Salah satu cara menentukan besaran gaji

Pembahasan seperti ini kayaknya selalu asik untuk di perbincangkan buat yang untuk sekedar pengetahuan aja atau memang yang pingin berangkat. Kalo gak salah pembahasan seperti ini pernah saya baca di situs indonesia hotelier, tapi udah beberapa bulan ini kok gak bisa di akses yach. mungkin rekan rekan admin bisa memberikan penjelasan (kalo sempet baca blog ini tentunya).

Bahasan ini bukan buat senior senior yang udah gawe di LN lama, tapi I really appreciated kalo yang senior senior ini bisa memberikan kontribusi melalui comment di bawah.

Nah cara yang paling gampang ialah tanya teman teman kita yang udah duluan kerja disana. Kalo gak terlalu kenal ya gunakan pendekatan SKSD dulu lah seperti dulu kerja dimana, kenal si ini gak, atau pertanyaan pembuka lainnya baru menjurus ke pertanyaan seperti “kira kira pasarannya disana berapa ya mas? “. Saya suka miris sewaktu membuka lowongan pekerjaan untuk opening hotel yang bisa di kategorikan bintang 3 di negara sekelas Cambodia, banyak pelamar yang masuk dan mencantumkan gaji disana, alamak itu mintanya,…  ini mungkin lo yah! sekelas gaji hotel bintang 5 di dubai. Tentunya yang mau nginterview udah takut duluan heee..

Bertanya ke teman adalah yang paling efektif dan efisien tapi keakuratanya jelas tidak bisa 100% di percaya apalagi bukan teman akrab anda, anda harus mengira ngira besarannya. kemungkinannya mungkin dengan plus minus sekitar $100 – $500, itu metode saya loh bisa sharing juga metode anda karena banyak juga yang mengurangi ataupun menambahi gaji mereka dari yang sebenarnya karena itu semua tergantung dari percakapan apa yang anda gelontorkan ke teman anda itu (ngerti sendiri khan). Tapi gimana dengan pre opening hotel? pada dasarnya sama aja kalo hotel itu sebuah internasional franchise ato chain hotel malah untuk hotel besar mereka sudah mempunyai standar gaji dari budjet hanya saja negosiasi selalu ada, tapi kalo berbicara lokal hotel yang dimana anda berurusan langsung dengan ownernya, nah untuk itu perlu digunakan skill tambahan dalam bernegosiasi. Negosiasi ini tentunya diawali dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan seputar tentang gambaran hotel mereka kedepannya sesuai dengan bussines plan mereka. Pertanyaan yang klasik yang kudu ditanyakan yaitu

  • Berapa jumlah kamarnya
  • berapa average room ratenya atau plannya untuk average room rate(tanyakan apa ratenya udah dikurangi breakfast apa belon kalo belon berapa proyeksi harga breakfast per person trus tanya juga apakah udah nett atau masih dipotong tax and service lalu tinggal anda kurangi deh)
  • Berapa proyeksi total revenue yang mereka tetapkan untuk seluruh pendapatan seperti room, f&b, dan other income. Hal ini ada kaitannya dengan profit and loss atau neraca rugi laba. Dengan melihat gambaran kasarnya kita bisa memperkirakan berapa kira kira pengeluaran (termasuk salary & wadges) dan berapa pemasukan dari komposisi idealnya.
  • Jumlah karyawan dan tanya saja pasaran gaji basic untuk Rank and file disana.
  • Bidang pekerjaan yang harus di jalani nantinya, jangan sampai gajinya menggiurkan tapi kerjaanya rangkap sana rangkap sini.

Setelah itu sebenarnya anda sudah bisa memperkirakan walau tentunya tidak ada besaran yang pasti dari kalkulasi di atas tetapi sudah cukup membentuk sebuah persepsi tentang gambaran hotel yang anda mau tuju sehingga range yang diminta bisa tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Kalo mau singkat dengan menanyakan 2 pertanyaan di atas udah cukup kok. pertanyaan berikutnya sebenarnya masih bisa di kembangkan tetapi kalo anda kebanyakan nanya ke owner lokal yang hotelnya di negara yang lebih “down grade” daripada di Indonesia maka yang kita takutkan subjektifitas akan muncul dan anda akan kehilangan kesempatan emas. Bagi anda yang masih single dan gak ada tanggungan apa apa (utang, nanggung ortu,dll), menurut pendapat pribadi saya gak ada salahnya berspekulasi..hajar aja bleh! hee..asal kedua belah pihak setuju dengan jumlah yang disepakati. Siapa tau juga kalo owner lokal suka dengan anda, anda bisa dapet share dari GOP hotel tersebut atau mungkin di jodohin ama anaknya..hehehe..jangan salah ada lho contohnya ada disini walau sedikit beda ceritanya.

