eksis di tahun 60an.

Kalo berminat mencoba kerja disini, saya kasi link untuk lamarannya di sini. Disini keahlian profesional anda di butuhkan atau kunjungi postingan saya sebelumnya di sini untuk link yang lain di vietnam.

Kalo minimal dapatnya 2 kali lipat di Indo, lumayan khan? krisis krisis gini…heee

Tags:,
27 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *