Hotel jobs is sucks?

Suatu hari pukul 8 malam saya pergi ke caffe shop hotel untuk makan malam, berhubung udah laper banget maka saya mengambil makanan di meja buffet daripada memesan menu. Tidak ada manager lain yang makan waktu itu hanya teman baru saya seorang manager proyek yang bekerja sementara untuk keperluan proyek hotel.Teman ini orang Jerman yang sudah melanglang buana ke mana mana, setelah mengambil makanan lalu saya duduk di meja bersama teman saya ini dan kami pun ngobrol ngobrol ringan saja, salah satu obrolan itu adalah mengenai pekerjaan yang kira kira sebagai berikut,

Friend:” Hi Indra!, Finished work?”
Me:” Almost, I’ve to follow up something, got the guest complaint just now.”
Friend:”Haa…again huh?”
Me:”yup..like usual.” sambil mengangkat bahu
Friend:” you know what, I just don’t get it with your job…it looks like that everything is just the same but you spend 14 hours everyday.handle as*h*le guest, you know that they’re not pay much in this hotel and you’ve got to be calm and make sure everything right for them. Life hard huh?!”
Me:”It’s my world, off course you don’t get it.” jawab saya santai

Nah cuplikan obrolan dengan teman saya si engineer diatas itu sebenarnya sebuah pengalaman baru bagi saya karena selama ini belum pernah sekalipun saya mendapatkan input seperti ini dari seseorang, bahkan sang teman ini seperti berusaha untuk mempersuasi dengan menceritakan tentang jenis jenis pekerjaan yang lain di lain negara dan yang ideal bagi pandangannya.
Terus terang waktu itu saya manut manut aja mendengar penjelasannya yang panjang lebar disertai contoh contoh yang seolah olah menjustifikasi opininya menjadi sebuah kebenaran.

Malam itu saya berpikir dari apa yang dikatakannya, gak bete sih dengan paparannya karena selama ini dia baik sama saya dan apa yang dikatakannya murni pendapat dia dan saya sudah kadung biasa (baca: terbiasa) mendengarkan orang lain di banding menyela. Entah karena kepengaruh atau bukan, saya mulai mengumpulkan kejelekan kejelekan pekerjaan saya sendiri seperti di complaint tamu, di complain bos, anak buah di belakang bermain monkey bussiness, delegasi ke assistant saya yang membias, di depan bilang ok ternyata gak dikerjain, sulitnya berhubungan dengan departemen lain, dan masih banyak lagi.
Saya pun mulai mengajukan pertanyaan kepada diri saya kok bisa yah sampai saya tidak menyadari kalo pekerjaan ini sampai begini jeleknya di komentarin orang lain? lalu saya berusaha untuk flash back tentang bagaimana saya bisa seperti ini, dari mulai kuliah yang amat menyenangkan mata pelajarannya, bisa punya akses training dan kerja di luar negeri, fasilitas yang sangat baik yang mungkin tak terbeli dari penghasilan, hidup bebas hutang, dan lain sebagainya.

Saya mulai menyadari dan memahami opini teman saya ini, buat dia gaya hidup expat yang baru saya rasakan dan saya sangat syukuri buat dia adalah hal yang sangat biasa. sedangkan di lain pihak handukmandi dan sprei yang diganti di kamar tiap hari saja sudah merupakan hal yang luar biasa karena tidak pernah saya dapatkan di rumah saya. Teman saya ini lebih melihat dari sudut pandang pekerjaan yang menurut dia tidak mungkin dia lakukan seperti melayani tamu, tidak ber argument jika tamu menyalahkan, dan sebagainya…singkatnya jongos amat seeh..

Obrolan yang menyita perhatian sampe pake menganalisis segala ini tidak menjadikan saya menghindari dia, jelas manusia di takdirkan berbeda beda sesuai dengan minat masing masing. Selama anda mencintai pekerjaan anda disaat itulah anda merasa kaya.

19
Leave a Reply

avatar
9 Comment threads
10 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
muftijohnnyMehran Wai Leong ChinniahaRuLHarry Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
sawali tuhusetya
Guest
sawali tuhusetya

semoga perjalananannya membawa banyak hikma dan berkah mas boyin. kapan pulang ke indonesia? jangan lupa oleh2nya, yak, hehehe ….

sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Membangun Semangat Berbagi dan Bersilaturahmi melalui Blog

Wempi
Guest

ada baik selalu ada buruk, tergantung maunya kita ngambil yang mana

Edi Psw
Guest
Edi Psw

Pekerjaan apapun walaupun sepele, tapi kalau ditekuni, bisa membawa kita menjadi orang yang sukses.

Edi Psw’s postingan di blognya..Garuda Wisnu Kencana (GWK)

edratna
Guest

Justru menarik bisa diskusi dengan berbagai karakter orang yang persepsinya berbeda-beda. Apalagi jika bergerak di bidang jasa, seperti perhotelan, yang kesuksesannya sangat diutamakan dari kepuasan pelanggan, dari pelayanannya.

Dan bagi petugas yang melayani, jawaban hanya dua…terimakasih dan maaf….
(bagi orang Indonesia, kalau argumen dan ga pada tempatnya, malah ga datang lagi…jadi diawali dulu dengan maaaf…. bla, bla, bla…baru terimakasih)

edratna’s postingan di blognya..Sebuah “pilihan”

masarif
Guest
masarif

ingat temannya teman…
Kerjanya mungut sampah, tapi sekarang jadi juragan sampah. PEmungut setor ke dia.

harianku
Guest
harianku

jangan lupa oleh oleh nya yah mas 🙂

anton
Guest
anton

@MAs Edy Selain ketekunan kita perlu juga kesenangan dalam pekerjaan tersebut seperti kata mas Boyindra..

anton’s postingan di blognya..Google Video Chat untuk Gmail

Harry
Guest
Harry

baik dan buruknya pekerjaan tergantung sudut pandang dalam melihatnya, kecuali pekerjaan menjadi penjahat itu lain soal :em20:

Harry’s postingan di blognya..Tukang Copi Paste

aRuL
Guest

wah enak banget yah keliling2 negara2…
mau saya mas 🙂

Mehran Wai Leong Chinniah
Guest
Mehran Wai Leong Chinniah

Semua pekerjaan ada advantage and disadvantage dia. Pekerjaan hotel memang banyak satisfaksinya – tetapi kita perlu sanggup kerja lama and balik lewat.

Tahniah diatas blog anda. Semoga-moga Tuhan akan mengurniakan blessing ke atas inisiatif anda

johnny
Guest

hAJzEE Thanks for good post

mufti
Guest
mufti

asli seru banget nih, blognya..

share donk gimana langkah” biar bisa kerja di LN..(land) :em17:

skarang si gw lg in proses buat di kapal pesiar,,itung” langkah awal gw, biar bisa dapet akses., ke tempat kerja di LN yg di darat-nya.hehehe :em32:
keep posting bro..