Rupiah 10.000, Insan perhotelan pada senang

Ternyata kalo rupiah tambah naik bukan orang hotel aja yang senang tapi entah mengapa wapres kita juga senyum senyum, itu yang saya baca di kompas tadi sore. Kalo penasaran kenapa beliau senyum ya tinggal di klik aja link yang saya bikin.

Tapi blog ini jelas tidak membahas politik (karena emang bukan backgroundnya) hanya saja buat yang awam tentang industri perhotelan kenapa tidak hanya orang perhotelan di luar negeri yang senang dollar naik, tapi di dalam negeri juga pada senang, tebakan yang paling umum dan masuk akal biasanya

“khan kalo tamu ngasi tip khan dalam bentuk dollar?” sebenarnya tebakannya gak salah sih, cuman hal itu hanya bisa dinikmati oleh sebagian karyawan saja yang lebih banyak berinteraksi kepada tamu dalam bidang pekerjaanya secara spesifik seperti bellboy, waiter, room attendant, dan yang lainnya.

Orang hotel di Indonesia umumnya di gaji dalam dua komponen yaitu gaji basic sama dengan yang namanya “service charge (SC)”. Untuk di perhotelan di Indonesia sekitar 10% kalo di cafe cafe terkenal biasanya sekitar 5.5%. Nah kalo diasumsikan 1 hotel berkaryawan 100 orang dan pendapatan hotel bulan itu adalah $100.000 diluar pajak dan SC maka dari SCnya sendiri akan didapat sekitar $10.000 atau $100 per orang di luar gaji basic. Tentunya perhitungan aslinya tidak sesederhana ini karena ada kebijakan kebijakan lain dalam pengurangan  SC seperti breakage and loss, dana untuk training, dan lain sebagainya tergantung kebijakan hotel dan colective labour agreement ato KKB (kesepakatan kerja bersama) dari pihak hotel dengan karyawan. Maka dari itu sudah jelaslah kalo di dalam negeri pun terpuruknya nilai tukar rupiah adalah hal yang malah di harapkan karyawan perhotelan atau pariwisata pada umumnya. Seperti yang kita tahu bahwa krisis dan peluang adalah sebuah dua sisi mata uang.

Kita semua mungkin sudah pada tahu bahwa Amerika sekarang sedang dilanda krisis keuangan gara gara si subprime mortgage pada mulanya,  ampe merembet kemana mana dan mengakibatkan rupiah terpuruk. Tapi yang namanya awam banyak juga yang heran krisis kredit perumahan di Amerika nun jauh disana tapi kok rupiah ikutan loyo juga, bukannya malah kalo Amerika bangkrut Rupiah malah tambah kuat?

Penjelasan gampangnya saya juga sebagai orang awam untuk memahami ialah karena mata uang Amerika itu emang bukan sekedar mata uang  suatu negara aja tetapi sudah merupakan komoditi international. Orang pake dagang, transaksi ampe bayar utang (perusahaan lokal) itu pake dollar. Jadi pas Amerika krisis, pengusaha butuh dollar untuk transaksi importnya sedangkan eksportnya karena krisis menjadikan pemasukan dollar jauh berkurang karena penurunan eksport, alias permintaan lebih besar dari penawaran. Sedangkan untuk di pasar modal sendiri para investor asing di bursa efek pada menarik sahamnya dan pada di jual sehingga harga saham rontok, nah untuk mentransfer uangnya khan pake dollar, tentunya dalam jumlah yang sangat besar yang pada akhirnya dollar jadi jarang dipasaran. Karena jarang itulah ditambah banyaknya permintaan membuat harga dollar menjadi naik (hukum ekonomi SMA).

Cuman dari berbagai informasi yang saya akses, belum di ketahui sampai kapan dollar akan bertahan di level 10.000, walaupun Bank Indonesia sudah melakukan intervensi dengan memberikan tambahan supply dollar di pasaran.

Mbok ya ada yang ngasi tahu biar kita kita yang nun jauh disini bisa ambil ancang ancang kapan mau nyairinnya..heeee

12
Leave a Reply

avatar
9 Comment threads
3 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
7 Comment authors
LifestyleWempiBang Aswiantonboyin Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Lala
Guest
Lala

sekarang udah mencapai 11rb an jualnya :em29:

Lala’s postingan terakhir di blognya..Sekilas Cerita JOGJA JAVA CARNIVAL – 25 Oktober 2008

anton
Guest
anton

Menrutku ada 2 kriteria, untuk warga negara kita jika dollar semakin naik tentunya bbm dan sembako akan semakin naik juga. Tapi jika untuk blogger yang penghasilkan utamanya dollar tentunya sangat menggiurkan, hehehe :em32:

Btw themenya bagus, terima kasih dan salam kenal, coaba test commnet luv ah…

anton’s postingan di blognya..Cerita kecil aku saat ini sebagai blogger pemula

sawali tuhusetya
Guest

wah, demikian besar pengaruh amrik terhadap tata ekonomi dunia. kalau negeri paman syam itu dipimpin oleh tokoh yang tidak visioner, bisa2 dunia makin runyam nih, mas indra, haks.

sawali tuhusetya’s postingan di blognya..Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2)

boyin
Guest

Betul Pak De, makasih udah mampir

Bang Aswi
Guest
Bang Aswi

Kapan ya kita tidak tergantung sama Amerika?
Kunjungan balik nih … dan salam kenal.

Bang Aswi’s postingan di blognya..Lets Go Bike!

Lala
Guest
Lala

update…12500 :em29:

Lala’s postingan di blognya..Siapakah Bapak Yang Bersepeda Ini ?

Wempi
Guest

kalo dulu orang pake emas, ngutang, gadai.

Wempi’s postingan di blognya..Home Alone

trackback

[…] Sayang, mau diapain lagi, ternyata saya bukan mahasiswa seperti itu, terbukti sewaktu ada bukaan lowongan untuk hotel bintang 5 berlian yang terkenal mewah dan tekenal dengan gaji dan service charge yang tinggi. saya gak masuk hitungan. beberapa teman yang memang saya akui lebih pintar dan rajin,  mendapat kesempatan itu. Oya buat yang belum mengerti apa itu service charge bisa buka postingan saya dulu yang judulnya ini. […]

trackback

[…] terlebih dahulu bahwa Insan perhotelan di Indonesia di gaji dalam 2 komponen, Gaji Basic dan Service Charge. Nah di Indonesia pada umumnya service charge berkisar 10% untuk hotel dan 5.5% untuk […]

Lifestyle
Guest

Nice post! GA is also my biggest earning. However, it?s not a much.:)