Negara favorit pekerja ditinjau dari hari libur

horoskop2Soal keuangan dari hal besar sampai hal hal yang kecil, saya selalu penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. maklum sebagai anak muda yang memulai segala sesuatunya dari bawah, jika tidak cermat dalam mengelola keuangan apalagi hidup memposisikan diri menjadi pekerja bukan pengusaha maka akan dipastikan hari hari akan terasa sama dan mendapati hidup tidak berubah. bikin hutang tutup hutang. untuk gaya hidup anda bisa membaca postingan saya yang lalu mengenai the jobs to pay the rent

Tapi kadangkala hidup yang ditawarkan bukan merupakan pilihan, kita harus menerima dan mengambil peluang walau bukan apa yang kita inginkan.

Nah ceritanya begini, diawali sebagai orang yang suka ngirim lamaran pekerjaan  kemana mana, saking seringnya jadi mirip makelar mobil yang tiap hari buka iklan koran ‘mobil dijual’. Karena seringnya akhirnya kita minimal tahu dan mendadak pintar menganalisis tentang pasaran, harga dan kalo pekerjaan, ya disesuaikan dengan kemampuan kita misal,cocok atau mampu nggak kita bekerja disana, dan lain sebagainya .

Analisis ini bermacam macam seperti, “oh tempat kerjanya terlalu tinggi buat level saya”, “oh negaranya makanannya gak enak”, “terlalu dingin negaranya kayaknya, gak cocok buat sinus saya”, “wah kalo ini kayaknya disana serba murah nih”, dan bermacam analisis lainnya.

Hal ini sangat normal, saya yakin semua juga mempunyai analisa sendiri sendiri. Nggak mungkin donk gara gara uangnya asik trus kita mau kerja di kutub selatan misalnya..heee..bisa bisa mimisan terus tuh hidung tiap hari.

Nah kali ini saya mengajak sahabat blogger untuk meninjau salah satu analisis saya mengenai keuntungan bekerja di negara dari segi hari libur nasionalnya.

“Lho, kok hari libur? penting apa?” heee…buat yang suka ngitung ngitung penghasilan pasti udah tahu maksud saya. Untuk itu maka saya akan menyajikan data beberapa negara di asia pacific dengan jumlah hari liburnya dalam setahun.

  • Indonesia 14 hari (tidak termasuk cuti bersama)
  • Malaysia 12 hari
  • Thailand 16 hari
  • Vietnam 9 hari
  • Singapore 11 hari
  • Kamboja 25 hari
  • Philipine 13 hari
  • Korea Selatan 13 hari
  • China (daratan) 9 hari
  • Hongkong 15 hari
  • Jepang 17 hari
  • New Zealand 10 hari
  • Australia 9 hari

Maaf ini data lama yang saya dapat, tapi mungkin variannya plus minus 1-2 hari kemungkinan.

Dari data ini agaknya sudah jelas dan sebagai tambahan informasi, jika anda bekerja di luar negeri biasanya anda mendapatkan ‘annual leave’ atau cuti tahunan berkisar rata rata antara 18 – 21 hari.

Artinya jika kita boleh menghitung, maka seumpamanya taruhlah gaji anda $3000 sebulan, maka rata rata anda mendapatkan $100  per hari, dan artinya 21 annual leave anda yang anda habiskan untuk liburan atau pulang kampung, perusahaan tetap membayar $100 per hari walaupun anda sedang tidak bekerja.

Sekarang terakhir mengenai ‘Public Holiday’ atau hari libur nasional. Jika dilihat dari data diatas, maka anda sudah bisa menebak dengan ulasan seperti halnya annual leave, negara mana yang menguntungkan untuk didatangi kalo sekali lagi ditinjau dari hari liburnya apalagi jika tanggal merah itu bisa di akumulasi atau di simpan untuk di bayar nantinya. contoh seperti kalo kita bekerja di hotel, sewaktu liburan tanggal merah kita terpaksa harus bekerja melayani tamu tamu yang sedang liburan. Nah, Public Holiday atau biasa disebut PH ini bisa disimpan dan dibayar dikemudian hari oleh perusahaan.

Kalo kita punya banyak PH artinya kita punya banyak simpanan penghasilan yang belum dibayar bukan?

Pekerja juga bisa menggunakan prinsip pengusaha. Jika anda membiasakan menghitung gaji/penghasilan anda perhari dan membandingkan misalnya dengan tetangga anda yang tokonya nggak pernah ramai dan harus nongkrongin itu toko dari pagi sampai larut malam, bisa dipastikan anda akan lebih menghargai dan tidak malas lagi dalam bekerja.

59 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *