Lepas dari kemelekatan

lekat1Habis berkunjung ke blognya mas DM (Daniel Mahendra) tentang begitu sayangnya dengan laptopnya sampe di peringati 1 tahun kebersamaan dengan laptopnya membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini.

Semuanya berawal sewaktu saya pindah ke Jakarta untuk karir yang baru dengan jabatan manager untuk pertama kalinya. Tidak hanya diri sendiri yang bangga tetapi keluarga besar juga apalagi itu semua diperoleh dengan usia yang masih cukup muda.

1 Bulan bekerja di Jakarta, saya mendapat kiriman dari ayah, dengan tak sabar bungkusan di buka dan saya mendapati sebuah bolpen Montblanc berlapis emas dengan kartu nama ayah yang di baliknya bertuliskan “Congratulation to your career as..”.

Hati begitu gembira, rasanya sayalah yang paling bahagia di tempat kerja waktu itu. Bolpen itu selalu setia menemani hari demi hari dan tanpa disadari selalu memunculkan kreatifitas dan semangat dalam bekerja. Jika punya Hp mahal kayaknya belum sesenang mempunyai bolpen seperti itu. Saya bahkan merasa ada sedikit nyawa ayah saya ada di bolpen itu untuk selalu menyemangati saya agar menjadi manager yang baik.

Suatu ketika sekitar senja, dimana sudah lewat jam kantor, saya masih disibukkan oleh aktifitas di kantor tiba tiba perut merasa sakit dan dengan sedikit tergesa gesa harus pergi ke kamar kecil. Setelah balik dari ruangan kantor pribadi saya yang tidak bercampur dengan rekan kerja yang lain, bolpen itu raib dari meja kerja. Tanya kesana kesini semua staff yang ada disana tidak ada yang mengaku sampai bongkar seluruh kantor hingga membuka komputer untuk access ke kamera cctv(walau bukan nyorot tepat di kantor) tapi tetap nihil.

Kasus saya tutup sampai malam itu, saya tidak mau memperpanjang apalagi sampai memberitahu ke atasan. Dalam perjalanan pulang hati ini sedih sekali seandainya kalo bolpen itu saya beli sendiri mungkin ceritanya akan jauh berbeda, tidak sesedih ini. Keceriaan, semangat dan antusiasme dalam bekerja,semua ada di bolpen itu. Semua partikel partikel itu tertinggal didalamnya. Mendadak tubuh ini begitu lunglai bagai kehilangan sebagian nyawa.

Ditengah kegalauan ini, terdengar suara yang mengatakan kepada saya, bahwa ini semua adalah kemelekatan dan saya harus bangkit untuk melepaskannya.

Tapi kenyataanya tidaklah mudah, malam itu mata ini sulit terpejam, dibantu dengan meditasipun tetap tidak menolong. Bagaimanapun juga saya adalah manusia biasa yang sedang bersedih.

Hari pun berlalu dan sejak itu saya mendapatkan pelajaran untuk menghindari kalo bisa tidak memberi arti terhadap barang apapun. Biarlah benda tetaplah sebuah benda yang bernilai secara nominal.Jadi kalo hilang atau rusak, kalo masih pingin,ya saya akan beli lagi.

Berandai andai jika saja bisa lepas dari semua bentuk kemelekatan itu,mungkin hidup ini akan terasa sangat ringan dan damai.

15
Leave a Reply

avatar
14 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
4nightlifeHuangsuwungwiyonoitempoeti Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
boyin
Guest

maaf teman2, gak sengaja kemarin kotak komentar malah off.

Wempi
Guest

wempi

Wempi
Guest

wempi dulu pernah ngambil tape mobil bokap buat hiburan di tempat kos, baru seminggu tape mobilnya kabur om, hilang…

deviw
Guest

gimana kabar, MasBoy dan keluarga? benar tulisanmu Mas, tidak memberi arti terhadap barang apapun. jadi inget film Monster Inc, ketika si monster memberi nama untuk seorang anak kecil (Boo)yang nyasar ke dunia monster, dia akan menyayanginya. Mungkin memberi arti = memberi nyawa / soul. tetap semangat ya Mas.
.-= deviw´s last blog ..Not Just A “Coffee Break” =-.

ichanx
Guest
ichanx

waduh… Montblanc ilang? (doh)

anderson
Guest

Hmm… tapi sejarahnya itu lho, Bro. Kayak yg Bang Boy bilang, seandainya bolpen itu dibeli sendiri, mungkin cuma rasa kehilangan sesaat. Tapi ini bolpen ada story-nya..

Jadi pada tahap tertentu kemelekatan itu menurut saya wajar ada, asal jangan berlebihan..misalnya: Bang Boy jadi malas2an masuk kantor selagi Montblanc nya belum ketemu…Nah, itu baru ngga bole..heheh
.-= anderson´s last blog ..Kalo Negara Gue Miskin, Emang Kenapa? =-.

endar
Guest

bener juga mas seandainya rasa kemelekatan tidak kita miliki semua akan terasa ringan. tapi beginilah hidup kesedihan dan keceriaan datang silih berganti
.-= endar´s last blog ..LIBURAN di OWABONG =-.

sawali tuhusetya
Guest

hmmm … begitulah kalau kita kehilangan barang kesayangan kita, mas boyin. agaknya memang benar, kita jangan terjebak utk mencintai sesuatu scr berlebihan agar tidak shock kalau kita kehilangan.
.-= sawali tuhusetya´s last blog ..Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres =-.

Juliach
Guest

Aku tak pernah lekat dgn barang karna itu just materials … cuma aku lekat dengan anak-anakku. Takkan ada yg mencurinya, akan kucari sampe ke ujung dunia jika hilang …
.-= Juliach´s last blog ..What is “Mahal is MAHAL”? =-.

itempoeti
Guest

kirain kemarin emang sengaja gak boleh komen…

btw, ada barang tertentu yg tak bisa hanya dinilai nominalnya saja…

nilai2 historis dari sebuah benda bahkan seringkali lebih tinggi dari nilai nominalnya…

bukankah waktu tak pernah surut ke belakang?
.-= itempoeti´s last blog ..Prita Mulyasari Bebas, Setelah Itu??? =-.

wiyono
Guest

lengkap sekali dalam blog ini

suwung
Guest
suwung

kok beda dengan yang jimat ya?
.-= suwung´s last blog ..senin 29 juni 2009 =-.

Huang
Guest

Sesuatu yang kita punyain itu titipan, adakalahnya bersedih, tapi jangan mpe kelewat bersedih. Setidaknya mas boyin udah bisa memaknain nyawa ayahnya akan tetap melekat dalam diri mas boyin.
.-= Huang´s last blog ..Ngeblog Lewat Ponsel =-.

4nightlife
Guest
4nightlife

hmm nice blog and thanks for the valuable infos.