Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)

Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial.

Di setiap hotel berbintang yang mempunyai system yang bagus, setiap tahunnya selalu ada proses evaluasi tahunan yang istilah kerennya di namakan assesment. Saya yakin di perusahaan konvesional pasti ada hal tersebut yang dimana tujuannya selain untuk memantau performa karyawan juga bisa sebagai alat pertimbangan untuk kenaikan pangkat, kenaikan gaji bahkan bisa hal yang sebaliknya. Penurunan jabatan yang bisa juga disertai penurunan gaji.

Apakah hal ini dilaksanakan dengan baik? saya berani jamin semuanya melakukannya dengan baik karena ini sudah merupakan standard yang harus dilakukan.

Sayangnya manajemen yang baik adalah manajemen yang tidak buta, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa hasil dari assesment yang terjadi setiap tahun itu merupakan assesment yang bersifat formalitas belaka, alias hanya memenuhi kebutuhan administratif tahunan. Anda berteman dengan staff anda selama 10 tahun. apakah anda masih obyektif dalam menilai performa staff anda itu?

Cara yang paling baik untuk meningkatkan kualitas hotel/perusahaan tersebut adalah dengan mengunakan karyawan baru yang masih segar, penuh semangat untuk di jadikan alat gesek atau batu asah dengan karyawan lama, agar tercipta kompetisi baru serta merubah paradigma para staff lama bahwa karena mereka lebih senior, maka otomatis mereka yang lebih berhak untuk menduduki jabatan yang kosong. Selain itu adalah terciptanya dinamika dalam operational hotel/perusahaan tersebut, karena staff baru bisa memberikan sumbangan dalam hal ide yang mereka dapat dari pekerjaan/pengalaman mereka sebelumnya, sehingga bisa melengkapi bahkan menyempurnakan system kerja yang ada di hotel tersebut. Teringat seorang pakar motivasi mengatakan batu asah seorang manusia untuk maju ialah mausia itu sendiri alias harus ada kompetisi dengan orang lain.

Sekarang dari segi staff lama, apa yang salah? tidak ada yang salah sepertinya dari teman saya itu. karena prestasinya di bangku kuliah sehingga dia mendapatkan pekerjaan di Hotel/perusahaan yang terkenal dan mendapatkan income yang cukup bagus. dari gaji yang didapat, teman saya ini bisa mempunyai BTN dengan kredit 10 tahun dan motor bebek keluaran terbaru.

Lalu bagaimana dengan performa kerjanya? Pekerjaannya pun saya pikir bagus bagus saja. karena pekerjaan itu dilakukan setiap hari jadi segala sesuatunya lancar lancar saja. Lah iki boyin bikin bingung aja..la terus apanya donk yang gak beres?

Gini, saya ceritakan faktanya yah. Ternyata teman saya ini cukup beruntung kerja di hotel mewah ini. Selain gaji yang sudah saya sebutkan tadi, ternyata teman kerjanya sangat baik, supervisornya juga baik sampe bossnya pun selalu menciptakan lingkungan kerja yang amat menyenangkan, bersahabat dan mendukung. Akhirnya masing masing individu sangat betah kerja disana, saking betahnya hingga turn over karyawan nyaris nol hingga 10 tahun terakhir (sekarang kayaknya hotelnya udah 15 tahun berdiri).

Jadi terjawab sudah yah? Lah kalo turn overnya nol, trus teman saya ini gimana caranya naik pangkat? wong gak ada yang resign, semua betah di posisi dan jabatannya masing masing.  Sedangkan dilain pihak adanya kebijakan dari pusat (stakeholder) seperti yang sudah saya bahas diatas tentang perekrutan karyawan baru.

Jadi inget inget aja judul diatas, kenyamanan tempat bekerja anda belum tentu akan menguntungkan anda pada akhirnya.

Leave a comment ?

41 Comments.

  1. Escape from comfort zone is the hardest thing to do. Dari sudut pandang si karyawan, itu salah satu cara untuk merefresh cara berpikirnya dari kejenuhan rutinitas kerjanya saat ini (sekaligus buat naikin bargaining power thd perusahaan lain). Dari sudut pandang perusahaan sendiri, turn over yang tinggi bagus untuk mendapatkan ide-ide baru yang orisinil dari karyawan barunya. Ngga bagusnya, loyalitas tinggi menuntut adaptasi yang cepat (kadang biayanya pun ngga murah).
    Btw…gue jadi komen pertama lagi ya Bang? Hehehe….

    anderson’s postingan di blognya..Orang Marketing Tanpa Jiwa Marketing

    Reply

  2. Mestinya, perusahaannya juga perlu ngadain rotasi karyawan

    Anthony Harman’s postingan di blognya..Mengungkap Kisah YAKUZA

    Reply

  3. ada benarnya juga,
    kenyamanan di tempat kerja
    bisa membuat karier tak brkmbang
    karena situasi nyaman
    membuat kita tak lagi
    punya keinginan melakukan
    terbosan2 inovatif
    dan sudah kadung berpuas diri
    thanks bro :em47:

    mikekono’s postingan di blognya..Parpol Gurem pun Terancam

    Reply

  4. Naik pangkatnya kan tergantung bos. Yang penting tunjukkan prestasi dan kredebilitas yang baik.

    Edi Psw’s postingan di blognya..Air Zam-Zam di Bukit Panjalu

    Reply

    boyindra Reply:

    wah pak Edy baca gak yah?

