Monthly Archives: February 2009

Fishing Village dan Red Sand Dunes

Kali ini saya ingin memenuhi permintaan beberapa sahabat blogger yang minta di ceritakan tempat wisata menarik di Vietnam. Berhubung sebagai kuli hotel saya jarang pergi kemana mana, maka dari itu tempat wisata menarik kali ini yang akan saya ceritakan adalah tempat wisata yang paling dekat dengan tempat saya bekerja.

Kota tempat saya bekerja adalah kota Phan Thiet, merupakan tempat yang rada unik. Berjarak 200 km dari Ho Chi Minh atau nama lainnya Saigon. Berhubung negara ini rada tertinggal dari Indonesia, makanya jangan berharap ada jalan tol disini.

200 km hampir sama seperti Jakarta – Bandung yang dimana bisa di tempuh dengan 2,5 jam perjalanan. tetapi dengan jarak yang sama disini bisa dua kali lipatnya lebih atau sekitar 4 – 5 jam perjalanan darat. o ya maaf, lapangan udara juga belum ada disini, jadi hanya dengan mobil, bus atau kereta.

Nah ngomong ngomong ama uniknya, tempat ini merupakan perpaduan antara desa nelayan dengan pantai indahnya dan gurun pasir merah atau dikenal dengan nama ‘Red Sand Dunes’ pas di atas pantainya. Aneh, jelas iya makanya saya bilang unik.

Beruntung tempat saya bekerja sangat dekat dengan Red Sand Dunes ini alias tetangganya Gurun Pasir. Dekatnya sangat dekat, hanya berjarak kurang dari 200 meter! makanya anda hanya perlu jalan kaki dan berjalanlah menanjak ke gurun pasir tersebut.

Yah maklumlah dengan gambarnya, karena hanya di bidik dengan kamera hp saya seadanya yang cuman 2 mp. kalo mau foto yang keren ya browsing di google aja..heee

dunes1

Dan biar gak di protes juga karena nanti dikira bukan saya yang photo, dunes2terpaksa harus potret diri sendiri sebagai bukti buat rekan rekan blogger dan berhubung perginya sendirian makanya photonya pake tangan kanan. Kasian yah..yang lain wisata rame rame bareng keluarga….eh saya malah wisata sendirian, berteman bir dan potato chips.

Oya, bagaimana dengan fishing Village? yang ini juga dekat banget, hanya berjarak sekitar 1 km saja. kalo dilihat tampak seperti pearl harbournya vietnam..heee. karena dinamakan fishing village, makanya seafood disini murah murah banget. Udang bakar, Ikan bakar, Cumi bakar..wah..wah..mau di steam atau di goreng juga bisa. Sebagai gambaran, untuk Udang Bakar pedas yang besarnya sedang, sebanyak 1/4 kilogram hanya sekitar Rp.20.000 saja.

fishing-village

Bagaimana dengan mayoritas pekerjaan di daerah ini? Tentu saja sesuai dengan namanya, kebanyakan adalah Nelayan karena jarang banget ada sawah disini dan juga tentunya di sektor pariwisata karena ada lebih dari 80 hotel disini dari yang guest house sampai hotel berbintang dan 2 lapangan golf.

Sebenarnya masih banyak banget tempat wisata disini, dari wisata cable car dengan patung Budha raksasa yang sedang berebah (Lying Budha), air panas alami, canyon sampai White Sand Dunes atau Gurun pasir putih alias pasirnya warnanya putih kayak pasir pantai dan semuanya dekat dekat. Paling jauh hanya 30km.

Nah sementara, itu dulu yang bisa saya ceritakan, kayaknya saya gak berbakat jadi travel writer nih..hee..pingin cepet cepet selesai posting aja. Tapi postingan depan saya akan ceritakan tentang salah satu budaya penduduk lokal disini. Thank you

Pemerintah menciptakan PHK untuk insan pariwisata

tax2Semua orang tahu dunia sedang dilanda krisis, begitu banyak yang di PHK jumlahnya bukan lagi ribuan tetapi sudah jutaan, terutama di sektor sektor manufacturer/industry.

Bagaimana dengan sektor pariwisata? ya namanya Indonesia, mana bisa sih kita dapat data benarnya, tetapi kalo di Amerika, menurut U.S Travel Association menyatakan bahwa Travel Industry mempekerjakan 7.7 Juta American (baca: warga negara Amerika) dan menyumbang US$ 115,000,000 pajak ke pemerintah setiap tahunnya. Data didapat bahwa sudah 200,000 orang kehilangan pekerjaan di travel industry ini dan akan bertambah sekitar seperempat juta orang tahun ini.

Read more »

Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)

Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial.

Read more »

Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)

officeAkhir tahun 2004 adalah saat yang terindah dalam karir saya. bukan karena jabatan yang tinggi, sama sekali tidak. gaji yang menggiurkan, enggak juga.naik sih tapi bukan itu pointnya.

Sewaktu kuliah, saya adalah mahasiswa yang pas pas an IPnya. gak terkenal dalam bidang mata kuliah apapun. kalau ada mata kuliah yang agak berat dikit seperti manajemen atau marketing dan ada tugas kelompok, bisanya cuman jadi pengikut. ngiyain teman teman yang lebih pintar.

Read more »

Mencuri Ilmu Boss

dogSuatu pagi seorang staff saya menanyakan sesuatu tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Karena bukan kali pertamanya dia menanyakan hal yang sama, maka saya bertanya kepadanya,

Saya: “‘why you kept asking me the same things? Did you write it down of what I said to you last time?”

Staff: “I’m forgot, I more comfortable if I asked you directly.” sambil cengar cengir malu.

Read more »

Yuk, bermain insentif

insentif1Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.

Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.

Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.

Read more »