Aug
26
2010
30

Perlunya pelindungan tenaga kerja untuk umur 40 tahun ke atas?

Seorang teman lama  mengirim pesan pendek di email saya minggu kemarin. “Pak ada lowongan nggak disana? udah abis nih kontrakku.” wah, kejadian deh..dan ini kejadiannya di indo bukan kapasitasnya sebagai expat.

Seperti yang sudah baru baru saya bahas mengenai jenis jenis karyawan di sini, sebagai teman saya masih belum terima bagaimana perusahaan memperlakukan seorang karyawan lokal seperti ini, apalagi teman saya itu tak lagi muda dan mempunyai anak yang terbilang bukan anak anak lagi.

Saya termasuk ngenes juga dengernya apalagi yang menjalani yah, dia juga menceritakan bahwa anaknya pas perlu perlunya uang untuk biaya masuk PT. Negara kita ini bukannya makin baik sistemnya malah makin buruk sistem tenaga kerjanya, harusnya kayak dulu lah, kalo memang tidak diperlukan lagi bisa dipindahkan ke departemen lain, bukan langsung dipotong nafkah hidupnya gitu sehingga minimal yang tergeser mikir untuk pindah cari kerjaan tempat lain agar tak selalu di cap ” non performance staff “. Dengan cara itu minimal para pekerja itu diberi kesempatan dan uang gaji masih tetap konstan.

Dengan situasi kayak gini berarti udah gak ada bedanya dengan kerja di luar negeri apalagi menurut teman saya ini gaya gayanya juga sama, seharusnya 3 bulan sebelumnya kalo gak diperpanjang pihak HRD harus memberitahu dulu sebelumnya, ini malah cuma 1 bulan, wah wah bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan baru secepat itu. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya iklan lowongan pekerjaan yang membatasi usia, seperti contohnya nih, dicari manager anu usia antara 27 -35, la kalo udah gini yang umur diatas itu gak ada kesempatan donk, apa memangnya kalo sudah diatas 35 kita kudu siap siap buka warteg atau jualan pulsa elektrik karena udah gak laku lagi?

Walau tidak harus dideklarasikan secara formal, setidaknya ada upaya yang lebih manusiawi untuk memperlakukan karyawan terutama yang laki laki karena biasanya mereka adalah kepala keluarga dan sebagai tulang pungung keluarga, kepada perusahaan juga diminta fleksibilitasnya dalam pengambilan keputusan pemutusan kontrak karena dampak yang terjadi cukup signifikan jika aliran dana terhenti begitu saja. walaupun sekarang ini banyak sekali suami dan istri bekerja tapi masih ada juga yang hanya suami yang bekerja dan istri membantu seadanya di rumah seperti membuka warung kecil kecilan, dan usaha kecil lainnya.

Duh kalo kayak gini ceritanya, kapan saya balik ke tanah air nih..?

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Aug
17
2010
38

Benci dokter sekarang cinta

Sejak beberapa tahun yang lalu, karena beberapa peristiwa yang terjadi terhadap teman, saudara atau pada diri sendiri membuat saya mempunyai persepsi yang tidak baik terhadap profesi dokter. Terlalu panjang rasanya kalau saya harus ceritakan ulah apa yang dokter dokter tersebut lakukan, intinya saya punya pandangan berhubung biaya menjadi dokter itu mahal, seolah olah mereka memperlakukan seorang pasien itu murni sebagai sebuah bisnis yang dimana biaya investasi mereka mulai dari sekolah sampai peralatan praktek mereka kudu balik modal cepat.

(more…)

Written by boyindra in: Experience | Tags:
Aug
06
2010
28

Fenomena Nikah telat

mariageFenomena ini sepertinya hanya berlaku untuk orang orang yang seumuran saya saja dimana tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru tahun kemarin lulus kuliah, eh gak taunya malah sudah punya anak dua..heee.

Entah kenapa, bagi pembaca yang mengikuti terus cerita di blog ini pasti tau akan latar belakang pendidikan saya di bidang pariwisata. Sekolah perhotelan umumnya tidak membutuhkan waktu lama untuk lulusnya, karena sekolah ini memang lebih menitik beratkan ke masalah ketrampilan atau skill, walaupun dari segi manajemennya juga di ajarkan. Tak heran banyak dijumpai pada usia 20 – 21 kami sudah merasakan dunia kerja dan menghasilkan rupiah atau dollar dari sana.

(more…)

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Jul
28
2010
22

Berjalan dengan kesadaran

brainCieehh..baru baca judulnya kayaknya udah berbau spiritual banget yah..haaa. Kali ini saya hanya ingin mensharingkan saja pemahaman saya tentang kesadaran. Katanya kesadaran itu adalah kalo kita sedang makan dirasain enaknya kalo nggak enak juga dirasain, jadi makan gak perlu terburu buru apalagi sampai kegigit lidah. Kalo lagi di jalan awas sama hal didepannya, kalo anda masih sempet nginjek permen karet di jalan berarti kesadarannya belum terlatih, mungkin terburu buru atau faktor lainnya. Dengan melatih hal hal sederhana gini, katanya kita akan lebih sensitif dan feelingnya kuat akan keadaan disekitarnya. pendeknya,  kita seperti lebih merasakan suara di dalam, mungkin ada yang menyebutnya hati nurani atau apalah saya gak tau.

Saya punya dua pengalaman, pengalaman pertama terjadi disini. Tiap hari kalo saya ke kantor saya selalu melalui jalur yang sama, sampai sampai pak polisi yang tiap hari berjaga di pengkolan perempatan tahu kalo saya foreigner yang gak punya SIM, makanya saya lumayan suka jadi bahan empuk untuk ditangkap, walau dari segi perlengkapan sepeda motor jelas udah lengkaplah dari spion dua, stiker pajak sampai pake helm. Lama lama gerah juga diintai atau bahasa jawanya dititeni terus ama polisi dari kejauhan, maka dari itu saya mengadakan uji coba dengan mendengarkan suara dari dalam, di  mana polisi itu mangkal kali ini..heee

(more…)

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
Jul
23
2010
25

Anak kok bisa beda?

Mumpung punya blog, bisa posting sekalian juga bisa tanya. Begini ceritanya, saya punya 2 saudara yang satu hidupnya berkecukupan dan yang satu agak kurang kualitas hidupnya. Nah anak saudara saya ini makannya susah banget ampe kurus kering, tak kurang berbagai makanan lokal dan import sudah di beli serta tak lupa multi vitamin yang menyertainya, tapi susah banget makannya, dialihkan dari makanan ke ngemil tetep gak suka, sepupu saya ini sampai sudah mengunjungi beberapa dokter untuk konsultasi ujung ujung nya hanya multi vitamin lagi dan lagi. si anak ini hanya suka makanan dasarnya saja, kalo ada nasi ama ayam dia akan makan nasinya aja, paling banter pakai kuah ayam, kalo kentang goreng pake ayam, si anak inipun lagi lagi cuman makan kentangnya aja..heee..stress deh ibu bapaknya.

(more…)

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Jul
14
2010
33

Hidup di kelipatan 3 bulan

Pepatah lama sering sekali kita dengar terlebih lagi hal ini sering dikumandangkan oleh orang orang MLM kalo bekerja di kantor adalah suatu kenyamanan dan menjadi pebisnis adalah kudu berani keluar dari kenyamanan. Hal itu mungkin benar adanya tapi tidak sepenuhnya, mungkin orang yang mengkumandangkan pertama kalinya suka membandingkannya antara pebisnis/ pengusaha dengan pegawai negeri hee…

(more…)

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Jun
11
2010
48

Dilarang Ngebom!

Waktu mau beli wine di supermarket langganan beberapa hari yang lalu, saya sempet terhenti sejenak tertegun melihat sign baru yang dipasang dipintu masuk.

dilarang ngebom

Selain gambarnya beda ama sign yang biasanya, jenis jenis larangannya juga saya rasa rada berlebihan. Pertama, larangan memotret di supermarket kayaknya tidak terlalu perlu deh, apalagi supermarket ini tidak mempunyai display khusus yang bernuansa seni, jadi standard banget lah.