    Reply

  5. Artikel anda di

    http://karir-pekerjaan.infogue.com/bahaya_kenyamanan_tempat_kerja_dalam_pengembangan_karir_2_

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

    Reply

  6. bener juga…saking nyamannya, karyawan malas bergerak. Situasi yang tak bagus buat dunia bisnis. Pasti kreatifitas juga bakal terhambat.Tapi untuk hotel, mungkin suasana seperti itu harus dipertahankan ya?? Bukankah banyak tamu yang mencari hotel itu karena kenangan masa lalu?? Mereka kangen dengan suasana saat pertama kali dia datang… :em51: hehe.. ntahlah…

    Reply

  7. Betul juga. Caranya efektif itu.

    Reply

  8. wah benar jugas seperti buah simalakama saja, tapi kalo saya pangkat kopral sih nggak apa-apa asal gajinya jendral hahaha… tapi biasanya kalo tim memang sudah solid seperti itu, pengembangannya mungkin selain tunjangan prestasi dan tahun kerja (entahlah umumnya apa) perusahaan akan lebih meningkatkan daya saing dan perluasan atau penambahan kamar atau yang lainnya…
    tapi ini hal baru bagi saya perspektifnya… makasih sekali loh info ini…

    suryaden’s postingan di blognya..NLP – Neuro Linguistic Programming

    Reply

  9. Sebenarnya employment turnover sah-sah saja merupakan suatu sasaran dalam pengelolaan sumberdaya manusia. Turnover yang terlalu tinggi dan juga terlalu rendah tentu saja bukan hal yang baik. Turnover ini memang penting untuk memberikan “dinamika” pada tatanan sumberdaya manusia di sebuah organisasi ataupun perusahaan. Biasanya sih di sebuah organisasi yang mantap employment turnover ini sudah termasuk dalam grand design dari Human Resources Management. Nah, kalau belum, kini tinggal menentukan berapa tingkat turnover yang tepat bagi sebuah organisasi bisa dengan referensi dari industri serupa yang disesuaikan dengan parameter2 intern perusahaan…….

    Reply

  10. duh kalo pns susah juga ya? ngak bisa seperti yang sampean tulis

    Reply

    boyindra Reply:

    PNS itu pengecualian to mas, udah aman lah kalo jadi PNS..iyo to?heee

    Reply

  11. Kalo turn over tinggi juga tak bagus, akan memberikan kesan perusahaan yang kurang nyaman oleh pihak luar.

    Reply

  12. :em41: bener teorimu pak,, ni saya baru kena imbasnya nih…karena salah komunikasi ama tu boss (yang ngomong bahasa jawa trus) jadi saya kebiasaan manggil dia MASS. nah kata itu yang buat saya diPECAT. kunjungi juga ya http://www.blogfuad.wordpress.com (yang baru belajar blog..ntar kalo udah mahir hehe baru dehh cari domain kek blog ini).

    Reply

  13. kalau di pabrik barangkali agak lain mas. agar karyawan bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan harus dibekali dengan pelatihan pelatihan yang biayanya cukup mahal. jadi sayang kalau terlalu sering melakukan pergantian karyawan.
    tapi memang bener karir nggak naik naik hehe

    Reply

  14. Asal pemilik perusahaan mau bertanggung jawab saja,jikalau nantinya terjadi kecelakaan !!!

    btw.kerjanya di hotel ya………. :em47:

    Reply

  15. memang ada benernya juga, tidak selalu kenyamanan tempat kerja itu menjamin kemajuan karier seseorang.
    Atau bahkan ada juga yang karena tempat kerjanya terlalu nyaman, staff itu menjadi terlena dengan kenyamanan itu.

    Reply

  16. tapi, gimana caranya kita tau faktor kenyamanan yang sudah termasuk gawat atau belum? apalagi, kalo udah soal kerjaan?

    Billy K.’s postingan di blognya..IBSN: batu

    Reply

    boyindra Reply:

    lah kalo hidup musti ada target jangka pendek ama jangka panjangnya donk,mosok mau nrimo aja.

