Protected by Copyscape

Dam Gio : Pesta memperingati kematian

Haa..asli saya bingung bikin judulnya. Lagi blank nih. Kalo di Indo itu sama saja dengan peringatan 100 hari, atau 1000 hari kematian salah satu keluarga kita, kakek misalnya.

Suatu hari sewaktu saya hendak jalan jalan keluar hotel karena sedang libur, tiba tiba teman baru saya bapak bapak tukang taxi ini memanggil saya di kejauhan. Setelah saya hampiri, dia mengajak saya untuk datang ke rumahnya sekarang juga karena keluarganya sedang memperingati “Dam Gio” atau peringatan Tahunan buat ayahnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.

Setelah saya sampai di rumahnya, saya bingung, lah ini upacara kematian apa ulang tahun makan makan? kok udah banyak orang penuh dengan bir dan makanan serta orang duduk melingkar mirip acara minum ampe mabuk itu.

Tapi teman saya itu sulit menjelaskannya dalam bahasa inggris karena keterbatasannya dalam berbahasa, jadi kami pake body language aja..heee. Saya disuruhnya ke kamar utama disana ada beberapa dupa. 3 dupa di bakar dan diberikan ke saya, dan mirip di film film kungfu, dupa itu di naik turunkan sebanyak 3 kali dan di tancap di tempat dupa yang ada foto almarhum sebagai bentuk penghormatan lah sepertinya.

pestabirMenurut orang orang sana, hanya beberapa keluarga tertentu saja yang merayakannya besar besaran, tergantung dari kemampuan finansial masing masing. Kebetulan teman saya ini termasuk orang berada di desanya, maklum di bawah tempat pesta itu adalah toko tempat distributor beras, minyak goreng dan ikan asin. Untuk ukuran sini udah borju lah, terbukti saat pesta beliau sudah siap dengan belasan box bir (1 box = 24 kaleng) dan 3 kali courses atau makanan yang disajikan dari makanan pembuka, pesta udang ampe kepiting telur.

Saya tidak dapat mengorek tentang tujuan dari pesta ini karena keterbatasan bahasa inggris teman saya ini. Setelah sampai di hotel saya tanya ke anak buah saya dan dikatakan bahwa itu adalah tradisi yang ada disini, dan jika di pesta kan besar besaran setiap tahun nya adalah sebagai perwujudan rasa sukur bahwa sepeninggal almarhum atau mereka menganggapnya sebagai leluhur, orang yang sudah meninggal itu masih memberkati dan memberi berkah ke anak cucu sehingga mereka menikmati hidup yang layak di dunia. Nah makanya dengan rejeki itu mereka mengadakan pesta itu setiap tahun.

Lalu terakhir saya tanya lagi, kalo seandainya yang telah meninggal itu kakek, nenek, ayah, ibu mertua misalnya berarti mereka ngadain pestanya 4 kali dalam setahun donk? mereka jawab iya.

Wah wah, saya kudu banyak teman lokal disini kayaknya, karena bisa tiap minggu saya ikutan party ama minum bir gratis..hahahaha….itung itung mereka ngundang pak camat lah..hiii

57
Leave a Reply

avatar
47 Comment threads
10 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
39 Comment authors
AndroidDeddy Huangdobleh yang malangFuadDaniel Mahendra Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
dobleh yang malang
Guest

:em70: selamat pagi bang
marahan sama blue yah kagak kangen sama blue heheh………………….ampioun dech blue!
salam hangat selalu
semoga menyenangkan malam mingguannya ya :em70: :em70: :em70: :em70: :em70: :em64: :em64: :em64: :em64:

dobleh yang malang’s postingan di blognya..Remember me (VI)

Fuad
Guest

:em52: enak dong makan2, kapan sms oe bro, oe blom makan dh 2 tahun

Fuad’s postingan di blognya..Konsultan SDM ? GW Kapokkk … bener!!??

dobleh yang malang
Guest

selamat :em70: malam boz
kagak kangenkah :em64: abang sama blue heheh…. :em47: :em47: :em47:
salam hangat selalu :em70: :em66: :em34: :em66:

dobleh yang malang’s postingan di blognya..Remember me VIII

Deddy Huang
Guest

Lho.. tradisi orang chinese khan emank gitu… :em63:

Deddy Huang’s postingan di blognya..Goedemorgen, hoe gaat het met je?

hamka
Guest

kok belum update mas????

marsudiyanto
Guest

Kok nggak update Mas…
Sibuk ya?

Android
Guest

artikel yg menarik..