Monthly Archives: June 2009

Diselamatkan Jimat

2bucks1Apakah anda mempunyai Jimat? sesuatu yang anda percayai mempunyai berkah atau sekedar benda yang anda anggap jimat jimatan? Saya punya pengalaman cukup unik dengan jimat saya ini.

Dari dulu sampai sekarang jika tertarik dengan benda tertentu yang unik dan gampang di bawa, saya selalu bilang ke semua orang kalo “ini Jimat gue sekarang.” Lho kok pake sekarang? iya soalnya jimat suka saya ganti kalo udah bosan atau mempunyai barang baru yang lebih unik.

Nah sewaktu bekerja di Vietnam saya mempunyai jimat baru yaitu uang satu lembar pecahan 2 dolar. Karena unik dan langka makanya uang itu selalu ada di dompet saya.Lagi lagi saya ngomong ke orang lain, “ini jimat saya sekarang.”

Suatu hari saya lupa bulannya, sepulang liburan nengok istri di kamboja, saya balik ke Vietnam dengan naik bus. Sudah setengah jalan ke Vietnam, kernet bus bermaksud mengumpulkan passpor para penumpang karena mereka akan membantu kita menulis imigration card yang nantinya kita tanda tangani (lebih enak dari pesawat khan,kalo di pesawat khan kita disuruh nulis sendiri..hee).

Tiba tiba kernet itu menghampiri saya menjelaskan kalo visa saya sudah expired 9 hari yang lalu dan menginformasikan kalo per harinya akan kena denda US$5 dan biaya one entry visa sebesar US$20.

Mendengar penjelasan itu saya cukup kaget juga, soalnya kalo 9 hari artinya sewaktu saya memasuki wilayah kamboja 5 hari lalu, visa saya emang udah expired dan pengunjung gak boleh masuk wilayah kamboja tanpa perpanjangan visa tersebut. Maka dari itu saya menyalahkan pihak bus yang tidak memperpanjang visa saya sewaktu dari vietnam ke kamboja karena kebetulan saya menggunakan jasa perusahaan bus yang sama. Akhirnya pihak bus mengakui kesalahan tersebut dan itu juga merupakan kesalahan pihak imigrasi kamboja yang meloloskan saya begitu saja dan kesepakatan baru,saya cuma diminta membayar perpanjangan one entry visa sebesar US$25 tanpa denda.

Sewaktu merogoh dompet, cukup terkejut bahwa ternyata saya gak bawa uang! total uang di dompet hanya US$18dolar saja, lahh ini mah masalah nih. Saat nelpon istri yang ada malah dimarahin kok gak bawa uang yang cukup. Pikiran saya waktu itu karena di Vietnam selain ada ATMnya, juga karena di Vietnam transaksi tidak memakai US dollar tapi mata uang lokal mereka makanya saya pikir ngapain bawa uang banyak.

Kernet bus ini menyarankan untuk menarik uang ke kasino kasino yang banyak bertebaran di perbatasan/border yang akan kita lewati. wow good idea!

Akhirnya pas penumpang turun untuk istirahat sejenak di border, saya diantar ke salah satu kasino untuk mengambil uang dengan kartu ATM saya. Ternyata tidak cukup mudah, ATM bank yang sangat terkenal di kamboja (sekelas BCA kalo di Indo) ternyata gak ada disana. waduh gawat! para pegawai disana menyarankan untuk cash advance dari kartu kredit.Nah ini masalahnya,saya khan udah mencanangkan hidup bebas hutang sejak 3 tahun yang lalu sehingga semua kartu kredit saya sudah saya tutup.

2 kasino,4 kasino terlewati, semuanya tidak punya ATM untuk mengambil uang tersebut, mesin untuk debit cirrus pun gak ada. Akhirnya saya bilang ke kernet bus untuk pinjam duit ke perusahaan bus itu dulu sekitar US$7 saja, nanti sampai vietnam saya ganti karena mesin ATM untuk bank saya malah ada di sana, malahan deket dengan terminal bus itu. Tapi mereka malah gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak imigrasi.