Pengalaman membuktikan bahwa biasanya lamaran kerja yang dilakukan secara personal melalui situs situs lowongan kerja lumayan sulit untuk mendapatkan respon, rata rata dari pengalaman teman teman lain yang mengirim lamaran sebanyak 20an hanya 1 atau 2 saja yan memberikan respon. Yang sudah sangat berpengalaman pun seringkali gagal dalam proses negosiasi gaji disebabkan salah satunya keinginan untuk mendapatkan gaji lebih dari sebelumnya yang didapat tanpa mengakses data atau sumber informasi hotel jenis apakah serta lokasi/negara yang akan sedang di lamar.  karena Maka dari itu manfaatkanlah secara baik respond/peluang tersebut dan berhati hati dalam menentukan expected salary yang biasanya merupakan pembicaraan terakhir dalam proses interview. Apapun kondisi anda, apakah sedang kepepet atau tidak, peluang untuk mendapatkan respon tetap lumayan susah dicari.

Leave a comment ?

14 Comments.

  1. wah… analogi yang bagus om… pinter juga analisanya… siip dech… :em20:

    Masenchipz’s postingan di blognya..Kompetisi diajang internasional, Masenchipz dot com masuk nominasi… horeee… dukung lagi ya… biar menang…

    Reply

    boyin Reply:

    Aku udah ikut vote tuh…

    Reply

  2. Karena itulah kita harus terus meng-update kemampuan kita dalam mengelola profesi kita dengan terus bersilaturahmi pada kawan2 seprofesi. Salut!

    Bang Aswi’s postingan di blognya..Ditolak! Mengapa Harus Menyerah?

    Reply

  3. Melamar kerja, pada akhirnya mesti ditanya berapa gaji yang diinginkan…..ini memang sulit-sulit gampang.
    Jika terlanjur mengatakan murah, padahal sebetulnya pasaran di atas itu, bisa rugi…tapi jika terlalu tinggi, juga akan ditolak.

    Memang sebelumnya harus menyiapkan data pembanding, tanya teman dll.

    edratna’s postingan di blognya..Sudahkan anda registrasi untuk hadir ke pestablogger 08?

    Reply

    boyin Reply:

    Tante, welcome to my blog.

    Reply

  4. Masalah gaji selalu rada tricky or risky ya boss,..

    thanks buat pencerahannya,…

    Reply

    boyin Reply:

    Halah..Jamal merendah aja..kalo udah di mak erot (baca:marriot) mah udah gak perlu mikir lagi..hee :em47:

    Reply

  5. aku dari dulu ga pernah bercita-cita buat kerja ke orang atau ke suatu perusahaan manapun jadi ga pernah ribet memikirkan hal seperti ini untungnya 😀

    Reply

  6. kalo untuk pekerjaan professional mungkin bisa di terapkan, tapi untuk pekerjaan buat nyari makan berapapun gajinya saya terima deh pak dari pada gak kerja :em20:

    Wempi’s postingan di blognya..Home Alone

    Reply

    boyin Reply:

    Bener banget….banyak lho yang suka gengsi padahal bisa pake batu loncatan..minimal ada fasilitas gratis buat internet ama ngeprint CV buat kerjaan selanjutnya.

    Reply

  7. soal yang beginiann saya sangat awam, mas boyin. makmum aja sama analisis mas boyin. yang pasti, bagi pelamar kerja di tengah situasi sulit seperti ini yang penting bisa diterima duluan, soal gaji biasanya dipikir belakangan.

    sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Pertemuan Tak Terduga dengan Mas Andy MSE

    Reply

  8. Sayang mas, saya juga masih penggangguran…

    Anton’s postingan di blognya..Seminar tentang pengenalan blog di Kota Madiun

    Reply

  9. thanks buat info nya mas,
    n
    salam kenal

    Reply

  10. Semua banting harga! | Boyindra's Weblog - pingback on May 27, 2009 at 9:11 am

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackbacks and Pingbacks: