Media advertising terbatas

taxiDasar seorang blogger, jika menjumpai sesuatu yang baru pasti nalurinya berusaha untuk menjadikannya sebuah tulisan. Demikian juga yang saya temui baru baru ini, maklum karena tiap hari kerja dan kalo kemana mana selalu memakai transport dari perusahaan maka untuk kali ini pas lagi jalan jalan sama istri, kami menggunakan jasa taxi.

Di Ho Chi Minh, kebanyakan taxi menggunakan mobil kijang inova selain sedan. Nah pas kami masuk ke dalam taxi tersebut, saya menjumpai TV kecil di bagian belakang seperti foto disamping.

“wah lumayan ada tv nya nih?” pikir saya. tapi ternyata si tv kecil itu hanya menyajikan iklan seperti halnya iklan di tv walaupun saya yakin itu tv pasti bisa berfungsi seperti layaknya tv biasa. waktu itu iklannya tentang asuransi AIG, keren juga sih iklannya walaupun di Amerika sana bukannya itu perusahaan lagi diambang kebangkrutan?

Habis turun dari taxi saya jadi mikir, apakah prospeknya bagus dengan mengiklankan suatu produk di dalam taxi tersebut karena dilihat dari pengguna taxi itu sendiri yang kadang hanya 2 orang didalam taxi. tidak seperti iklan taxi konvensional jaman dulu yang suka kita lihat dengan menggunakan badan luar taxi yang dimana bisa dilihat oleh semua orang di jalanan.

Kalo di lihat dari segi estetikanya, gaya iklan model mutakhir gini emang lebih keren di banding model konvesional ala New York yang bikin tampilan taxi jadi berat karena membawa plang iklan kemana mana.

Siapa tahu dari intermezo ini ada rekan rekan yang bisa menjelaskan fenomena ini? karena saya nggak punya data sama sekali tentang hasil ke efektifan dari model marketing melalui tv di dalam taxi tersebut.

Leave a comment ?

49 Comments.

  1. esha di birulangit

    Sama halnya dengan iklan di negara kita,iklan2 di tempel di pohon dan tiang listrik,biasanya berisi no telepon…mungkin banyak yang melihat…berapa persen dari yang melihat itu mencatat no telepon..hehe

    esha di birulangit’s postingan di blognya..Serangan ke jalur Gaza……lupakan berharap kepada Obama…..

    Reply

  2. hehe…sponsor taxi kali y…wkwkwkwk

    SaRaHTidakSendiri’s postingan di blognya..111

    Reply

  3. Selama penayangan iklan tersebut melalui media yang afdol maka sang penonton akan terus mengingatnya. Seperti contoh, tapi bukan di dalam taxi, silam lalu saya pernah menonton iklan di elevator yang LCD nya buram dan kotor. Impression saya terhadap pesan sponsor tersebut menjadi “rendah”, sedangkan dalam kesempatan lain saat melihat iklan di toilet yang memakai LCD yang jauh lebih kecil tapi bersih dan bagus penempatannya, lalu impression saya menjadi “di atas rata-rata”.

    Bagi saya, yang selalu diusik oleh marketer, merasa jika package panayangan memiliki komposisi paling sedikitnya 50/50 dari isi pesan itu sendiri.

    Reply

    boyin Reply:

    berarti impresinya ya bang?dan pastinya segmentasi dari yang dituju si pembuat iklan itu kayaknya.

    Reply

  4. :em45: :em45:
    Salam kenal
    Bagus banget itu idenya iklan di dalam taksi…kelihatanya bisa lebih mengena

    Anton’s postingan di blognya..Pulsa GPRS / Internet Pertama

    Reply

  5. bang….ajak blue jalan jalan naik taxi dong hehehe
    salam hangat selalu

    dobleh yang malang’s postingan di blognya..IMPIAN SEMUSIM

    Reply

  6. di sana lebih mantap dari di sini ya, hehe

    Reza Fauzi’s postingan di blognya..Ebook dan Script Gratis

    Reply

  7. kalo disini di dalam lift om, tapi orang lebih suka lihat layar penunjuk level lantai en ngobrol2, dari pada lihat ke layar lcd yang letaknya tinggi diatas pintu lift.

    kalo di dalam taksi keknya, ya cuma pengguna taksi aja yang lihat, hueheuhu…

    tapi mungkin target pasarnya emang pengguna taksi kali…

    Wempi’s postingan di blognya..Pelayanan Sampah Pemkot Medan!

    Reply

  8. bener mas, secara estetika iklan semacam ini lebih keren dan lebih bersih 🙂

    eh.. di bandung sudah mulai banyak lho taksi yang belakangnya bawa “semacam plang” untuk iklan 🙂

    bob’s postingan di blognya..Install WordPress Gratis, Mau?