Akhirnya tibalah itu bus di perbatasan Kamboja.Semua penumpang turun, setelah di cek keseluruhan administrasi,semua penumpang naik lagi ke bus hanya saya saja yang ditahan. Lebih parahnya lagi, bus saya meninggalkan saya menuju perbatasan Vietnam yang berjarak kurang lebih 500 meter dari perbatasan kamboja.Waduh mati aku, mau diapakan nih saya?

Akhirnya saya diminta memperpanjang visa tanpa denda, tapi saya bilang bahwa saya tidak cukup uang untuk memperpanjang karena uang saya hanya US$18 saja. Sewaktu saya buktikan dengan membuka seluruh isi dompet saya, mereka mulai menghitung dan benar uang itu tidak cukup, tapi petugas itu tiba tiba tertarik dari salah satu lembaran yang ada di dompet saya itu. Yah apalagi kalo nggak si 2 dollar itu.

Saya melihat 2 dollar itu dimasukkan ke dompetnya dan sisa uang untuk visa itu tidak dipermasalahkan oleh dia, bahkan saya malah diantar khusus untuk mengejar bus yang telah meninggalkan saya itu.

Sesampai dipintu bus petugas itu tersenyum dan melambaikan tangan tanda selamat jalan kepada saya,padahal kesan pertama tadi cukup menyeramkan.

Oala..jimat jimat, sekarang dikau pindah ke tuanmu yang baru semoga engkau membawa keberuntungan ke tuanmu yang baru.Sedangkan saya? heee..saya masih punya cukup persediaan uang 2 dollar malah saya kasikan satu lembar ke istri.

“Biar beruntung ma…”

Lepas dari kemelekatan

lekat1Habis berkunjung ke blognya mas DM (Daniel Mahendra) tentang begitu sayangnya dengan laptopnya sampe di peringati 1 tahun kebersamaan dengan laptopnya membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini.

Semuanya berawal sewaktu saya pindah ke Jakarta untuk karir yang baru dengan jabatan manager untuk pertama kalinya. Tidak hanya diri sendiri yang bangga tetapi keluarga besar juga apalagi itu semua diperoleh dengan usia yang masih cukup muda.

1 Bulan bekerja di Jakarta, saya mendapat kiriman dari ayah, dengan tak sabar bungkusan di buka dan saya mendapati sebuah bolpen Montblanc berlapis emas dengan kartu nama ayah yang di baliknya bertuliskan “Congratulation to your career as..”.

Hati begitu gembira, rasanya sayalah yang paling bahagia di tempat kerja waktu itu. Bolpen itu selalu setia menemani hari demi hari dan tanpa disadari selalu memunculkan kreatifitas dan semangat dalam bekerja. Jika punya Hp mahal kayaknya belum sesenang mempunyai bolpen seperti itu. Saya bahkan merasa ada sedikit nyawa ayah saya ada di bolpen itu untuk selalu menyemangati saya agar menjadi manager yang baik.

Suatu ketika sekitar senja, dimana sudah lewat jam kantor, saya masih disibukkan oleh aktifitas di kantor tiba tiba perut merasa sakit dan dengan sedikit tergesa gesa harus pergi ke kamar kecil. Setelah balik dari ruangan kantor pribadi saya yang tidak bercampur dengan rekan kerja yang lain, bolpen itu raib dari meja kerja. Tanya kesana kesini semua staff yang ada disana tidak ada yang mengaku sampai bongkar seluruh kantor hingga membuka komputer untuk access ke kamera cctv(walau bukan nyorot tepat di kantor) tapi tetap nihil.

Kasus saya tutup sampai malam itu, saya tidak mau memperpanjang apalagi sampai memberitahu ke atasan. Dalam perjalanan pulang hati ini sedih sekali seandainya kalo bolpen itu saya beli sendiri mungkin ceritanya akan jauh berbeda, tidak sesedih ini. Keceriaan, semangat dan antusiasme dalam bekerja,semua ada di bolpen itu. Semua partikel partikel itu tertinggal didalamnya. Mendadak tubuh ini begitu lunglai bagai kehilangan sebagian nyawa.

Ditengah kegalauan ini, terdengar suara yang mengatakan kepada saya, bahwa ini semua adalah kemelekatan dan saya harus bangkit untuk melepaskannya.

Tapi kenyataanya tidaklah mudah, malam itu mata ini sulit terpejam, dibantu dengan meditasipun tetap tidak menolong. Bagaimanapun juga saya adalah manusia biasa yang sedang bersedih.

Hari pun berlalu dan sejak itu saya mendapatkan pelajaran untuk menghindari kalo bisa tidak memberi arti terhadap barang apapun. Biarlah benda tetaplah sebuah benda yang bernilai secara nominal.Jadi kalo hilang atau rusak, kalo masih pingin,ya saya akan beli lagi.

Berandai andai jika saja bisa lepas dari semua bentuk kemelekatan itu,mungkin hidup ini akan terasa sangat ringan dan damai.

Ketika musim duren tiba

durenMasih ingatkah pada tahun 90an judul ini merupakan judul film yang dibintangi Ongky Alexander yang sangat terkenal dijamannya.Sutradaranya pun kalo gak salah Teguh karya(betul gak sih?).

Tapi judul diatas nggak ada hubunganya dengan judul film yang terkenal itu. Saya cuman mau cerita aja kalo di kamboja sekarang memang lagi musim duren.Dimana mana ada duren, padahal selama ini pasokan duren memang selalu ada karena duren yang tak mengenal musim disuplai dari Thailand.Mirip dengan di Jakarta yang sudah membudidayakan duren yang tak kenal musim dengan teknologi pertanian masa kini.

Tapi untuk duren tradisional, bulan bulan ini memang lagi musimnya sehingga di jalan jalan mereka menjual duren dengan 3 jenis yang dijual terpisah tapi ukuran besarnya sama sama besar dengan duren Thailand. 2 jenis duren itu yaitu dari provinsi kampong charm dan provinsi kompot.

Bagaimana dengan rasanya? Berhubung saya bukan ahli duren kayaknya semua jenis duren ini rasanya hampir sama, mirip duren mentega yang kandungan alkoholnya sedikit sekali dan rasanya yang manis dari permukaan luar sampai dalam. Yang membedakan hanya duren Thailand masih jadi pemenang karena biji nya yang kecil sehingga daging durennya pastinya lebih tebal dari pesaingnya yang lokal.

Yang menggembirakan apalagi, kalo harganya jadi dibanting murah karena memang saat ini duren lagi kelebihan pasokan. Kalo lagi tidak musim 1 kilonya bisa mencapai 8000 real atau Rp.20.000 tetapi kali ini harganya hanya setengahnya sekitar 3500 sampai 4000 real per kilogram.

Saya jadi teringat sewaktu nonton Tv tentang pameran duren di Taman Mini beberapa waktu yang lalu yang menyediakan puluhan jenis duren dari berbagai provinsi di Tanah air. Itu sudah pasti lebih seru!

Chating dengan Tuhan

Buka buka file lama dan saya tertarik dengan cerita yang saya dapat di salah satu milis yang saya lupa juga kapan dapatnya. Berhubung saya tidak tahu siapa yang buat maka dari itu sebelumnya buat yang menciptakan tulisan ini saya ucapkan banyak terimakasih karena sangat membantu mengobarkan semangat disaat saat keterpurukan karena krisis ekonomi ini. Sayang kalo tidak di share untuk sahabat blogger yang belum baca.

BUZZ!!!
TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang- bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya Mengapa harus aku? Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya Mengapa harus aku?.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Perkembangan klasifikasi hotel berbintang

hotelMenyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.

Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.

Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.

Luxury/First Class/ Full Service
– Hyatt
– Westin
– Stouffer
– Ritz Carlton
– Four Season
– Marriott
– Omni
– St. Regis
– Regent
– Mandarin Oriental
– Shangrilla, dll

All Suites
– Embassy Suites
– Lexington Hotel Suites
– Park Suites Hotels
– Residence Inns
– Inn Suites International,dll

Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)
– Hilton
– Holiday Inn
– Radisson
– Ramada
– Quality
– Best Western
– Howard Johnson
– Hotel Ibis
– Mercure
-Novotel,dll

Inns/Motels/Budget
– Days Inns
– Motel 6
– Best Value Inns
– Super 8 Motels, dll

Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.

Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di sini dan sini untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.

Menurut pendapat pribadi saya fenomena “susah ngangkatnya” itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990