(more…)

Written by boyindra in: Experience | Tags:
Jun
07
2010
25

Pak Mentri bawa kabar berita.

Saya paling doyan acara kumpul kumpul yang diselenggarakan oleh KBRI. Selain bisa kumpul kumpul bersama rekan rekan yang jarang dijumpai juga biasa…..makan makan gratisnya…heee.

Pekan kemarin kami ditelpon oleh staff kedutaan disuruh berkumpul kali ini dirumah Pak Dubes karena kami kedatangan tamu penting yang ternyata Pak Mentri Marty Natalegawa, menteri luar negeri kita.

(more…)

Written by boyindra in: business,kamboja |
May
31
2010
27

Memutuskan Hidup Sendiri?

lonelyDi sela sela pekerjaan yang kebetulan tidak menumpuk, aktifitas yang paling asik dilakukan tanpa meninggalkan meja kantor salah satunya adalah chating. Chating kali ini saya dengan bekas anak buah dari Vietnam dengan menanyakan kabar sampai ngobrol ngalur ngidul. tanya si ini, si anu sampai akhirnya saya menanyakan bekas boss saya yang orang Amerika itu dan beliau adalah seorang gay yang sudah berusia lanjut, boleh terbilang uzur.

Karena pengalaman beliau di bidang pemasaran dan sudah berkecimpung di dunia pemasaran Vietnam hampir lebih belasan tahun,  makanya hotel resort bekas saya bekerja mempekerjakannya dengan bayaran yang tidak terlalu wah seperti di kota besar tapi dengan fasilitas yang semuanya gratis.

Dulu sewaktu saya bekerja disana beliau mempunyai restaurant yang cukup berkelas di pinggir pantai dengan makanan kelas bintang lima. Setahun berlalu dan sewaktu saya menanyakan kabarnya minggu lalu, restaurant itu telah tiada alias bangkrut dikarenakan tahun 2009 kemarin krisis ekonomi memang menghantam sektor pariwisata tidak hanya di Vietnam tapi juga dimana mana.

(more…)

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
May
25
2010
31

Biji Lotus goreng

Salah satu oleh oleh yang wajib dibeli oleh istri saya kalo ke vietnam adalah membawa beberapa kilo camilan berupa biji lotus yang telah digoreng. Penganan ini bisa menggantikan kacang bawang dan lebih sehat karena nggak ada kandungan lemaknya.

lotus-seed

Biji lotus dijadikan penganan memang susah ditemui di negara kita, tetapi di negara semacam kamboja dan vietnam, banyak sekali ibu ibu yang menjualnya dalam keadaan segar berbentuk seperti corong shower kamar mandi. batang bunga itu kemudian dipecah pecah untuk diambil bijinya dan dimakan begitu saja dalam keadaan segar.

Rasanya hambar dan mengupasnya butuh ketekunan, makanya pertama kali saya coba hanya satu komen saya..”males” makanya semenjak kita menemukan dalam keadaan sudah dikupas dan digoreng, tentu saja istri demen banget, alasannya “ini camilan diet”.

Tanaman lotus yang konon originalnya berasal dari India dan di bawa ke China 2000 tahun yang lalu itu berguna untuk memelihara fungsi limpa, hati dan ginjal. Biji Lotus juga obat anti diare kronik, mengurangi gelisah, debar jantung dan insomnia.

Lotus_seed1

Nah, kalo mau coba biji lotus ini, coba aja ambil tanaman lotus di tempat anda tapi yang sudah tua ya? nah itu corong silakan di oncek oncek..eh, dikupas maksudnya deng dan silakan dinikmati sebagai camilan sehat anda.

Eh, ngomong ngomong kalo ini bisa di sosialisasikan ke masyarakat di indonesia bisa merupakan alternatif bisnis untuk keluarga. Bocoran info aja disini orang jual yang fresh masih berupa corong untuk 6 corong dijual seharga 3000 real saja atau sekitar Rp.7500 kalo yang sudah dikupas apalagi digoreng sekitar US$15 per kilonya.

Ps. Berhubung males motret. Photo diambil dari Google.

Written by boyindra in: chit chat,vietnam | Tags: ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes