Yuk, bermain insentif

insentif1Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.

Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.

Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.

Kita semua belajar untuk merespons insentif yang negatif dan yang positif, dari kehidupan sehari hari. jika menyentuh kompor panas, jari anda akan terbakar. Namun seorang pelajar yang pulang dari sekolah dengan nilai A, ia mungkin akan memperoleh hadiah sepeda. Jika anda kepergok tidur di kelas, anda akan ditertawakan. Namun jika anda menjadi tim basket sekolah, kelas sosial anda akan naik. Jika anda lulus Unas, anda akan masuk ke universitas yang baik. Jika anda lulus pas-pasan dari universitas ekonomi, mungkin anda harus bekerja di toko/minimarket milik orangtua anda. Namun jika anda lulus dengan sangat bagus sehingga perusahaan pesaing memanggil anda, anda akan menjadi manager dan tidak harus bekerja di toko milik orang tua anda. Jika anda begitu senang dengan posisi manager tersebut, anda akan pulang dengan kecepatan 100 km per jam, sehingga anda di stop polisi dan dikenai denda $100. Namun jika proyeksi anda mengenai penjualan tepat sasaran dan anda memperoleh bonus akhir tahun, anda tidak hanya perlu khawatir dengan denda $100 itu namun anda juga dapat membeli kapal pesiar yang anda idam idamkan dan balita anda akan terbakar jarinya.

Ada tiga unsur utama dalam insentif: ekonomi, sosial dan moral. sering sekali satu skema insentif memiliki ketiga unsur tersebut. Seperti contohnya informasi mengenai aksi boikot produk produk yang disinyalir merupakan penyetor dana untuk israel. informasi ini dimana mana sampe dibahas di banyak blog, beberapa restorant fastfood internasional di Indonesia dan merek merek internasional yang lain walaupun tidak punya datanya tetapi saya yakin akan ada perubahan yang terjadi dalam tingkat pendapatan mereka seiring dengan meningkatnya jumlah simpatisan terhadap penderitaan negara palestina.

contoh yang lain seperti salah satu sahabat blogger kita yang mengangkat masalah cara berpromosi caleg kita hingga memuat foto serta nama si caleg dari daerah bandung tersebut yang gak terkenal sama sekali tetapi posternya dimana mana sehingga merusak wajah lingkungan tempat tinggal si blogger , itu juga termasuk peran blogger dalam memberikan insentif  sosial dan saya yakin itu caleg akan mempunyai potensial daftar tambahan untuk orang orang  sekitar bandung yang nggak akan mencontrengnya (sekarang contreng bukan nyoblos khan?) setidaknya jumlah itu bisa di dapat dari multiflyer efek dari orang yang bertandang ke blog tersebut.

Nah sahabat blogger, yuk coba coba bikin rancangan insentif, bisa insentif untuk lingkungan, daerah atau negara, bebas aja…ayo poskan di komentar yah..

Leave a comment ?

40 Comments.

  1. sesungguhnya blogwalking itu juga termauk insentif sosial dalam dunia bloging, loh, mas boyin, hehehe … dengan saling berkunjung, kita merasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kompleks blogosphere sehingga terpacu utk terus mengupdate blognya,

    sawali tuhusetya’s postingan di blognya..AGUPENA Jawa Tengah dan Ranah Pemikiran Guru Kreatif

    boyin Reply:

    blogwalking itu kentara banget insentifnya pak terutama di sosial dan beberapa untuk kepentingan ekonomi.

    denologis Reply:

    iya deh, setuju dengan pak sawali. soalnya, kalau secara prinsip ekonomi, saya sama sekali blank Je…. 😀

  2. dari banyak hal yang saya temui, senyuman adalah insentif yang sangat positif. namun yang mungkin belum banyak adalah insentif cross( istilah ini saya karang sendiri), semisal para petugas kebersihan kota juga mendapatkan insentif dari dinas kesehatan atau pendidikan bahkan dari keamanan ataupun langsung dari instansi-instansi swasta yang lain, semisal yang berhubungan dengan pariwisata, secara langsung tidak harus dikumpulkan dahulu. Atau para korban penggusuran harus juga mendapatkan insentif dari kemauannya berpindah tempat dengan dukungan moril dari kepolisian, dinas kesehatan karena mau bersikap memperbaiki taraf kesehatannya… dan sebagainya.

    malah campur blawur ini mas maaf… maunya sih nyumbang pikiran… kekeke…

    suryaden’s postingan di blognya..damai itu hak

  3. Pemboykotan dimana2 terhadap product, tanpa dipikir yang bekerja di perusahaan tersebut adalah kita-kita juga. Lalu mau dikasih makan apa? jika pabriknya bangkrut? lalu apa kah kita mau melihat pengangguran makin banyak lagi…yang lebih berpeluang meningkatkan angka kriminal??? Baiknya tidak terlalu idealis dah…..Diantara yang buruk tak selamanya buruk. Kenapa juga harus memboykot. Alasan mendasarnya apa? AKu kadang suka nggak habis pikir….kenapa harus dengan jalan seperti itu? sempit banget pola berpikirnya…..!

  4. Saya?
    Bermainnya Sudah,
    Intensifnya Belum !!!

    Bagaimana dengan Mas Indra sendiri???

    marsudiyanto’s postingan di blognya..Matematikaria

    boyindra Reply:

    lah iki kok jadi intensif pak guru…

    marsudiyanto Reply:

    Maksudnya Insentifnya itu yang Intensif Mas…
    Kalau insentif cuman insentif2an, mana bisa intensif…
    Ikut bingung kan Mas…
    Kekeke…kekekek….

    marsudiyanto’s postingan di blognya..Menghilangkan Bau Badan

    boyindra Reply:

    haa..tadi oradestand pak..seiki understand..hee

  5. esha di birulangit

    Saya lebih suka insentif itu sebagai efek samping….kalau toh dia menjadi tujuan akhir..rasa-rasanya kita akan banyak terlalu berhitung dalam bertindak..terutama dalam hubungan sosial kemasyarakatan…

    esha di birulangit’s postingan di blognya..Cowok kok cantik….

    boyindra Reply:

    insentif dirancang memang untuk suatu tujuan..seperti contoh lain yaitu para ekonom merancang insentif untuk para peselingkuh atau para pria2 yang suka datang ke lokalisasi. daripada di tangkep polisi dan di denda, di amerika sekarang dari dulu sudah disediakan website gambar para peselingkuh tersebut disertai foto cewek yang diajak..ini salah satu rancangan insentif sosial dan moral.

  6. Terkadang orang tidak menyadari bahwa ‘insentif’ yang dilakukannya sebenarnya malah justru menjadi ‘anti-insentif’ yang berakibat negatif atau orang justru tidak bergerak atau justru bereaksi negatif terhadap insentif tersebut.

    Bagi saya insentif harus difikirkan baik2, difikirkan dampaknya secara luas, dan yang terpenting tidak merusak lingkungan ataupun merugikan orang lain, atau minimal dampaknya harus diminimalisasi. Bentuk konrkritnya?? Hmmm… bisa bermacam2 dan sepertinya terlalu panjang untuk ditulis sebagai komen… hehehe…..

    Yari NK’s postingan di blognya..Terlalu Sedikit Salah, Terlalu Banyak Juga Salah…

  7. tkadang kita sdh mlakukan berbagai upaya tuk menghasilkan insentif..tp mslhnya insentif juga tidak terlepas dari persoalan “takdir”….he..he, pcaya gak?

    Nyante Aza Lae’s postingan di blognya..Sistem Barter di Negara Kita

  8. Hati-hati jadi caleg….

    Ketua DPRD sumatra utara aja dipukuli hingga tewas !!!! :em08:

    nelson’s postingan di blognya..Freeport McMoran "perusahaan asing berjaya di Indonesia"

    boyindra Reply:

    itu juga salah satu bentuk insentif mas

  9. insentif terus.. kapan kreatifnya? ya nggak?

    sundee’s postingan di blognya..The True Evil is … Israel!!

  10. wah aq suka bukunya…….
    makasih atas resensinya…..
    saalam kenal juga yah……..
    kalau boleh tau apa nama judul bukunya….

    iwan’s postingan di blognya..Seberapa Penting Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut…???

    boyindra Reply:

    buku lama, judulnya “freaconomics”

  11. ooo jebul insentif artinya seperti itu ya mas. kirain insentif artinya uang. soalnya kalau saya dapat insentif sama dengan dapat uang.
    wekekek.. kebawa budaya amerika apa ya suka hutang. katanya kartu kredit kan berasal dari sana jadi orang-orang amerika sono gampang banget utang. itu juga katanya la wong saya belum pernah ke sana.
    makasih ya mas atas supprtnya

    endar’s postingan di blognya..Jodoh, Rezeki, Mati ada di tangan Allah SWT (krisis terus berlanjut)

