Pemerintah menciptakan PHK untuk insan pariwisata

tax2Semua orang tahu dunia sedang dilanda krisis, begitu banyak yang di PHK jumlahnya bukan lagi ribuan tetapi sudah jutaan, terutama di sektor sektor manufacturer/industry.

Bagaimana dengan sektor pariwisata? ya namanya Indonesia, mana bisa sih kita dapat data benarnya, tetapi kalo di Amerika, menurut U.S Travel Association menyatakan bahwa Travel Industry mempekerjakan 7.7 Juta American (baca: warga negara Amerika) dan menyumbang US$ 115,000,000 pajak ke pemerintah setiap tahunnya. Data didapat bahwa sudah 200,000 orang kehilangan pekerjaan di travel industry ini dan akan bertambah sekitar seperempat juta orang tahun ini.

Banyaknya cancelation dari travel agent dan corporate menyebabkan banyak hotelier (sebutan untuk pegawai hotel) yang di rumahkan.

Hal ini menyebabkan banyak negara melakukan aksi untuk melindungi pekerjanya dari ancaman PHK. Salah satunya adalah di negara tempat saya bekerja sekarang ini. Vietnam.

Per tanggal 1 february lalu pemerintah Vietnam mengirim surat edaran mengumumkan bahwa pemerintah menurunkan penerimaan pajaknya dengan memberikan kebijakan pajak yang semula 10% menjadi 5% untuk hotel dan restaurant. Kami semua pada sibuk karena baru tahu tanggal 6 yang lalu. Pada nglembur buka folio masing masing tamu satu per satu untuk melakukan adjustment rate dan men discount harga yang sudah kelanjur kena 10% tax.

Hal ini tentunya sudah dapat di prediksi bahwa ini merupakan strategi mereka merebut pangsa pasar yang semakin sempit. dengan memperkecil tax, otomatis harga kamar pun akan turun, Travel Agent akan menuntut hotel untuk menurunan harga kamar dari kontrak sebelumnya. dan buntut buntutnya konsumen yang merasakan harga murah tersebut.

Itu baru VAT bagaimana dengan service charge? Saya ingin jelaskan terlebih dahulu bahwa Insan perhotelan di Indonesia di gaji dalam 2 komponen, Gaji Basic dan Service Charge. Nah di Indonesia pada umumnya service charge berkisar 10% untuk hotel dan 5.5% untuk cafe/restaurant dan sejenisnya.

Nah kalo diasumsikan 1 hotel berkaryawan 100 orang dan pendapatan hotel bulan itu adalah $100.000 diluar pajak dan SC maka dari SC nya sendiri akan didapat sekitar $10.000 atau $100 per orang di luar gaji basic. Tentunya perhitungan aslinya tidak sesederhana ini karena ada kebijakan kebijakan lain dalam pengurangan SC seperti loss and breakage, dana untuk training, dan lain sebagainya tergantung colective labour agreement ato KKB (kesepakatan kerja bersama) dari pihak hotel dengan karyawan.

Bagaimana dengan SC di Vietnam? sebelum krisis pun, hotel di vietnam memberlakukan SC hanya 5.5%, ditambah dengan kebijakan pengurangan VAT per february ini maka harga kamar hotel hotel di Vietnam hanya harga kamar + 10.5% VAT & Service, Bandingkan dengan di Indonesia yang harga kamar + 21% TAX & Service.

Untuk Wholesaler atau tour tour operator dunia, tentunya harga kamar di Indonesia bisa jadi akan diprioritaskan kedua setelah negara negara yang dimana menawarkan harga yang lebih kompetitif. Kalo dilihat letak geografisnya, sama sama di Asia, pantainya sama sama bagus, hotelnya? di Indonesia ada hotel chain disini juga ada. Budaya nya khan beda? Kalo berbicara mengenai itu saya pikir sangat relatif, malah di negara lain banyak yang menawarkan wisata sex dan judi/casino.

Sangat wajar jika wholesaler atau tour tour operator dunia itu pun ingin survive, jikalau Bali mempunyai daya tarik yang lebih baik dari Vietnam atau negara ASEAN yang lain, tetapi mereka akan berpikir, wah Bali sementara ini saya jual kalo pasar sudah membaik lah, sementara ini negara ini yang saya jual karena sesuai dengan budget dari client saya.

Kalo sudah begitu anda bisa menebak sendiri khan efek yang terjadi? Jika tidak ada tamu, lalu bagaimana caranya pengusaha membayar gaji para karyawannya? Itu masih karyawan, bagaimana dengan fresh graduate yang lulus kuliah di sekolah pariwisata tahun ini?

Wah..wah, moga moga aja tulisan saya di baca Menbudpar, kalo nggak gini sama saja pemerintah Indonesia secara tidak langsung menciptakan PHK kepada Insan Pariwisata untuk jangka panjang khususnya.

Ini sebagai sharing saja bahwa saya hanyalah seorang insan pariwisata yang perduli terhadap dunianya (dunia pariwisata maksudnya).