    Reply

  17. bener tu mas, jenis kenyamanan yg perlu diwaspadai… kalo sdh tahu kaya begitu, memang dari diri kita sendiri yang harus bergerak. meski kalo melihat dari soul bekerja, rasanya sayang bangeeettt ninggalin temen2. tapi kita sendiri kan yg harus menentukan kita mo jadi apa ke depannya, dan biar Tuhan mengerjakan sisanya.

    deviw’s postingan di blognya..Countdown Counter

    Reply

    boyindra Reply:

    temen2 ama lingkungan yg udah enak itu salah satu alasan terberat untuk ninggalinnya.

    Reply

  18. datang tidak datang tidak harussssssssssssssss datang
    bang pa cabar?
    datang ke hoze q ya bang
    salam persahabatan :em70: :em34: :em64: :em66: :em66: :em64: :em70: :em64: :em70:

    kezedot’s postingan di blognya..cinta memanggil di ujung usia

    Reply

  19. kalo dah nyaman duduk manis gak mau turun jabatan terus gendut perutnya hehehe…

    Lyla’s postingan di blognya..Kesan Bersama Windows 7 Beta

    Reply

  20. Intinya kerja dpt uit khan??Mas k0k themenya kerasa berat yaA??
    Lelet gt di bukanya..
    Mank theme yg mas pake berat?

    Reply

    boyindra Reply:

    moso sih..koneksinya mungkin..widjetnya gak banyak kok..

    Reply

  21. sebenarnya rotasi yang baik itu per apa ya?

    Reply

    boyindra Reply:

    kita yang bikin rotasi sendiri..hee..alias pindah kerja untuk karir yg lebih baik

    Reply

  22. baca part 1 dulu mas

    *salah ngeklik*

    Reply

  23. esha di birulangit

    Milih mana..naik pangkat atau naik penghasilan….?

    esha di birulangit’s postingan di blognya..Kalau James Bond ikut pemilu…..

    Reply

  24. pengenya cepet kerja tapi blum lulus kuliah
    🙂

    Reply

  25. Ya memang semakin nyaman kita bekerja, akan semakin sulit untuk keluar dan memulai untuk berusaha membuka usaha sendiri, sebesar apapun gaji kita, lebih besar pendapatan orang yang menggaji kita, bukan begitu ya? 😀

    Daiichi’s postingan di blognya..Suka atau Tidak Kesalahan Akan terbayak

    Reply

  26. tapi nyaman itu penting banget mas menurut saya,hehehe

    soerdjak’s postingan di blognya..Hillary Clinton Dilempari Sepatu?

    Reply

  27. masalah assesment yang terkesan sekadar formalitas agaknya tak hanya terjadi di dunia perhotelan, mas boyin. assesment yang seharusnya menjadi masukan berharga utk memperbaiki kinerja ke depan seringkali jadi sekadar memenuhi tuntutan trend aja, hiks. jadi makin repot.

    sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Blog Agregator Agupena Jawa Tengah

    Reply

  28. wah baru ngeh saya. karyawan baru yg masuk itu ternyata bisa menjadi pendorong karyawan lama utk lebih bagus kinerjanya…

    krismariana’s postingan di blognya..

    Reply

  29. Uhm… apa ya.. tadi inget mau ngomong apa waktu baca.. tapi kok tiba-tiba jadi lupa 🙁

    Deddy Huang’s postingan di blognya..Goedemorgen, hoe gaat het met je?

    Reply

  30. Oh yaaaaa inget!! :p~~

    Kadang, IP yang gede, lulus cepat, dll pas di kampus.. itu gak menjamin..

    buktinya.. saya! 🙁
    saya kuliah lulus cepat tapi lum mapan, dibanding dengan teman saya :(( hikz…… :em58:

    Deddy Huang’s postingan di blognya..Goedemorgen, hoe gaat het met je?

    Reply

  31. What an excellent blog, I’ve added your feed to my RSS reader. 🙂

    Reply

  32. masksudnya gimana bang?

    Reply

    Boyin Reply:

    maksudnya kalo semua nyaman bekerja disana chance untuk naik jabatan susah bro…terbalik jika tempat kerja sedikit kayak neraka dan akhirnya banyak teman yang pindah sedangkan kita tetap bertahan disana, otomatis kita akan cepat naik karir dan naik lagi.

    Reply

  33. Aku sedang ada disini tepatnya, dimana almost HOD termasuk aku yang masih menduduki posisi Asst.HOD pada betah dan ga ada turn over, walhasil karir ku stuck selama 3 tahun di posisi ini dan last cutoff sepertinya tahun depan deh kalo masih ga ada progress kudu brani move on, secara nunggu indemnity juga selama 10th kerja dihotel sama lumayan banget itung2 buat saving.

    Good article pak Boy, thanks a lot

    Cheers,
    Layla

    Reply

    Boyin Reply:

    @Layla, Iya ,,,jangan lama lama..mumpung sekarang banyak lowongan…

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>