  12. blu mah kagak bisa bikin postingan yg kayak gini bang.hebat ey
    met akhir pekan bang
    salam hangat selalu
    mau mau mau :em34: :em64: :em70:

    dobleh yang malang’s postingan di blognya..kita….semestinya satu hati…………

  13. dulu di coblos
    sekarang di contreng
    pemilu depan apa ya
    di sobek kali ya wekekeke

    aR_eRos’s postingan di blognya..Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Sebagai Tempat Menghajar

  14. Good day dude

    Sedona’s postingan di blognya..Are You Smarter Than A 5th Grader ?

  15. Wah sayang sekali aku anak IPA jadi ga tau ekonomi ! Tapi klo urusan duit sich aku pintar !
    Maen ke blogku donks !
    Boleh tukeran link ga ?

  16. Sistem punish and reward dengan berbagai varian kombinasinya memang efektif untuk meningkatkan motivasi kerja.

    Mahendra’s postingan di blognya..Turun Gunung

  17. Iya, saya juga berpikir arti intensif sama dengan Bu Edratna, dan berharap pertengahan tahun 2009 akan tetap mendapatkan insentif sebagai imbalan prestasi kerja.
    Klo insentif seperti yang diutarakan Mas Boy, saya baru tahu sekarang. Dan efek yang ditimbulkan oleh insentif sosial, sepertinya sangat mengerikan.

  18. Salam
    Membuat rancangan mendapat insentif tanpa meninggalkan nilai normatif dalam prosesnya ya, setuju nda? *harus setuju lho 🙂
    btw salam kenal, trims sudah mampir di blog gw, btw postingannya asyik
    Semangat!!!!

    nenyok’s postingan di blognya..Rokok, Jengkol, Pete dan fatwa

  19. bingung…. :em68: sy kurang paham dengan hal beginian :em66:

    casual cutie’s postingan di blognya..Valentine Day….

  20. ‘Insentif’ yg ada di fikiran saya cmn ‘Insentif Gaji’ doank…hmm.. good lah bang udh membuka pikiran saya ttg istilah ‘Insentif’ yg ternyata bisa di implementasi untuk hal2 yg lbh luas :em47:

    norjik’s postingan di blognya..Telkomselflash sudah oke

  21. Ngomongi gimana harus dapat duit untuk hidup, duit 100 harus bisa hidup dengan 2 anak tanpa terlihat miskin, akulah pakarnya tanpa sekolah ekonomi.

    Juliach’s postingan di blognya..Jika nekad mo pergi … Silahkan saja!

  22. Material Insentif = uang = fulus
    Immaterial Insentif = social recognitions
    Gue pilih dua-duanya Bro… Which side are you? :em45:

    anderson’s postingan di blognya..Deflasi Kembali Terjadi

  23. berantem di rapat juga itu insentif sosial… paling tidak kondite jadi ancurr.. hehe

    kucingkeren’s postingan di blognya..Giring

    boyindra Reply:

    betul bisa tertundanya potensi promosi jabatan..heee

  24. duh..gw no comment dech bang boy…

  25. kek nya insentif sosial lebih diperlukan nih…

  26. btw kok nama gw ga ada di blog roll siy bang boy sih..????? gggrrhhhhhhhhhh

    cutemom cantik’s postingan di blognya..Anakku Punya Indera Keenam..???

    boyindra Reply:

    dulu sering mampir ta?

  27. Hmm..nice posting..saya pikir insentif yang dibahas itu seperti affiliate..:P

    Andre’s postingan di blognya..It’s time to relax..take the quiz 🙂

  28. Betul.But, krisis ekonomi yang melanda Amerika saat ini,yang kemudian merambat ke dunia,bukti nyata bahwa; perancangan insentif ekonomi Amerika gagal total. :em54: :em70:

  29. Wah, berarti insentif itu bentuknya macem-macem ya?

    Edi Psw’s postingan di blognya..Dua Plugin WordPress di Blog Ini Bermasalah

  30. saya ndak pernah dapet insentif dan hanya terus menerima intensitas kerja aja neh boss :em27:

    halah ndak nyambung neh…hihihi :em47:

    wah pantes nanyain SEO, SEO bisa juga dipake insentif dan diintensifkan buat pk nyari visitor…kekekek

    gdenarayana’s postingan di blognya..Lagi Kesel

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>