The Jobs to pay the rent

Kalo diartikan kira kira ya pekerjaan untuk membayar sewa. Biasanya kesan nya rada miring, orang bule ngomong gini kalo emang pekerjaan mereka merupakan pekerjaan yang bukan mereka sukai, bukan pekerjaan yang ideal, terpaksa bekerja seperti itu karena gak ada pilihan. wes intinya pokoknya kerja aja buat bayar sewa apartemen dan makan!

Walau udah nonton film nya sampai lebih dari 7 kali, tapi berhubung di star movie di puter terus yah akhirnya nonton lagi dan kata kata itu masih saya ingat pada waktu grup pertemanan itu berkumpul di sebuah bar.

Gara gara kata kata itu saya teringat banyak teman yang saya kenal yang secara tidak langsung atau disadari menerapkan gaya hidup yang kurang hemat meurut pendapat pribadi saya, padahal penghasilan mereka bisa di bilang lumayan. Bisa nge kost Rp. 2 juta sebulan dan hang out ke cafe cafe atau disko tiap malam sabtu (katanya kalo malam minggu buat ABG yah, kalo malam sabtu profesional muda…halah). Kalo lagi cekak gak bisa naik taxi buat kerja terpaksa ngojek atau numpang temen.

Sementara teman saya yang lain, masuk kerja nya sama, jabatannya juga mirip mirip, sudah punya BTN walau masih 11 tahun lagi lunas di pinggiran kota nan jauh disana dan 2 motor bebek. 1 buat dirinya, 1 buat adiknya. kalo ditanya masih kredit gak? jelas donk.

Ibarat kalo mereka berjalan berdampingan, kita bisa melihat perbedaannya. yang satu up to date, yang satu old fashioned (kuno), yang satu HP nya keren, yang satu malah 4 tahun gak ganti ganti disarungin pula, yang satu wanginya bisa ampe sore, yang satu wanginya menyengat di pagi hari, sebelum makan siang lenyap. Dan terakhir kalo makan di kantin perusahaan yang satu gerombolannya banyak, yang satu terlihat di pojok kantin bersama bapak bapak tua.

Setiap keputusan selalu ada konsekwensinya. Menetapkan gaya hidup bisa berimbas dalam percaya diri di pergaulan, walaupun gak ada yang nyuruh anda harus PD atau minder. Pilihan mereka saja sepenuhnya. Hanya saja sikap mental yang terbentuk cenderung terlihat pada keputusan yang diambil walau tidak selalu. Kalo si old fashioned ini diajak oleh si up to date ke disko bs bs (bayar sendiri) tentunya si old fashioned ini akan berpikir bahwa alokasi pengeluaran seperti itu tidak ada dalam budjet dia.

Manusia hidup untuk masa kini dan masa depan. Kalo anda pengagum Warren Buffet, kenapa gak ngikutin cara hidup hematnya dulu. baru belajar jurus jurus investasi. Cara kuno dan klasik memang tidak banyak pengagumnya, banyak sahabat sahabat yang lelah ditengah jalan bahkan sampai tersesat, sampai sampai ada yang mengatakan ” Nikmati hidup yang hanya sekali ini, saya terlalu capek mikirin yang nanti nanti, sewaktu anda bangun di pagi hari anda akan jumpai bahwa kondisi anda masih sama.”

The jobs to pay the rent….the jobs to pay the rent…duh hidup……..

5
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
Negara favorit ditinjau dari hari liburnya | Boyindra's WeblogvardaekkeiboyinEdison Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Edison
Guest

Ini tulisan yang bagus 🙂 Mudah-mudahan teman-teman yang membaca bisa lalu mencoba introspeksi….

Edison’s postingan di blognya..E-mail Heboh Mengenai Krisis Ekonomi (part 3)

boyin
Guest

saya ingat ibu saya bilang, “mereka gak perlu tau kita makan apa, yang penting apa yang kita punya di garasi rumah” lama baru nyadar ternyata makanan itu kalo di jumlahin termasuk besar juga anggarannya se bulan.

ekkei
Guest
ekkei

jadi bingung nih, pilih old fashion apa uptodate yah? 😀

ekkei’s postingan di blognya..Panenan di Awal Bulan

varda
Guest

kalo saya, anggaran terbesar tiap bulan itu untuk papan, alias tempat berteduh. pengeluaran terbesar nomer 2 itu untuk urusan perut. berhubung saya *belum* pernah sukses budgeting, ya pokoknya tiap bulan harus ada yang ditabung. minimal sejumlah x. kalau mau foya2, pokoknya disisakan sejumlah y. (ini jurusnya pake jurus ‘pokoknya’.) uumm.. tentang bule2 itu, mereka sih ngga masalah, ngga kerja juga dapet jaminan sosial, paling engga untuk makan dan berteduh. lha orang di indonesia, siapa yang mau menjamin? ibaratnya, kalau di eropa pegawai menengah di sebuah kantor dan pengangguran yang dapet jaminan sosial sama-sama bisa makan sop kaki kambing (emang ada… Read more »

trackback

[…] Soal keuangan dari hal besar sampai hal hal yang kecil, saya selalu penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. maklum sebagai anak muda yang memulai segala sesuatunya dari bawah, jika tidak cermat dalam mengelola keuangan apalagi hidup memposisikan diri menjadi pekerja bukan pengusaha maka akan dipastikan hari hari akan terasa sama dan mendapati hidup tidak berubah. bikin hutang tutup hutang. untuk gaya hidup anda bisa membaca postingan saya yang lalu mengenai the jobs to pay the rent […]