    Reply

    boyin Reply:

    enak tuh pake kampanye pilpress…

    Reply

  9. :em47: pisss nyari yang keren aja pakdhe :em66:

    men_thes’s postingan di blognya..Kesehatan

    Reply

  10. advertising itu dah masuk dalam pusaran industri, mas boyin, jadi orientasinya ke profit. *hiks, kok jadi sok tahu saya* efektif atau tidak, pasti dah diperhitungkan banget oleh si pemasang iklan.

    sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen

    Reply

    boyin Reply:

    iya ya..pastinya udah ada penelitiannya mungkin…

    Reply

  11. blognya mas boyin diiklanin disitu nggak ya?

    suwung’s postingan di blognya..Tempat Nikah Mboke Rangga

    Reply

    boyin Reply:

    jauh lebih mendingan kalo dipasang di suwung.com dunk…heee

    Reply

  12. Inovasi memang kunci utama menjaga persaingan menjadi lebih asyik ….. seandainya para pengusaha taxi, bus, atau pun angkutan umum lainnya bisa seinovatif ini yah …. dan sebenarnya kita bisa leih baik kalau kita menginginkannya… :em65:

    Reply

  13. waahh, dimana ada orang, disitu ada iklan :em37:

    Ongki’s postingan di blognya..Pita Suara yang menakjubkan

    Reply

  14. pas nempatinnya mas, orang yang naik taksi mungkin pangsa pasar asuransi. kalau dipasang di angkot omprengan yang sering saya naiki penumpangnya pada nggak ikut asuransi sih..

    endar’s postingan di blognya..PR dari tetangga desa

    Reply

    boyin Reply:

    iya kalo dipasang di angkot penmpangnya pada bawa obeng trus mritili tuh TV..heee..pagi dipasang sore ilang….hiiii :em62:

    Reply

  15. klo tiap taksi ada 2 penumpang, truz jml taksinya ada 100…
    bisa jd itu prospek… 😀

    nono’s postingan di blognya..TriTuRa

    Reply

  16. wahhh sebuah terobosan baru dalam bidang marketing tuh mas

    Gelandangan’s postingan di blognya..Mengenal sosok Syekh Yusuf Part I

    Reply

  17. “Di Ho Chi Minh, kebanyakan taxi menggunakan mobil kijang inova selain sedan” dari penjelasan Mas Boyin, sudah segmented ceruknya.jadi kreatif skali mmng pengelola taxi.
    Tinggal pandai-pandai pihak pengelola Taxi-nya saja bagaimana bisa menjual iklan yang sesuai dengan pengguna taxi, jasa-jasa seperti tempat kasino, Restoran, Spa, macam-macam lah, ini akan lebih merangsang keinginan penumpang untuk mengetahui informasinya lebih lanjut. :em66:

    Bayhaki Ramli’s postingan di blognya..Islam,Charlie Wilson,Israel

    Reply

  18. owala kalo TV berisi iklan sajah mana ada yang mau lihat
    malahan iklan ndak laku juga, ndak efektip

    oia ikut tukeran link po’o
    *macak melas*

    aR_eRos’s postingan di blognya..Nabi Kok Jualan Link ?

    Reply

    boyin Reply:

    siip..

    Reply

  19. <<— ini syapa ya kok mirip ananda mikola xixixi

    aR_eRos’s postingan di blognya..Nabi Kok Jualan Link ?

    Reply

  20. Oke juga, mayan kreatif, bukankah narik taksinya sepanjang hari dantaksi itu akan beoperasi dalm jangka waktu yang lama, itu berarti akan banyak penumpang yang akan mengenali jasa/penawaran tersebut.
    Setidaknya dengan naik taksi para calon pelanggan bisa mendapatkan info2 terbaru mengenai jasa yang ditawarkan :em20:

    Reply

  21. mudah mudahan kalau jadi ‘ nyangkul ‘ di Vietnam,..akan ada iklan saya..he he

    Reply

    boyin Reply:

    mau bikin film di vietnam ya mas..? kontak aku ya..heee

    Reply

  22. tapi ga ada google ads kan? 😀

    soerdjak’s postingan di blognya..Saling Tuding Akibat Kelangkaan BBM

    Reply

  23. Walaupun yang naik dua orang, tapi kan tetap ada yang mengingatnya.
    Taksi di Indonesia sekarang suka ada iklannya, biasanya iklan film yang mau diputar, tapi masih berupa semacam gambar yang ditempelkan pada kursi dibelakang sopir.

    edratna’s postingan di blognya..Anakku merokok?

    Reply

  24. Yang penting kan niatnya dan bisa membuat konotasi yang berbeda [yang jelas positif] dari para turis yang tidak sengaja naik ke taksi. Betul kan, Boy?

    Bang Aswi’s postingan di blognya..Label Black & White

    Reply

  25. Semua public space sekarang sudah menjadi ruang iklan. Apalagi menjelang Pemilu seperti sekarang ini. Spanduk caleg bertebaran di setiap sudut ruang publik. Soal estetika sudah tidak ada ruang lagi… Tabik… 🙂

    Mahendra’s postingan di blognya..Kekerasan Negara Terhadap Kebudayaan

    Reply

  26. Itu teh Kijang? Soalnya tongkrongan supirnya kaya pilot … :em22:

    Wah kalo dilihat cockpit-nya. Jakarta mah kalah ya?

