Nyambung lagi edisi jalan jalan Vietnam..heee, kemarin udah saya ceritakan desa nelayan yang deket ama tempat kerja saya dan gurun pasir, maka sekarang saya mau cerita tentang lahan pertanian yang dimanfaatkan mereka selain sawah.
Terus terang kota Phan Thiet atau termasuk dalam wilayah provinsi Binh Thuan tanahnya gak cocok buat sawah, karena rada gersang dan berpasir, maka dari itu pertanian yang cocok disana sampai terkenal dengan hasil pertaniannya yaitu berkebun Buah Naga (Dragon fruit).
Kalau mau pulang ke Saigon atau Ho Chi Minh nama lainnya, kita akan melewati perkebunan rakyat atau yang di kelola oleh perusahaan besar yang menanam Buah Naga ini. Jarak dari kota Phan Thiet hanya sekitar 15 km saja. (pokoknya yang dekat dekat tak publish..hee)

Konon Dragon fruit atau bahasa lokal disini menyebutnya Thanh Long adalah buah yang berasal dari Cina walau ada juga yang menyebutkan berasal dari Meksiko, Amerika Selatan. padahal dulu saya pernah jalan jalan ke Meksiko tapi gak nemu ada orang yang jual ini tuh?. Ada yang buahnya berwarna putih dan juga berwarna merah. Nah kalo yang warna merah tuh saya pernah nonton di indosiar, ada petani di bogor yang menanam juga walau dalam area yang gak begitu besar. Di vietnam sebagian besar hanya menjual yang dagingnya berwarna putih.

Mengenai kasiatnya? katanya sih bisa menurunkan kolesterol dan memperhalus wajah (ayo yang para wanita!) selain itu mengatasi sembelit dan mengobati darah tinggi.
Mengenai harga, sewaktu musim sepi antara bulan May sampai Oktober gitu saya melihat harga di pinggir jalan ditulis besar besar sekitar 10.000 VND (baca. Vietnam dong) atau sekitar Rp.6000 perkilo nya dan saya yakin masih bisa ditawar. Bisa di bandingkan di carefour berapa yah? dulu sih sekitar Rp.25.000an kali.

Teringat dulu sekitar 12 tahun yang lalu, sewaktu jadi tukang bersih bersih kamar di Singapura. Waktu itu saya heran dengan buah ini karena belum pernah lihat sebelumnya, pas saya pegang, auntie auntie (sebutan buat ibu ibu tua disana) teriak kesaya, “Don’t touch that! That’s S$5 expensive fruit!” katanya galak. Busset deh, dalam hati saya heran, masak buah sebiji gini harganya Rp. 35.000 perak (Sin dollar soalnya). Ternyata namanya juga orang hotel, kalo tamu gak mau ya daripada di buang, yah pastinya kita yang makan pada akhirnya heee…akhirnya kenal lah saya dengan buah ini.
Gak nyangka 12 tahun kemudian malah kerja di daerah penghasil buah naga ini dan tiap pagi sarapan ini gratis dicampur pake yogurt..ehhmm sedep bro.
Ps. ngomong ngomong ada yang mau tanam buah gini di indo dalam jumlah besar? saya mau deh yang bantuin cari bibitnya trus tak eksport ke Indo….hahaha…..nyambi nih boyin.
No related posts.
Mas, kami ada rencana kesana(vietnam) dalam tahun ini, mau liat2 kebun naga skalian jalan2, japri ya ke emailku. blog sdh off dulu, soalnya mau fokus di bidang lain skrng hihi. oke deh mas boyin,salam sehat dan sukses disana,oya fbnya koq ga bisa aku kirimin mesej?
Reply
boyindra Reply:
May 24th, 2009 at 11:34 am
masa sih..emang aku jarang buka fb sih..japri lewat email aja yah di indra@boyindra.com
Reply
Pak Boyindra, menarik sekali info ttg buah naganya .Sebaiknya ,pilih yg daging merah untuk sarapan pagi.Disini, beberapa pelanggan buah naga, memakai buah itu untuk terapi kesehatan .Hasilnya luar biasa pak, burung pipit jadi burung garuda. Sayangnya, panen hanya terjadi bulan 11 sampai bulan 3. Diluar itu, harga buah jadi mahal, karena diimport dari luar negeri .Kadang barang kosong . Kalau ada yang ingin bangun kebun buah naga,akan kami dukung sepenuhnya. Pembelinya jelas antri,apalagi kalau posisi kebunnya nya pas di atas garis katulistiwa ,jadi panennya bisa bulan Agustus – Nopember .
Reply
mas kalo divietnam masa panennya bulan apa aja, kalo di batam sepanjang tahun ada aja buahnya.

Reply
boyindra Reply:
December 29th, 2009 at 9:38 am
disana juga sepanjang tahun mas…karena memang tumbuhan ini gak ada musimnya kayaknya.
Reply
Reply