Leave a comment ?

36 Comments.

  1. Jasa pariwisata paling terkena dampaknya dalam situasi krisis global sekarang ini.
    Namun beberapa hotel di Indonesia tetap eksis, antara lain bekerjasama dengan instansi yang sering mengadakan pelatihan….seperti Bank, Central Bank mewajibkan 5% dari biaya pegawai untuk pelatihan…dan bagi Bank besar, ini artinya biaya wajib yang sangat besar…dan jika tak memenuhi syarat, harus dikembalikan ke BI.

    Jadi, pandai-pandailah mendekati para lembaga pelatihan, dan rasanya Indonesia tetap rame, kenyataannya, workshop, seminar jalan terus.

    edratna’s postingan di blognya..Secangkir cappuccino

    Reply

  2. phk…phk… i dont like that

    Reply

  3. Mas, koq agak susah ya aku pahami tulisan kali ini,
    merangkak dikit-dikit, dibaca pelan-pelan, tapi masih belum kupahami..
    Oiya, aku prnah magang di Biro Wisata, dah biasanya menurut yg aku lihat bulan 4,5,6,7,8 itu bulan bagus, banyak tamu, selain bulan itu hampir-hampir tidak ada tamu. Tapi aku juga masih blum mengerti mengenai serba-serbi dunia perhotelan, at least tulisan mas sudah membantu mencahayai.

    Reply

    boyindra Reply:

    garis besarnya kompetisi harga kamar disebabkan struktur porsentase pajak antar negara ini yang bisa memicu persaingan dalam merebut lahan yang semakin sedikit itu.

    Reply

  4. :em41: hehe phk, berarti bakal banyak yang ngikuti saya dong. ayo pemerintah bertindak dong…jangan sampai pariwisata indonesia yang baru bergairah menjadi loyo (hehe)

    Fuad’s postingan di blognya..Insiden Busway Transjakarta Harmoni

    Reply

  5. tapii… pajak yg ditanggung industri pariwisata sebetulnya juga ditanggung konsumen kan? sebetulnya, kalau ada otda..harusnya juga ada othot.. (otonomi hotel, maksudnya..) artinya soal harga jg bisa diatur sendiri..toh soal pajak sdh dibebankan ke konsumen.. anyway! :em21:

    kucingkeren’s postingan di blognya..Hari yang Cerah…

    Reply

    boyindra Reply:

    ya karena ditanggung konsumen itu makanya konsumen pasti cari yang lebih murah atau berwisata di negara lainyang sesuai dengan budgetnya.

    Reply

  6. Atau mungkin ada pendapatan dari sektor lain ya?

    Edi Psw’s postingan di blognya..Air Zam-Zam di Bukit Panjalu

    Reply

  7. wah promosi kalo nginep disana pajaknya murah ya? biar berbondong bondong ke vietnam dan nginep di hotelnya mas boy
    terus mas boy ngak jadi mem phk karyawanya… ide jitu (dasar soewoeng suudhon ajah)

    Reply

  8. Semoga dibaca Menbudpar deh, Mas. Biar dijadikan bahan pertimbangan.

    Nadiah Alwi’s postingan di blognya..Proyek Idealis

    Reply

  9. oo.. jadi gitu toh kenapa sekarang bisa muncul banyak PHK..
    ternyata..

    anyway,, meski begitu konsumen pastinya ngerasa lebih baik.. karena pajaknya lebih kecil kan?? 😉

    Billy K.’s postingan di blognya..pencerahan

    Reply

  10. pengin usaha sendiri biar gak kena phk 😀

    hamka’s postingan di blognya..Tips memilih nama domain yang cocok untuk usaha anda

    Reply

  11. Wah kapasitas saya di sini hanya sebagai pelajar yang baik saja,…

    karena masalah pariwisata dan perekonomiannya saya kurang begitu paham sich…

    Salam hangat Bocahbancar yang sedang belajar kehidupan…

    bocahbancar’s postingan di blognya..BEASISWA : S1 S2 S3 RUSIA 2009

    Reply

  12. belum ada rencana untuk pengurangan pajak di Indonesia kayaknya….

    suryaden’s postingan di blognya..jaooouuuiiiiaaanncooook

    Reply

  13. amin, semoga dibaca menbudpar mas :em47:

    syamsu’s postingan di blognya..Promo Domain $1.19 di godaddy lagi

    Reply

  14. di pabrik di pariwisata kena dampak krisis semua pusing deh. kita hanya bisa berdoa semoga menuju ke arah yang lebih baik.

    endar’s postingan di blognya..Kesederhanaan yang perlu saya teladani.

