Antara premanisme, lapangan kerja dan bahasa inggris.

Minggu kemarin semakin marak diberitakan di koran mengenai giat giatnya aparat polisi kita dalam memberantas para preman di seluruh Indonesia khususnya di Jakarta. Ribuan preman ditangkap dan ratusan orang yang sudah terproses hukum. Terobosan ini tentunya sedikit menggembirakan bagi kita terutama untuk masyarakat yang sering bersinggungan setiap hari dengan para preman ini walaupun banyak pula yang berkomentar miring terhadap gebrakan yang dilakukan institusi kepolisian, apakah akan terus konsisten atau sementara saja.

Minggu pagi ini di kompas ada sebuah paparan menarik di kemukakan oleh seorang psikolog dari Universitas Medan Area bahwa premanisme dan kejahatan jalanan merupakan problematika sosial yang berawal dari sikap mental masyarakat yang kurang siap menerima pekerjaan yang dianggap kurang bergengsi. Sebenarnya peluang kerja itu cukup banyak, tetapi kurang diminati karena dianggap kurang terhormat. ungkap psikolog yang juga dosen tersebut. Ia mencontohkan pekerjaan menggali parit atau sebagai petugas kebersihan jalanan yang secara normatif dianggap halal, tetapi dinilai rendahan.

Pikiran awam saya mulai bermain membaca paparan tersebut dan walau hati kecil saya sebenarnya mengiyakan penyataan sang psikolog ini, entah mengapa pikiran saya melambung jauh dengan mengkaitkan latar belakang kita di jajah oleh Belanda yang tidak mewariskan apa apa meskipun hanya Bahasa sekalipun, serta juga didasari oleh mekanisme hijrahnya suatu bangsa ke negara lain salah satunya di karenakan ketatnya persaingan di negara sendiri.

Singapura dan Malaysia adalah contoh bangsa yang di jajah inggris dan seperti yang kita temui dan saya rasakan sendiri dengan warisan bahasa inggris dari negara inggris tersebut, banyak dari mereka menguasai sektor sektor pekerjaan di negara negara yang belum semaju mereka seperti Thailand,Vietnam, kamboja, dan laos. Kalau untuk kelas menengah banyak di kuasai philipino dan sedikit dari kita.

Bagaimana dengan kualitas pekerjaan? Ah kalau soal itu, bangsa kita gak kalah kok. 10 tahun yang lalu saya sempet sedih dan kesal sewaktu bergabung dengan perusahaan kapal pesiar di Amerika sana yang dimana kita bangsa Indonesia banyak yang menjadi staff level terbawah, sedangkan orang kulit hitam dari jamaica, Trinidad dan negara latin lainnya mendapatkan jabatan yang lumayan bergaji ribuan dollar tetapi parahnya banyak diantara mereka yang tidak bisa baca tulis! Ini bukan karangan tetapi kenyataan yang menyakitkan dan jangan tanya saya bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan mereka karena akan panjang ceritanya. Walaupun Bill Gates pernah mengatakan “Life is not fair, get used to it” atau “hidup ini tidak adil jadi biasakanlah” tapi kalo kondisinya kayak gitu orang gak bisa baca tulis dengan yang 4 tahun sekolah di perhotelan. C’mon please deh om Bill!!

Sementara di  Vietnam sini mengingatkan saya akan jaman Pak Harto belasan tahun yang lalu yang dimana semua istilah inggris di Indonesiakan. Anda tentu masih ingat sampai semua serial TV dari luar negeri di dubbing sampai istilah ATM saja di indonesiakan, walau sekarang masih, tetapi tidak separah disini (di Vietnam). Walau secara pribadi saya kurang suka mendengar orang suka campur campur bahasa antara inggris dengan indonesia tetapi obyektifitas pikiran saya mengatakan ” kalo gak terus dilatih bahasanya cepat lupanya dong?”

Mengharapkan pemerintah sekarang ini agar menggalakkan bahasa inggris sebagai bahasa kedua dengan memberikan banyak kursus kursus inggris gratis agaknya terlalu jauh dari angan.

Kita yang seharusnya mengejar ketertinggalan tersebut karena lahan itu sekarang sudah mulai banyak yang memperebutkan, seperti orang orang afrika yang saya jumpai mulai cukup banyak yang hijrah ke negara negara ASEAN hanya dengan kemampuan bahasa inggris saja. Mereka menyasar sektor sektor factory/pabrik, bergabung dengan organisasi organisasi nirlaba internasional (NGO) hingga sekedar assistant teacher di TK international school.

Ngomong ngomong soal orang hitam itu, saya sering menemui mereka mulai jam 9 malam dan sekitar 30-an orang mereka berkumpul di salah satu bar dan minum minum disana. Kalau hanya minum saja sih saya tidak begitu memperdulikan tetapi kelakuan mereka yang semakin malam bak preman itulah yang merusak citra mereka sendiri. Kadang salah satu dari mereka harus merasakan kepala bocor karena dikeroyok dan di pentung kayu oleh masyarakat setempat dan dikejar kejar sampai ujung gang.

Se preman premannya bangsa kita, saya yakin kalo di beri kesempatan bekerja di luar negeri mereka males jadi preman lagi. Kayaknya bukan budaya kita menjadi preman di negeri orang.

Leave a comment ?

18 Comments.

  1. Preman di bawah sudah ditertibkan, walaupun entah sampai kapan. Tetapi bagaimana dengan mentalitas preman di atas??? :em45: Wallahu’alam

    Bang Aswi’s postingan di blognya..Hibernasi dan Penyakit M

    boyin Reply:

    setiap aksi ada reaksi. suatu saat pasti kena batunya. gak ada maksud nyumpahin lo yah..

  2. Brillian!! ANalisa brilian.
    Rata-rata negara yang di pernah di jajah Inggris maju. TApi, bukankah Indonesia sekarang belum merdeka sepenuhnya?

    boyindra Reply:

    sebenarnya gak masalah Indonesia dijajah ekonominya asalkan pemerintah tidak disetir dan mau pasang standar UMR yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat. Kalo gak salah saya dengar seperti Denmark yang ekonominya dikuasai asing tapi rakyatnya makmur2 aja tuh.

    masarif Reply:

    Repotnya lagi meski sopir tidak mau nyetir, kita (pemerintah) sendiri yang malah minta di setir.

    masarif’s postingan di blognya..Semoga satu tambah satu sama dengan Dua

  3. kasian juga yah orang kita jadi pegawai rendahan. Yang harus kita perbaiki adalah kualitas diri kita. :em50:

    *duh emote-nya koq imut-imut gini yah*

    boyin Reply:

    memang dimana mana ketidak adilan banyak di jumpai.

  4. premanisme memang termasuk masalah sosial yang begitu kompleks. munculnya geng2 preman juga bisa menjadi indikator betapa lemahnya perhatian pemerintah terhadap msalah lapangan kerja. kondisi itu diperparah dg lemahnya kontrol masyarakat terhadap berbagai macam bentuk premanisme. premanisme makin merajalela ketika hukum juga mandul. saya salut saja dg sikap aparat utk membrangus premanisme semacam itu. tapi kalau hanya insidental, yang lebih menyedihkan, hanya sekadar menuruti komando atasan, premanisme akan selalu tumbuh dan berkembang. apalagi ada isu bahwa sebagain gang preman di-backup oleh aparat. ini gimana toh, mas boyin?

    sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Refleksi Menjelang Hari Guru 2008

    boyin Reply:

    kalo nyang back up2 an entu gak iso jawab pak de..hee

  5. Kini Keadilan itu nilainya sangat lah mahal 🙁 Dimana para kesatria yang menegakkan keadilan masih adakah ?

    Gelandangan’s postingan di blognya..Mari Akhir Tahun 2008 Dengan 250 Artikel Budaya Indonesia

  6. diriku termasuk preman nggak ya?

    boyindra Reply:

    waduh, kedatangan preman donk? :em44:

  7. Aku setuju pendapat psy itu, tapi masalahnya bukan itu saja. Standar gaji minimal pekerja di Indonesia itu sangat rendah sekali. Bayangkan saja tukang sampah di Indonesia berapa pendapatannya?

    Sedangkan pekerjaan-pekerjaan kasar seperti tukang sampah, tukang apa aja deh, tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka. Apalagi bagi mereka mempunyai anak dan istri.

    Pemerintah pun ikut andil dalam hal kemiskinan tersebut, karena tidak bisa menyejahterakan masyarakatnya. Lihat saja di bidang kesehatan dan pendidikan. Yang mana itu merupakan suatu yang sangat vital. Mahalnya kesehatan dan pendidikan membuat masyarakat putus asa.

    Jadi para preman/calonnya akan berpikiran: buat apa aku harus bekerja keras siang/malam, jika dengan itu aku dan keluarga intiku tidak bisa berbahagia? Boro-boro hidup!!!

    MENDING AKU JADI PREMAN SAJA!!! Paling tidak aku bisa berbahagia dikit walaupun esok kena tembak.

    :em70:

    Juliach’s postingan di blognya..Lega sudah

    boyin Reply:

    resiko kena tembak berbanding lurus dengan potensi penghasilan si preman itu tentunya.kalo kelas coro paling kena bogem.

  8. :em40: menurut abang preman itu masih ada tidak jika sudah di razia? halah malah nanya……..lari sebelum di razia abang.
    salam hangat selalu

    dobleh yang malang’s postingan di blognya..seruni berkubang duka

  9. saya sih dukung aja usaha para bapak2 dan mas2 polisi…
    kalo tidak didukung nanti malah gak di bersihkan preman-nya iya to?

    tapi tetep kritis dan cerdas je…

  10. Mas btw apakah pemberantasan premanisme ini terkait dengan Kapolres kita yang baru ya?

    anton’s postingan di blognya..Google Analytics Advanced Segments

    boyin Reply:

    banyak sih yang ngomong gitu..tapi jangan pesimis. dulu waktu ketua KPK antasari azhar pas diangkat bejibun yang berkomentar miring, tau nya Ok’s banget tuh. bravo KPK!

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>