    Ga kebayang kalo 2 jam naek taksi, berapa iklan yg nempel di kepala …

    Salam kenal mas Boyin. Nuhun atas kunjungannya …

    Adji Wigjoteruna’s postingan di blognya..ECHELON: Karena Engkau Semua Bukan Menjadi Rahasia Lagi

    Reply

  27. kemungkinan efektif mas…
    buktinya mash terpasang di taxi yang sampeyan tumpangi..atao mungkin masih baru2 aja di pasang, jadi blm kelihatan kadar efektifitasnya..hehehehe…

    salam kenal,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    bonar sihotang’s postingan di blognya..3 hal

    Reply

  28. Bisa dicoba di Indonesia, namun apakah masih dirasa efektif? masyarakat kita meski di bombardir dengan beragam iklan masih belum naik dampak-nya.. secara earning powernya masih perlu ditingkatkan.. but who knows?

    domba garut!’s postingan di blognya..Tenang tetapi profesional dalam menjalankan tugas [5]

    Reply

  29. Innovasi didalam Innova Muanteb…

    klo toh iklan2 yang ditayangkan sekelas AIG kayaknya pas banget…, kan targetnya yang melek asuransi dengan kata lain mereka yang banyak rejeki (klo di indo kan yang sering naik taksi biasanya berduit hehehe…), klo di indo mungkin mirip di kereta ya…, biarpun ada filmnya iklannya juga banyak…

    :).

    Jazili’s postingan di blognya..Just Smile….

    Reply

  30. targeted banget tuh.. hehehe

    syamsu’s postingan di blognya..Setahun pertama bersama rumahweb

    Reply

  31. Walah, makin canggih aja dunia periklanan di dunia ini, sangat inovatif. Sepertinya di Indonesia belum ada, Mas…
    Atau mungkin Mas Boyin, mau menjadi penyedia iklan seperti ini yang pertama di Indonesia?

    sapimoto’s postingan di blognya..Iressa-Obat Kanker, Dijual Eceran-Murah

    Reply

    boyin Reply:

    waduh..modalnya dari mas yah..heee

    Reply

  32. Bikin polusi pemandangan saja, jadi ngrusak mata dan otak… wakakakakakak

    Juliach’s postingan di blognya..Aku tidak akan pulkam dalam waktu yang lama

    Reply

  33. di Batam rata2 angkota dipasang tv kecil kek gitu..cuma yg disetel bukan iklan tapi pideo music geleng2 itu….

    Xitalho’s postingan di blognya..Men are never satisfied

    Reply

  34. Sekarang saya berani masuk ke sini Mas Indra, sekalian pasang iklan seperti di taxi itu.
    Makasih kunjungannya ke blog saya.
    Di Indonesia kok nggak ada iklan pakai media begitu, ini kita yang ketinggalan apa mereka yang terlalu maju ya.
    Atau… malah saya yang ketinggalan info.
    Sukses buat Mas Boyin…

    marsudiyanto’s postingan di blognya..H2O

    Reply

    boyin Reply:

    makasih udah bertandang kesini pak guru..

    Reply

  35. Daniel Mahendra

    Melihat pasar pengguna taksi, rasaya efektif juga. Karena sehari bisa dinaiki berbagai macam orang yang heterogen. Tentu tarif beriklan di taksi jauh lebih murah ketimbang di TV.

    Sekali naik taksi, mungkin tak begitu berpengaruh sangat. Tapi kalu terus-terus iklan itu diputar, lama-lama menggoda frame penumpang juga. Seolah “di-brainwashing”.

    Buktinya Mas Boyin ingat iklan yang diputar. Apalagi yang tiap hari naik taksi 🙂

    Daniel Mahendra’s postingan di blognya..Bagaimana Kalian Bertahan Hidup?

    Reply

    boyindra Reply:

    iya ya..bener juga ya mas..

    Reply

  36. Kalo di satu taxi itu iklannya cuma AIG, lumayan efektif Mas, bisa nyanthol di kepala. Asal jangan, setelah iklan AIG iklannya PRUDENTIAL :em66: Btw, kapan masak bareng? Ijin sama Nyonya dulu loh. Thanks for visiting mine.

    deviw’s postingan di blognya..DJ Oko Part 2

    Reply

    boyindra Reply:

    hayoo jualan prudential yah..hee

    Reply

  37. wah wah wah….ini termasuk Through The Line ga yahh?

    Salam Semangat Sahabat!

    Method Panda’s postingan di blognya..Cinta Lewat Kata – Aku Untuk Negeriku

    Reply

  38. Salam kenal semua,

    Di Jakarta uda ada koq media iklan di taxi seperti di Ho Chi minh, kita orang Indonesia juga kalah sama negara2 luar disana dalam perkmebangan teknologi…

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>