    Reply

  15. phk cm membuat sengsara aja..ino yg bgs om :em34: :em34: :em47: :em47:

    anto84’s postingan di blognya..Software Diary Digital DiaryOne v6

    Reply

  16. selamat menikmati akhier pekannya ya,boz
    semoga ada yang lebih menyenngakan dibandingkan berteman dengan blue di parkiran heheh……..
    salam hangat :em70: :em34: selalu :em64: :em64:

    kezedot’s postingan di blognya..Irisan irisan hati

    Reply

  17. ternyata krisis global menciptakan krisis turunannya….
    ikut prihatin…

    Reply

  18. Semua sektor ada plus minusnya, cuman biasanya yang tampak selalu minusnya dowang…
    Kalau plus biasanya dianggap biasa dan tidak dirasakan.
    Paling nggak terpengaruh krisis adalah matematika, 2+3 tetep 5, tanpa kena pajak tanpa kena potongan, nggak terpengaruh inflasi maupun kebijaksanaan

    marsudiyanto’s postingan di blognya..Target

    Reply

  19. Pasalnya di masa krisis seperti saat ini, terkadang banyak fihak yang tidak mau berkorban. Pengurangan VAT dan service charge memang menjadi jalan yang cukup ampuh untuk meredam efek akibat krisis finansial. Namun tentu hal tersebut bukannya tanpa ‘cost’. ‘Cost’ yang merupakan pil pahit ini harus ditanggung bersama, dari pemerintah, industri pariwisata, serta insan2 yang terlibat dalam industri ini mulai dari direktur hingga pekerja, semua harus belajar menelan pil pahit ini secara proporsional (proporsional berbeda dengan merata), jangan membebankan ‘cost’ ini hanya pada satu fihak. Jikalau semua mau berkorban insha Allah, PHK dapat diminimalisasi. Kita harus belajar bersama menerima pil pahit yang terasa pahitnya dalam jangka pendek namun akan menyehatkan perekonomian suatu bisnis dalam jangka panjang…..

    Yari NK’s postingan di blognya..Setan Plesetan

    Reply

  20. wew, jadi perhotelan juga?
    tadinya saya cuma kepikiran yang paling rawan adalah UKM yang mayoritas produknya ekspor ke negara-negara maju yang sekarang jadi korban krisis… :em27:

    wennyaulia’s postingan di blognya..The Next Zizou, katanya

    Reply

  21. :em70: pagi bozzzzzz
    semangat ya
    salam hangat selalu :em70: :em70: :em70: :em70: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em70: :em70: :em70: :em70: :em70: :em70:

    kezedot’s postingan di blognya..letakkan baju kerinduanmu di situ ya,sayang……

    Reply

  22. wah..ternyata bro kerjanya di vietnam yah..keren oiii 🙂

    Andre’s postingan di blognya..Dapat recehan dollar dari Shareapic

    Reply

  23. Kalo hanya membudpar yang baca tulisan Bang Boy, mgkn belum bisa ngapa2in, maklum negeri ini susah koordinasi antar instansinya. Kalo Bu Sri Mulyani, the treasurer, yang baca, baru mungkin bisa ada actionnya, pajak diturunin, dll.. Krisis global makin parah aja. Kata alm. Chrisye: Badai Pasti Berlalu (mudah2an sebelum semuanya terlanjur ancur berantakan…)

    anderson’s postingan di blognya..Championship Manager, Barrack Obama, SBY

    Reply

    boyindra Reply:

    betul juga sih, semua pada sibuk kampanye…heee

    Reply

  24. mampir lagi ya om

    Reply

  25. bang.
    ke pasrkiran blue ya
    serta datang di dua musimnya blue………..
    salam hangat selalu :em70: :em70: :em70: :em70: :em70: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em66: :em66: :em66: :em66: :em66: :em34: :em34: :em34: :em34: :em34: :em34:

    kezedot’s postingan di blognya..letakkan baju kerinduanmu di situ ya,sayang……

    Reply

  26. Ersis Warmansyah Abbas

    Judulnya nendang … sajianya bagus.

    Ersis Warmansyah Abbas’s postingan di blognya..Tuliskan Pikiran

    Reply

  27. bang.
    selamat malam :em34: :em34:
    semangat selalu ya :em64:
    salam hangat dalam dua musimnya blue :em70: :em34: :em70: :em34: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64: :em64:

    kezedot’s postingan di blognya..Kekasihnya dirundung dukaku……..

    Reply

  28. tenang aja mas boyin, calon Menbudpar lagi baca postingannya…wuakkkakkk

    Nyante Aza Lae’s postingan di blognya..Cinta dan Jablai

    Reply

  29. agak kurang mudeng kali ini mah :em65:

    aRai’s postingan di blognya..Judulnya mungkin “HARAPAN SANG PENDOSA”

    Reply

  30. gabung ya bang…

    PHK memang gak bisa dihindari…dengan siatuasi dunia seperti sekarang…..Apapun yang jadi alsannya.

    Yang penting.. segera bangkit… karena banyak yang trePHK ternayata malah mendapat berkah…

    Reply

    boyindra Reply:

    mudah2an mbak..banyak yang bangkit dari keterpurukan

    Reply

  31. bagaimana kalau pajak pariwisata dihapuskan saja? hal ini supaya sektor pariwisata bisa survive dari terjangan krisis.

    Tips Liburan’s postingan di blognya..Jadwal Liga Champions RCTI

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>